Bocah, orang tua, dan penderita penyakit jantung serta pembuluh darah sangat berisiko serius terdampak suhu panas ekstrem. Namun, bagi orang yang sehat pun bisa semaput jika terpapar suhu panas yang sangat tinggi.
Dalam cuaca panas penting untuk menjaga kepala tetap dinginFoto: picture alliance/dpa/S. Kahnert
Iklan
Hari-hari ini suhu di Eropa panasnya minta ampun, padahal musim panas baru saja mulai. Suhu panas ekstrem bisa berpotensi berbahaya, khususnya bagi bocah dan lanjut usia
Anak-anak kecil sangat rentan meninggal dunia karena serangan pitam panas, sebab tubuh mereka belum memiliki kelenjar keringat sebanyak tubuh orang dewasa.
Tubuh orang dewasa memiliki rata-rata antara 150 hingga 350 kelenjar keringat per sentimeter persegi, yang berperan penting dalam mendinginkan tubuh. Jumlah ini bervariasi tergantung pada bagian tubuh — telapak tangan dan telapak kaki memiliki jumlah terbanyak, yakni sekitar 360 hingga 370 kelenjar per cm².
Di dalam mobil, suhu bisa mencapai tingkat mematikan
Saat suhu udara luar mencapai 32 derajat Celsius, suhu di dalam mobil bisa melonjak hingga 48 derajat hanya dalam 30 menit, dan mencapai 58 derajat dalam waktu satu jam. Ini sangat berbahaya karena tubuh manusia harus mampu menjaga suhu internal tetap pada 37 derajat Celsius.
Pada kasus serangan panas, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat — kondisi ini tidak hanya menyiksa, tetapi juga bisa berakibat fatal.
Lansia juga hadapi risiko tinggi
Orang lanjut usia juga berisiko tinggi bila terkena suhu panas ekstrem. Mereka banyak yang menderita gangguan jantung dan peredaran darah.
Dalam cuaca panas, jantung harus bekerja jauh lebih berat dibandingkan pada suhu normal. Setelah operasi jantung atau jika pembuluh darah sudah rusak, para lansia lebih mudah mengalami serangan panas.
Iklan
Olahraga berat saat panas ekstrem: Kombinasi mematikan
Bahkan orang sehat yang tak punya riwayat penyakit juga tidak kebal. Jika mereka berolahraga secara intens saat cuaca sangat panas, dan memaksakan diri melewati batas, tubuh bisa menyerah dan mengalami serangan panas.
Hal yang sama berlaku untuk orang yang bekerja berat di bawah terik matahari, misalnya para pekerja konstruksi jalan.
Gelombang panas ekstrem melanda Eropa lebih awal dari biasanya. Di Jerman, suhu yang diperkirakan bisa mencapai 40°C menambah kekhawatiran akan dampaknya pada kesehatan warga dan infrastruktur.
Foto: Michael Nguyen/NurPhoto/picture alliance
Berenang di kolam dingin jadi solusi
Gelombang panas merambat hingga ke Jerman. Pada Selasa (01/07), suhu melonjak antara 30 - 38°C dan menyelimuti hampir seluruh penjuru negeri. Beberapa wilayah di North Rhine-Westphalia dan Baden-Württemberg bahkan telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem. Di banyak tempat, satu-satunya cara meredakan panas adalah dengan berenang di kolam dingin, seperti di kolam renang Swabian Alb ini.
Foto: Thomas Warnack/dpa/picture alliance
Memecahkan rekor suhu panas
Seperti jamur warna-warni, payung-payung bertebaran di Pantai Almanda, Costa da Caparica, Portugal. Gelombang panas yang datang lebih awal membuat warga di Semenanjung Iberia mencari tempat berteduh di mana pun mereka bisa. Di El Granado, kota di selatan Spanyol yang berbatasan dengan Portugal, tercatat rekor suhu baru untuk bulan Juni: 46°C, menurut layanan cuaca Spanyol, Aemet.
Foto: CARLOS COSTA/AFP/Getty Images
Suhu panas berlanjut hingga malam hari
Tak hanya terasa menyiksa di siang hari, suhu panas berlanjut hingga malam. Di wilayah selatan Spanyol, seperti Sevilla, suhu udara sepanjang akhir pekan tak pernah turun di bawah 30°C. Kondisi serupa diperkirakan terjadi di barat daya Jerman, dengan suhu malam hari tetap di atas 20°C. Tanpa pendingin udara, tidur malam yang nyenyak terasa mustahil.
Foto: CRISTINA QUICLER/AFP/Getty Images
Menara Eiffel ditutup akibat panas terik
Matahari terik menyinari kota Paris pada Selasa (01/07), saat Prancis untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir menetapkan tingkat peringatan panas tertinggi untuk ibu kotanya. Suhu diperkirakan akan mencapai 41°C. Akibat cuaca ekstrem ini, lantai atas Menara Eiffel, ikon terkenal Paris, ditutup untuk pengunjung hingga Rabu (02/07).
