Cina Maju, Amerika Serikat Ketakutan
20 Juni 2007
Simbol era baru muncul di tengah teriknya matahari.
Tapi simbol itu masih terhalang oleh rangka-rangka konstruksi yang sedang dipanjat para pekerja yang bertubuh kecil. Para pekerja itu berasal dari Cina, dibayar oleh pemerintah Cina dan mendapat tempat penginapan di sebuah hotel di pinggiran kota. Mereka dipekerjakan untuk membangun gedung kedutaan besar Cina. Gedung itu laksana sebuah istana, dibangun di atas lahan seluas 11 ribu meter persegi. Warga Amerika Serikat dilarang untuk bekerja di sini. John Tkacik, pakar Cina dari Yayasan Heritage yang berhaluan konservatif mengatakan:
„Jejak Cina di Washington semakin besar. Kongres Amerika Serikat, pemerintah dan pelobi di Washington akan menemukan orang Cina di mana-mana.“
John Tkacik termasuk salah seorang di Washington yang memberi peringatan keras mengenai kehadiran Cina di Amerika Serikat. Bekas diplomat yang suka mengenakan dasi kupu-kupu, yang sesekali menyelipkan kalimat Cina di antara jawabannya. Tkacik mengatakan, Cina tengah membekali diri, secara militer, ekonomi, dan politis. Dengan sasaran yang jelas, untuk menggeser Amerika Serikat dari posisinya sebagai negara adidaya:
„Saya pikir Cina sangat berbahaya. Saya kuatir pemerintah Amerika Serikat tidak mampu untuk berkonsentrasi pada beberapa masalah sekaligus. Perhatiannya kini tertuju pada Irak.“
Seperti halnya Tkacik, banyak pihak yang mengeluarkan ungkapan senada di Washington. Tapi tidak semua, ujar Richard Bush dari Institut Brooking yang cukup liberal:
“Saya pikir itu hanya ungkapan sebagian kecil pihak. Sebagian besar melihat kesempatan apa yang bisa dilakukan untuk bekerja sama dengan Cina. Secara politik dan ekonomi.”
Tapi semakin banyak pihak yang mengkritisi Cina secara tajam. Anggota parlemen Amerika Serikat menuduh pemerintah di Beijing memanipulasi nilai tukar mata uangnya, memata-matai perusahaan Amerika Serikat dan memanjakan perusahaan Cina, melanggar semua peraturan perdagangan dunia. Belum lagi mereka melempar barang-barang murah ke pasaran Amerika Serikat dan tanpa ampun melakukan politik luar negeri yang ekspansif, yang sangat jauh dari demokrasi dan hak azasi manusia. Meng K Lee dari pusat budaya Cina di Washington berpendapat, banyak warga Amerika Serikat tidak tenang melihat pertumbuhan ekonomi Cina yang sangat cepat. “Tapi mereka semakin tertarik pada kami,” demikian diungkapkan Lee:
“Mereka banyak bertanya tentang Cina. Seperti apa budaya kalian? Bagaimana kondisi geografis, orang-orangnya dan sejarah Cina? Saya pikir, selama kami saling bertukar pikiran, es di antara kami akan mencair.”
Banyak politisi Amerika Serikat yang belum mengenal Cina. Pemerintah di Washington kini bersikap mendua, bagaimana harus bergaul dengan negara adikuasa yang baru. Pemerintah Bush kini menyusun rencana pertemuan reguler dengan Cina, untuk membicarakan masalah nilai tukar mata uang dan perdagangan.