1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Cina Perketat Awasi WeChat

28 Mei 2014

Partai Komunis yang berkuasa di Cina meluncurkan tindakan keras baru atas platform pesan instan populer, termasuk WeChat - milik Tencent. Ini dilakukan guna menahan penyebaran informasi via online.

Tindakan keras serupa pernah dialami Sina Weibo - layanan mikroblog Twitter - yang popularitasnya terpukul ketika Cina melakukan sensor guna memperketat cengkeraman mereka.

Sementara tindakan keras seperti ini muncul lagi setelah insiden-insiden serangan di Cina, di mana pemerintah menuding kelompok separatis sebagai pelakunya.

WeChat yang dikembangkan Tencent adalah sebuah platform pesan instan yang memungkinkan pengguna untuk mengirim teks, foto, video dan pesan suara melalui perangkat mobile.

Semakin populer

Jumlah pengguna aktifnya kini sudah berlipat ganda, hingga mencapai 396 juta user, jika dibandingkan Sina Weibo yang digunakan oleh 143 juta lebih user. Sebagian pengguna WeChat mengirim pesan pribadi mereka daripada berbagi informasi di ruang publik secara online.

Sekarang semakin populernya obrolan grup - di mana pengguna WeChat dapat berbagi pesan sampai dengan 500 peserta - telah menarik perhatian dari pihak berwenang, demikian menurut surat kabar milik pemerintah China Daily.

WeChat

Obrolan tersebut telah "menjadi tantangan bagi penyebaran rumor dan konten berbahaya lainnya", demikian surat kabar itu melaporkan, dengan mengutip seorang pejabat dari Kantor Informasi Internet Negara (SIIO).

Pelaksanaan kebijakan

Dikutip dari kantor berita resmi Xinhua yang mengutip pernyataan SIIO, aksi penegakan hukum akan ditargetkan pada pemilik akun WeChat yang dianggap "menyebarkan rumor dan informasi yang berkaitan dengan kekerasan, terorisme dan pornografi, serta mereka yang menggunakan pesan instan untuk penipuan." Ditambahkannya dalam pernyataan itu, “Kami akan tegas melawan infiltrasi dari kekuatan musuh di dalam dan luar negeri.“

Dalam pelaksanaannya nanti, akan dilakukan pengawasan bersama oleh pihak SIIO, Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi dan Kementerian Keamanan Publik.

Ia menambahkan bahwa WeChat dan beberapa perusahaan pesan instan lainnya "telah sepakat untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dan meluncurkan inspeksi internal".

Penjara untuk penyebar 'rumor'

Pihak berwenang Partai Komunis Cina berpegangan erat pada komunikasi online. Dan dengan undang-undang baru tahun lalu menyerukan sampai tiga tahun penjara bagi peserta media sosial yang dituding menyebarkan "gosip" dengan memposting ulang lebih dari 500 kali.

Miliarder blogger Cina-Amerika, Charles Xue - yang secara teratur memposting komentar reformis pada berbagai isu-isu sensitif kepada hingga 12 juta pengikut - ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam kegiatan prostitusi.

Hubungan antara tindakan keras dan penangkapan blogger populer secara rutin diberitakan oleh media pemerintah. Xue ditayangkan di televisi negara, yang juga menyiarkan wawancara dengan Pan Shiyi , blogger lain yang paling populer di Cina, di mana ia mengatakan menyesal dan memperingatkan bahayanya memposting online.

Pemerintah Beijing telah menyalahkan video online dan rekaman audio atas serangan teror di kota-kota Cina, termasuk pengeboman mematikan di sebuah pasar di Xinjiang pekan lalu, yang menewaskan 43 orang.

ap/cp (ap/afp/rtr)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait