1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikAsia

Cina Tegaskan Reunifikasi, Taiwan Bertekad Tetap Merdeka

Arti Ekawati sumber: AP, AFP, Reuters
1 Januari 2026

Presiden Lai Ching-te menegaskan kebulatan tekad Taipei dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada saat yang sama, Presiden Cina Xi Jinping, menegaskan bahwa reunifikasi Selat Taiwan pada akhirnya "tidak terelakkan."

Presiden Lai Ching-te
Presiden Taiwan Lai Ching-te dalam upacara menyambut Tahun Baru 2026 di Taipei.Foto: Taiwan Presidential Office/AP Photo/Picture alliance

Dalam pidato Tahun Baru, Presiden Taiwan Lai Ching-te pada hari Kamis (01/01) mengatakan bertekad untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan memperkuat pertahanan terhadap invasi asing. Pernyataan ini ia lontarkan hanya sehari setelah berakhirnya latihan militer berskala besar Cina di sekitar perairan Taiwan.

"Menghadapi ambisi ekspansionis Cina yang meningkat, komunitas internasional sedang mengamati apakah rakyat Taiwan memiliki tekad untuk membela diri," kata Lai dalam pidato Tahun Barunya.

"Sebagai presiden, pendirian saya selalu jelas: untuk dengan tegas melindungi kedaulatan nasional, memperkuat pertahanan nasional dan ketahanan seluruh masyarakat, dan secara komprehensif membangun mekanisme pencegahan dan pertahanan demokratis yang efektif."

Ancaman militer terhadap Taiwan

Eskalasi mencuat menyusul latihan militer Cina yang mensimulasikan blokade laut terhadap Taiwan. Selama dua hari, Cina mengerahkan armada laut dan udara agar berlatih menggunakan peluru hidup.

Chinese troops carry out live-firing exercises near Taiwan

02:23

This browser does not support the video element.

Latihan militer yang diberi nama Misi Keadilan 2025 ini termasuk latihan tembak langsung di beberapa zona di sekitar Taiwan.

Latihan tersebut dilakukan kurang dari dua minggu setelah Amerika Serikat mengumumkan paket senjata senilai €9,43 miliar (setara Rp185 miliar) untuk Taiwan. Ia juga dipandang sebagai jawaban atas pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal komitmen Tokyo membela Taiwan.

Taiwan dipimpin secara demokratis dan terpisah dari Cina. Namun Cina mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan tidak menutup penggunaan kekuatan untuk mengambil kendali atas negara pulau tersebut.

Lai ingin gandakan anggaran militer

Dalam pidato yang disiarkan televisi dari kantor kepresidenan, Presiden Lai mendesak persatuan politik dan memperingatkan bahwa penundaan rancangan undang-undang pengeluaran pertahanan senilai $40 miliar dapat merugikan.

Masyarakat internasional sedang mengamati apakah rakyat Taiwan memiliki tekad untuk membela diri, kata Lai.

"Hanya melalui persatuan, bukan perpecahan, kita dapat menghindari pengiriman sinyal yang salah kepada Cina bahwa mereka dapat menyerang Taiwan," tambah presiden.

Ia juga mengatakan Taiwan tetap terbuka untuk dialog dengan Cina, asalkan Beijing menghormati sistem demokrasi Taiwan.

Xi Jinping: Reunifikasi tidak terelakkan

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menolak kritik terhadap latihan militernya. Juru bicara Lin Jian menyebut kecaman terhadap Beijing sebagai "kritik yang tidak bertanggung jawab terhadap upaya yang adil dari Cina untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya." Ia menambahkan bahwa "pasukan separatis" di Taiwan berupaya mencapai kemerdekaan melalui cara militer.

Oleh media pemerintah, pidato Lai digambarkan "penuh dengan kebohongan dan omong kosong, permusuhan dan kebencian," serta memicu "konfrontasi lintas selat."

Presiden Xi Jinping mengatakan dalam pidato Tahun Baru yang disiarkan televisi pada hari Rabu (31/12) bahwa "penyatuan kembali" dengan Taiwan tidak dapat dihentikan.

"Kita orang Cina di kedua sisi Selat Taiwan berbagi ikatan darah dan kekerabatan," katanya. "Penyatuan kembali tanah air kita, sebuah tren zaman, tidak dapat dihentikan."

Dalam pidatoya, dia juga mengaku terkesan dengan kekuatan teknologi Cína. Xi mencatat bahwa beberapa model AI buatan Cina sedang bersaing ketat di level global, da melaporkan terobosan dalam kemampuan produksi semikonduktor oleh industri domestik. Ia juga menyebutkan lompatan industri dalam robot humanoid dan teknologi drone.

Editor: Rizki Nugraha

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait