1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Cina Imbau Sudan Untuk Lebih Kooperatif

28 Februari 2008

Beijing terus melakukan pendekatan terhadap pemerintah di Khartoum untuk lebih kooperatif. Dalam waktu bersamaan Cina juga meminta Dewan Keamanan PBB menuntaskan tugasnya.

Chinesische UN Soldaten in Darfur Sudan China
Serdadu China bertugas di Darfur dalam misi pasukan internasional.Foto: AP

Utusan khusus Cina untuk Sudan, Liu Guijin, menyatakan, dari sudut pandang Beijing, sudah tidak ada lagi masalah besar bagi penempatan pasukan internasional di Darfur. Liu memuji kinerja 140 serdadu penjaga perdamaian dari Cina yang sudah bertugas di Darfur.

Mengakhiri kunjungan yang keempat kalinya di Sudan, Liu juga menuntut lebih banyak kepedulian dari negara-negara Afrika untuk memainkan peranan lebih besar dalam pasukan perdamaian gabungan dari Perserikatan bangsa Bangsa dan Uni Afrika.

Utusan khusus Cina untuk Sudan, Liu Guijin, mengatakan: "Hingga kini tidak ada satupun negara besar di Afrika yang menepati kewajibannya untuk mengirimkan pasukannya. Barangkali negara-negara Afrika menghadapi masalah teknis atau mungkin kekurangan senjata. Tapi masyarakat internasional mengerti kesulitan ini dan akan menolong negara-negara tersebut."

Liu menegaskan kembali, kini tidak ada lagi hambatan besar bagi penempatan 26.000 pasukan perdamaian internasional di Darfur. Sejauh ini baru ratusan serdadu penjaga perdamaian internasional yang sudah ditempatkan di kawasan krisis di Sudan ini. Walaupun begitu, Liu juga memuji kepedulian pemerintah Sudan serta menegaskan kembali hubungan baik antara Beijing dan Khartum. Cina di waktu belakangan ini berulangkali mengajukan vetonya di Dewan Keamanan PBB, menentang dilancarkannya tindakan lebih keras terhadap pemerintah Sudan. Dalam keterangan kepada wartawan di kedutaan besar Cina di Khartum hari Rabu (27/2) malam, Liu kembali menegaskan, Beijing menentang segala jenis sanksi PBB terhadap Khartoum.

Liu lebih lanjut menegaskan: "Kami akan terus melakukan pendekatan kepada pemerintah Sudan agar mereka lebih kooperatif. Tapi dalam waktu bersamaan masyarakat internasional, khususnya anggota tetap Dewan Keamanan PBB, juga harus menuntaskan bagian tugasnya. Kita tidak hanya memusatkan perhatian pada penempatan pasukan gabungan saja, juga yang penting adalah proses politik ." Liu melanjutkan, tanpa pemecahan politik, konflik akan kembali terulang segera setelah pasukan perdamaian ditarik. Dia juga menuntut kelompok pemberontak agar duduk di meja perundingan. Utusan khusus Cina untuk Sudan itu kembali mengimbau negara-negara Barat, agar melalui kelompok pelarian dari Darfur di negaranya, melakukan pendekatan terhadap pemberontak yang memusuhi pemerintah Sudan. Seorang pimpinan perlawanan di pengasingan yang tinggal di Paris misalnya, selama ini menolak segala bentuk perundingan, selama masih terdapat korban tewas di kalangan sipil di Darfur. Organisasi hak asasi melaporkan, serangan pasukan pemerintah akhir pekan lalu terhadap kubu pemberontak di barat Darfur, memaksa sekitar 60 ribu warga mengungsi dari desanya. Hingga kini tercatat lebih dari 250 ribu orang tewas, semenjak pecahnya konflik Darfur lima tahun lalu.(as)