Foto: Thibaud Moritz/AFP/dpa/picture alliance
Gondola berpayung hingga jalan melembung
Akibat panas terik, para turis di Venesia terpaksa berlindung di balik payung saat menaiki gondola. Di Veneto, sebuah jalan raya bahkan harus ditutup karena permukaannya melengkung akibat suhu ekstrem. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jerman mengeluarkan imbauan agar warganya menunda perjalanan ke Italia karena gelombang panas yang terus berlanjut.
Foto: ANDREA PATTARO/AFP/Getty Images
Tanpa pendinginan, cuaca panas bisa mematikan
Tanpa upaya pendinginan, suhu tinggi bisa membahayakan kesehatan. Menurut Kantor Statistik Federal Jerman, dalam sepuluh tahun terakhir, sekitar 1.400 orang dirawat di rumah sakit setiap tahunnya akibat gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paparan panas atau sinar matahari. Rata-rata, 22 orang meninggal setiap tahun akibat kondisi tersebut.
Foto: Peter Kneffel/dpa/picture alliance
Olahraga saat cuaca panas? Pilih waktu yang tepat!
Olahraga luar ruangan tidak disarankan saat cuaca panas. Karenanya, pelari ini memilih berlari pagi di Berlin, saat udara masih relatif sejuk. Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang paling rentan. Untuk terhindar dari dampak buruk, masyarakat dianjurkan berlindung dari paparan sinar matahari, banyak minum air putih, dan mencari tempat sejuk.
Foto: Christoph Soeder/dpa/picture alliance
Cuaca makin panas, olahraga air jadi pilihan
Olahraga air seperti wakeboarding menjadi cara ideal untuk menghadapi teriknya cuaca. Puncak gelombang panas diperkirakan akan terjadi di Jerman pada Rabu (02/07). Badan Cuaca Jerman memprediksi suhu akan berkisar antara 33 - 39°C, meliputi hampir seluruh wilayah, dari Laut Baltik di utara hingga Black Forest di selatan.
Foto: Henning Kaiser/dpa/picture alliance
Yunani hadapi panas ekstrem, laut mediterania menghangat
Di Yunani, seorang gadis tampak menyempatkan diri menyejukkan tubuh di air mancur Athena. Rekor suhu juga tercatat di perairan Laut Mediterania. Di lepas pantai Kepulauan Balearic, suhu air laut mencapai 26°C. Sementara itu, meski angin kencang sedikit membantu meredam panas, risiko kebakaran hutan justru meningkat ke level tertinggi di negara tersebut.
Foto: Stelios Misinas/REUTERS
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya”
Di Provinsi Izmir, Turki, 1.000 petugas pemadam kebakaran dan 14 helikopter dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi pada Minggu (29/06). Sementara itu di Prancis, kebakaran hutan menghanguskan 400 hektar lahan. Peringatan panas pun diberlakukan di 84 dari 95 wilayah. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Menteri Transisi Ekologi Prancis, Agnes Pannier-Runacher, kepada AFP.
Foto: Mehmet Emin Menguarslan/Anadolu/picture alliance
Dari manusia hingga hewan, cuaca ekstrem ancam kehidupan
Panas ekstrem tak hanya berdampak pada manusia, tapi juga pada tumbuhan dan hewan. Seekor anjing dan pemiliknya tampak berusaha mendinginkan diri di Sungai Danube. Menurut penelitian, kini gelombang panas terjadi lebih sering, lebih lama, dan semakin intens akibat perubahan iklim. Di Jerman, suhu tinggi diperkirakan akan bertahan hingga Kamis (03/07), saat hujan diperkirakan akan turun.
Foto: Thomas Warnack/dpa/picture alliance
11 foto1 | 11
Saat tubuh kehilangan keseimbangan panasnya
Saat cuaca panas, kulit kita dialiri lebih banyak darah dan tubuh berusaha mendinginkan diri melalui kulit dan sirkulasi darah.
Kita mulai berkeringat, dan keringat yang menguap membantu menurunkan suhu tubuh. Namun dalam bekapan suhu ekstrem, sistem pengatur panas alami ini bisa gagal berfungsi. Tubuh bisa kehilangan antara setengah hingga beberapa liter cairan per hari, dan 99 persen dari keringat adalah air.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Berkeringat: Mekanisme vital
Pengatur suhu tubuh utama kita adalah kelenjar keringat ekrin. Kelenjar ini banyak ditemukan di bawah ketiak, telapak tangan, dan juga di dahi.
Masing-masing kelenjar berdiameter sekitar 0,4 mm. Tubuh manusia memiliki antara dua hingga empat juta kelenjar ekrin ini. Keringat diproduksi di bagian ujung kelenjar yang berbentuk seperti benang wol yang menggulung. Lewat saluran kecil, keringat mengalir ke permukaan kulit dan membentuk butiran-butiran kecil.
Selama sistem ini berfungsi, tubuh bisa menyeimbangkan suhu sendiri. Namun bila gagal berfungsi— seperti misalnya saat sengatan matahari begitu ganas— situasinya bisa berbahaya.
