Tiga astronot Cina akan menjalankan misi selama kurang lebih enam bulan. Mereka akan memasang peralatan pelindung dari kepingan sampah antariksa dan melakukan beberapa eksperimen.
Pesawat Antariksa Cina Shenzhou-20 Foto: Wang Jiangbo/Xinhua/picture alliance
Iklan
Cina pada hari Kamis(24/4) mengirim tiga astronot ke stasiun luar angkasa Tiangong, menggantikan kru yang ditempatkan di sana sejak Oktober 2024.
Pesawat luar angkasa Shenzhou-20 lepas landas pada pukul 17:17 waktu setempat dari Gurun Gobi yang terletak di barat laut Cina, menurut laporan media pemerintah.
Kru yang saat ini berada di Tiangong dijadwalkan kembali pada Selasa (29/4) minggu depan. Diperkirakan, setiap enam bulan tim-tim di stasiun luar angkasa Tiangong dirotasi.
Untuk mencapai apa yang digambarkan Presiden Xi Jinping sebagai "mimpi luar angkasa” rakyat Cina, Beijing telah menginvestasikan miliaran dolar ke dalam program luar angkasanya dalam beberapa tahun terakhir.
Eksperimen akan dilakukan oleh para kru
Chen Dong memimpin misi kali ini, ia telah menyelesaikan dua misi sebelumnya dan ini adalah penerbangan ketiganya. Chen Dong ditemani oleh mantan pilot angkatan udara Chen Zhongrui dan insinyur Wang Jie, keduanya pergi ke luar angkasa untuk pertama kalinya.
Selain melakukan perjalanan luar angkasa dan pemeliharaan pada stasiun luar angkasa, para kru bertugas memasang peralatan pelindung dari kepingan sampah antariksa yang seringkali mengganggu navigasi dan membahayakan misi-misi antariksa.
Beragam Ide Bersihkan Sampah Antariksa
Lebih 7000 satelit diluncurkan ke orbit Bumi selama 60 tahun terakhir. Kini hanya sepertiganya yang masih berfungsi. Sementara sisanya mengancam satelit-satelit lain. Bisakah sampah antariksa dibersihkan?
Foto: ESA–David Ducros, 2016
Sampah Beterbangan di Langit
Sampah berupa pecahan satelit atau obyek lain yang diluncurkan ke ruang angkasa mirip fenomena ruang angkasa itu sendiri. Kita tahu, obyeknya ada di langit. Tapi seberapa banyak, tidak ada yang tahu. Data lembaga antariksa Eropa-ESA menyebut sejak 1957 diluncurkan 6.600 satelit dan terdapat lebih 29.000 obyek berukuran lebih 10 sentimeter di orbit Bumi.
Foto: picture-alliance/dpa
Bahaya Tabrakan
Pecahan satelit berdiameter satu sentimeter saja sudah merupakan ancaman bahaya. Pasalnya pecahan sampah antariksa bergerak dengan kecepatan hingga 40.000 km per jam. Tabrakan pecahan sebesar biji kopi dengan kecepatan setinggi itu dengan sebuah satelit, memiliki kekuatan impak setara sebuah granat.
Ancaman Nyata
Sampah antariksa makin sering jadi ancaman nyata bagi penduduk Bumi. Jika ukuran sampah cukup besar, saat kembali memasuki atmosfir, obyek tidak terbakar habis. Bagian satelit ini (foto) untungnya jatuh ke kawasan gurun yang jarang penduduk. Jika menimpa kawasan padat, bisa dipastikan jatuh korban jiwa.
Foto: NASA
Tukang Sampah Robot
Banyak gagasan untuk membersihkan sampah ruang angkasa. Salah satunya dengan ide robot tukang sampah ini. Sebuah robot ruang angkasa dilengkapi lengan, bertugas menangkap satelit yang sudah tidak berfungsi dan membawanya kembali ke Bumi. ESA merencanakan peluncuran tukang sampah robot ini tahun 2023.
Foto: ESA–David Ducros, 2016
Hancurkan di Langit
Gagasan lainnya, menggunakan semacam meriam laser untuk menghancurkan sampah antariksa di orbitnya. Pusat penerbangan dan antariksa Jerman-DSLR terus mengembangkan teknologi laser ini. Pecahan partikel sampah ruang angkasa yang ditembak laser, disebut akan hancur dan menjadi uap.
