1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Clinton Menangkan Nominasi Partai Demokrat

7 Juni 2016

Bekas ibu negara Hillary Clinton didaulat memenangkan nominasi bakal capres Partai Demokrat. Pesaingnya, Bernie Sanders, menolak menyerah dan bertekad untuk terus berjuang hingga penghabisan.

USA Hillary Clinton Los Angeles
Foto: pictue-alliance/epa/P. Buck

Menurut hitung-hitungan di atas kertas, Hillary Clinaton telah mengamankan status calon presiden dari Partai Demokrat. Saat ini bekas ibu negara itu memimpin perolehan delegasi dengan 1812. Sementara pesaingnya Bernie Sanders tertinggal dengan 1521. Dibutuhkan 2383 delegasi buat memenangkan nominasi Demokrat.

Prediksi yang diluncurkan kantor berita Associated Press itu dipublikasikan di saat kedua kandidat sedang berebut sisa 851 delegasi, antara lain di negara bagian California. Dominasi Clinton banyak bersumber pada jumlah delegasi super yang oleh AP diprediksi mencapai 571 suara.

Artinya Clinton telah mencapai batas minimal jumlah delegasi.

Namun begitu Sanders menolak berputus asa dan bertekad melanjutkan pencalonannya hingga akhir. "Clinton tidak punya jumlah delegasi yang cukup buat memenangkan nominasi," kata Jurubicara Sandres, Michael Briggs.

Menurutnya dominasi Clinton bergantung pada jumlah delegasi super yang bebas menentukan suara. "Mereka baru akan memberikan suara pada 25 Juli," kata Briggs. "Hingga saat itu pendirian mereka bisa saja berubah."

Clinton sendiri, kendati mengaku senang dengan prediksi AP, merasa belum memenangkan apapun. "Kita masih harus bekerja," tukasnya merujuk pada pemilihan di enam negara bagian yang dilakukan secara serentak. "Persaingannya belum tuntas sebelum nominasi berakhir," tutur Clinton.

Kendati begitu Clinton berulangkali memposisikan diri sebagai nominasi Demokrat. Ia antara lain lebih fokus menyerang kandidat Republik, Donald Trump, selama masa kampanye. Clinton bahkan mengajak Sanders bergabung buat melawan Trump.

"Tugas saya adalah menyatukan partai," tuturnya. "Dan saya harap Sanders akan bergabung. Kita harus bersatu setelah konvensi ini untuk mengalahkan Donald Trump dan menelanjangi model kampanye yang ia jalankan."

rzn/ap(ap,afp)