Sengatan terik matahari: Saat kepala terlalu lama terpapar
Dalam sengatan matahari, kepala menjadi terlalu panas akibat paparan langsung sinar matahari. Gejala awal biasanya berupa sakit kepala, leher kaku, keletihan ekstrem, dan terkadang disertai mual dan muntah.
Hal ini terjadi karena selaput otak (meninges) teriritasi akibat panas berlebih, dan dapat memicu meningitis aseptik, yaitu peradangan selaput otak yang bukan disebabkan oleh bakteri.
Penderitanya bisa merasa pusing, mengalami kebingungan, bahkan pingsan. Dalam kasus seperti ini, perlu segera mendapat penanganan medis.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memindahkan penderita ke tempat sejuk, baringkan dengan posisi telentang, dan angkat sedikit bagian kepala dan tubuh atasnya. Kompres dingin pada leher dan bagian tubuh lainnya dapat membantu pasien. Penderita juga harus banyak minum untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.
"Hitzschlag": Bencana besar bagi tubuh
Lebih parah dari sengatan matahari sudah tergolong yang disebut sebagai ”hitzschlag” oleh orang Jerman atau serangan panas ekstrem "heatstroke". Dalam kondisi ini, suhu inti tubuh melonjak hingga 40 derajat Celsius atau lebih. Ini sangat serius — bisa memicu sekresi keringat berlebihan, gangguan penglihatan, bahkan sesak napas.
Tubuh kehilangan seluruh kemampuannya untuk membuang panas. Detak jantung meningkat, napas menjadi cepat, dan tekanan darah menurun drastis.
Akhirnya, tubuh bisa mengalami reaksi peradangan hebat dan, bila tidak segera ditangani, kerusakan organ serius hingga gagal organ total bisa terjadi.
PBB memperingatkan bahwa lima tahun ke depan akan menjadi rekor tahun terpanas yang pernah tercatat. Asia turut menderita, seiring dengan meningkatnya suhu ekstrem akibat gas rumah kaca dan pola cuaca El Nino.
Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP
Air menyelamatkan jiwa
Para relawan di New Delhi, India, terlihat tengah membagikan minuman gratis saat musim panas. Pada bulan Mei lalu, Badan Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa lima tahun ke depan akan menjadi rekor tahun-tahun terpanas sepanjang sejarah.
Foto: Arun SANKAR/AFP
Dengan balok es melawan panas mematikan
Para buruh pekerja di Bangkok, ibu kota Thailand, tengah mengangkut balok-balok es ke sebuah pasar. Thailand merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan yang menghadapi gelombang panas paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir.
Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP
Pemasok air
Kurir ini terlihat berjuang keras untuk mengangkut lebih banyak stok air di sepeda motornya. Di ibu kota Vietnam, Hanoi, akses terhadap air minum menjadi hal yang krusial, mengingat cuaca panas ekstrem yang tengah dihadapi. Pada bulan Mei, rekor terbaru dipecahkan saat suhu mencapai 44,1 derajat Celcius.
Foto: Nhac NGUYEN/AFP
Kipas angin genggam
Ketika El Nino tengah menyebabkan suhu melambung tinggi di Banda Aceh, Indonesia, sebuah kipas angin genggam memberikan sedikit kenyamanan udara sepoi-sepoi bagi siswi sekolah ini.
Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP
Mencari tempat teduh
Bukan karena hujan, namun warga Tokyo, ibu kota Jepang, tetap membawa payung mereka untuk berlindung dari panas ekstrem.
Foto: Philip FONG/AFP
Terlalu panas untuk bekerja
Panas dan lembabnya udara di Prayagraj, negara bagian Uttar Pradesh, India, membuat situasi sulit bagi warganya untuk bekerja. Dalam beberapa minggu terakhir, para dokter di sana menghimbau warga yang berusia di atas 60 tahun, untuk tetap berada di dalam rumah selama gelombang panas ekstrem melanda wilayah tersebut.
Foto: Sanjay KANOJIA/AFP
Air: Berkah, sekaligus kutukan
Anak-anak mendinginkan tubuh mereka di Sungai Buriganga, Bangladesh, salah satu negara di dunia yang paling terdampak bencana iklim. Angin topan dan banjir sering kali menghancurkan wilayah mereka. Seperlima bagian dari negara ini berisiko mengalami banjir permanen akibat naiknya permukaan air laut. (kp/hp)
Foto: Munir UZ ZAMAN/AFP
7 foto1 | 7
Pencegahan adalah kunci
Dalam cuaca sangat panas, sistem pengatur panas tubuh bisa dengan cepat kewalahan. Pada lansia, risiko meningkat karena mereka sering kurang minum air. Akibatnya, tubuh tak cukup menghasilkan keringat dan sulit mendinginkan diri secara alami.
Dalam banyak kasus, memanggil dokter adalah langkah paling aman. Cara terbaik untuk mencegah sengatan matahari, kolaps akibat panas, atau serangan panas berat sudah jelas: hindari paparan sinar matahari berlebihan, jauhi suhu ekstrem, dan cukupi asupan cairan setiap hari.
Artikel ini pertama kali dirilis dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh: Ayu Purwaningsih
Editor: Agus Setiawan