1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Cina Tunda Pemasangan Software "Green Dam"

1 Juli 2009

Pemerintah Cina mengubah keputusan memasang software "Green Dam" di detik-detik terakhir. Pengguna internet merayakan kejadian ini tetapi belum tentu sensor di Cina akan diperlonggar.

Pengguna internet di Cina bebas memutuskan untuk menginstal "Green Dam" dan tidak jadi lancarkan boykot internet.Foto: AP

Pagi ini (1/7) para pengguna internet di Cina membanjiri cafe-cafe internet trendy di Beijing. Mereka merayakan perubahan rencana pemerintah Cina untuk memasang software filter "Green Dam“ atau "Bendungan Hijau“. Sebenarnya mereka berencana melakukan boykot internet menentang rencana ini dan tidak mau memakai internet seharian. Tetapi pemerintah Cina memutuskan untuk menunda rencana pemasangan otomatis piranti lunak filter ”Green Dam“ tersebut, demikian dilaporkan Harian ‚China Daily'.

Kementrian Industri dan Teknik Informatika Cina mengumumkan bahwa perangkat lunak ini akan diberikan dalam bentuk CD-Rom ketika membeli komputer dan pemilik komputer dibebaskan untuk memutuskan sendiri apakah mereka mau menginstalnya atau tidak. Lebih lanjut dilaporkan, penundaan diakibatkan oleh banyaknya waktu tambahan yang diperlukan oleh perusahaan komputer untuk menginstal program ini secara kesuluruhan di semua komputer baru.

Program yang seharusnya mulai dijalankan 1 Juli ini bertujuan untuk melindungi anak muda dari pornografi dan isi merugikan lainnya di internet. Selain itu software ini juga dapat memberikan akses menyeluruh atas isi komputer pribadi kepada pemerintah Cina. Banyak protes yang datang, baik dari dalam maupun luar negeri, karena ini merupakan pelanggaran hak privasi secara menyeluruh dan banyak pengamat yang khawatir bahwa dengan ini konten politis juga dapat disensor oleh pemerintah Cina, misalnya situs-situs yang memberitakan tentang Tibet.

Hal seperti ini belum pernah terjadi - pemerintah Cina menunda sebuah keputusan penting sehari sebelum dijalankan. Menurut banyak pengamat ini merupakan hasil dari aksi protes dari banyak pengguna internet, pengacara bahkan beberapa media pemerintah dan pihak internasional. Cina mempunyai jumlah pengguna internet yang sangat besar, sekitar 300 juta orang. Mereka sekarang bersatu melawan "Green Dam“.

Jean-Pierre Cabestan, professor jurusan politik di Universitas Baptis Hong Kong, mengatakan, bahwa sebagian besar pengguna internet di Cina merupakan orang-orang dengan latar belakang pendidikan tinggi dan pengaruh mereka di masyarakat semakin besar.

Namun menurut seorang aktivis Cina dalam kampanye anti "Green Dam“, Chen Yongmiao, keputusan pemerintah Cina ini kemungkinan lebih dipengaruhi oleh tekanan dari Washington dan perusahaan-perusahaan komputer internasional. Para aktivis internet tidak bisa menakut-nakuti pemerintah Cina yang sangat kuat dan percaya diri, lanjut Chen. Minggu lalu, pejabat Kementrian Perdagangan AS mengirim surat kepada pemerintah Cina, isinya mendorong Cina untuk membatalkan rencana memasang "Green Dam“ karena hal ini dapat digunakan untuk membatasi kebebasan berbicara dan mengganggu urusan perdagangan bebas.

Sementara itu produsen-produsen komputer seperti Acer dan Hewlett-Packard sampai sekarang tidak memberikan kritik langsung tentang rencana pemerintah Cina ini. Hal ini kemungkinan diakibatkan oleh risiko kehilangan pasar besar di Cina. Henry Wang, juru bicara Acer, mengatakan bahwa mereka hanya penjual komputer dan bukan mereka lah yang membuat peraturan. Dan Perusahaan Dell mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka menghargai usaha pemerintah Cina untuk melindungi anak-anak dari bahaya pornografi di internet.

Penundaan ini juga bisa merupakan isyarat adanya ketidakpastian di pemerintah Cina sendiri, demikian dikatakan banyak pengamat. Kemungkinan rencana ini hanya didukung oleh beberapa politisi garis keras dan sekarang mereka salah perhitungan tentang reaksi para pengguna internet. Namun penundaan ini bukan jaminan bahwa sensor internet di Cina akan diperlonggar. Banyak situs masih diblok oleh pemerintah Cina dan dilaporkan software “Green Dam” ini sudah diinstall di sekitar 2,6 juta sekolah Juni lalu.

AR/ZER/reuters/afp