Foto: DLR
Jaring dan Lasso Elektrik
Lembaga antariksa AS-NASA menggagas penggunaan jaring dan lasso elektrik untuk menangkap asteroid dan itu juga bisa digunakan menangkap partikel sampah antariksa. Obyek yang dijaring dibawa kembali ke atmosfir. Yang berukuran kecil akan habis terbakar yang cukup besar bisa diamankan dari bahaya tabrakan. Sejauh ini idenya belum diwujudkan jadi kenyataan.
Foto: ESA–David Ducros, 2016
Tambang Elektrodinamik
Lembaga antariksa Jepang JAXA belum lama ini jicoba "tanmbang elektrodinamik" -KITE. Tambang elektrodinamik panjangnya 700 meter dibuat dari baja tahan karat dan aluminium. Idenya menurunkan tambang tipis dari stasiun ruang angkasa internasional-ISS untuk menurunkan kecepatan partikel. Setelah itu menyeretnya ke atmosfir agar terbakar habis. Ed: Zulfikar Albany (as/rzn)
Foto: JAXA
7 foto1 | 7
Selain itu, eksperimen fisika dan medis akan dilakukan. Untuk pertama kalinya, misi ini membawa serta cacing planaria, sejenis cacing pipih yang hidup di air yang memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi.
"Hasil [pemeriksaan planaria di luar angkasa] dapat membantu mengatasi masalah yang berkaitan dengan cedera yang terjadi di luar angkasa,” jelas Lin Xiqiang, wakil direktur badan antariksa nasional Cina (CMSA) pada konferensi pers pada hari Rabu (23/4).
Iklan
Cina dan pencarian mitra program luar angkasa
Cina telah dikecualikan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, karena Amerika Serikat melarang badan antariksanya, NASA, berkolaborasi dengan Beijing karena alasan keamanan nasional. Cina pun kian giat mencari mitra luar angkasa lainnya.
Ambisi Program Antariksa Cina
Tidak mau kalah dengan Eropa, Amerika Serikat dan Rusia, Cina luncurkan misi berawak terlama di antariksa. Target Beijing adalah menggiatkan stasiun luar angkasa secara permanen pada tahun 2022.
Foto: Picture-Alliance/dpa/H. H. Young
3,2,1… Shenzhou-11 Diluncurkan
Cina untuk keenam kalinya meluncurkan dua taikonot ke luar angkasa. Pesawat antariksa membutuhkan waktu dua hari untuk mencapai laboratorium Tiangong-2 yang dluncurkan bulan lalu.
Foto: Picture-Alliance/dpa/H. H. Young
Taikonot Berpengalaman
Jing Haipeng dan Chen Dong akan tinggal di laboratorium ruang angkasa selama 30 hari. Menurut kantor berita Xinhua, berbagai eksperimen akan dilakukan selama berada disana. Antara lain percobaan kesehatan.
Foto: Picture-Alliance/dpa/H. H. Young
Labotorium Antariksa Tiangong-2
Cina meluncurkan laboratorium Tiangong-2 bulan September 2016. Laboratorium panjangnya 9 meter dan bobotnya 13 ton. Tiangong-2 berada di orbit berjarak 393 kilometer dari bumi bisa menampung dua astronot sampai 30 hari serta bisa menerima pesawat kargo dan pesawat berawak.
Foto: picture alliance/dpa/A. Xin
Roket Modern
Long March-2F adalah roket pembawa yang meluncurkan misi Shenzou-11. Bebannya 464 ton, panjangnya 52 meter, dan diluncurkan dari kompleks Jiuquan Satellite Launch Center, fasilitas militer dekat gurun Gobi.
Foto: picture-alliance/Photoshot/Y. Zhiyuan
Program Ambisius Cina
Cina berencana untuk mengirimkan kapal kargo antariksa pertamanya Tianzhou-1 ke laboratorium antariksa April 2017. Kapal kargo ini akan memungkinkan Cina untuk menyuplai laboratoirum dengan bahan bakar dan perlengkapan lainnya.
Foto: Reuters
5 foto1 | 5
Pada bulan Februari, Beijing menandatangani perjanjian dengan Islamabad untuk mengirim astronot asing pertama ke Tiangong. Pada hari Rabu, badan antariksa nasional Cina menyatakan bahwa "dua astronot Pakistan akan dipilih untuk untuk menjalani pelatihan ke Cina.”
Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris