1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KesehatanGlobal

Asap Kebakaran Hutan Bisa Berdampak pada Seluruh Tubuh Kita

27 Februari 2026

Kebakaran hutan menghancurkan kehidupan dan mata pencaharian. Para penyintas dan petugas pemadam kebakaran juga bisa menderita kerusakan jangka panjang pada kesehatan mereka.

Foto udara menunjukkan kebakaran hutan di wilayah pegunungan Epuyen, provinsi Chubut Patagonia, Argentina
Kebakaran hutan di wilayah pegunungan Epuyen, provinsi Chubut Patagonia, ArgentinaFoto: Gonzalo Keogan/AFP/Getty Images

Para peneliti kian memahami dampak buruk paparan asap kebakaran hutan terhadap kesehatan manusia dalam jangka panjang. "Seluruh tubuh terdampak," kata Yang Liu, Profesor Kesehatan Lingkungan di Emory University di Atlanta. "Asap kebakaran hutan menyebabkan stres oksidatif (kondisi di mana radikal bebas melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya) pada sistem tubuh dan memperburuk atau mempercepat perkembangan penyakit."

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada Januari 2026, Yang Liu dan peneliti lainnya menemukan bahwa paparan berulang terhadap asap dalam jumlah sedang meningkatkan risiko stroke pada orang  lanjut usia.

Sebulan kemudian, studi lain menemukan bahwa paparan jangka panjang terhadap asap kebakaran hutan telah berkontribusi terhadap rata-rata 24.100 kematian per tahun di Amerika Serikat antara 2006 dan 2020.

Asap kebakaran hutan mengandung campuran polutan udara berbahaya. Salah satu komponen paling agresif adalah partikel sangat kecil yang dikenal sebagai PM2.5.

PM2.5 terdiri dari jelaga, debu, dan zat lain yang bertindak seperti spons mengikat logam beracun dan senyawa organik.

Jika terhirup, partikel PM2.5 dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah, di mana mereka menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai organ lain dalam tubuh.

Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 telah dikaitkan dengan penyakit paru-paru seperti asma, serta penyakit jantung, diabetes, demensia, dan kanker.

Asap kebakaran hutan sangat berbahaya terutama bagi perempuan hamil. Hal ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan kebakaran hutan di wilayah pegunungan Epuyen, Provinsi Chubut, ArgentinaFoto: Tomas Cuesta/AFP/Getty Images

Apa yang membuat PM2.5 dalam asap kebakaran hutan jadi begitu beracun

PM2.5 dari kebakaran hutan sangat beracun karena campuran kompleks bahan yang terbakar di setiap lokasi, yang dapat berbeda antara kebakaran di daerah pedesaan dan menyebar ke wilayah perkotaan.

"Hal ini sangat bergantung pada lokasi kebakaran. Bahkan bisa bervariasi dari satu blok ke blok lainnya. Asapnya mungkin terdiri dari komponen yang berbeda," kata Mary Johnson, ilmuwan peneliti di Departemen Kesehatan Lingkungan di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Johnson memimpin tim internasional yang mempelajari zat beracun dalam asap kebakaran hutan pada sekelompok petugas pemadam kebakaran dan warga sipil sehat yang terpapar asap kebakaran. Mereka ingin mengetahui bagaimana racun mengganggu fungsi sel imun dan meningkatkan kerentanan tubuh terhadap infeksi serta penyakit kronis.

Para peneliti menemukan merkuri dan kadmium, keduanya logam berat yang ditemukan secara alami dalam tanaman dan tanah serta pada bahan-bahan buatan manusia. Mereka juga menemukan senyawa karsinogenik yang disebut "bahan kimia abadi" atau PFAS.

PFAS adalah bahan kimia sintetis yang digunakan pada banyak produk sehari-hari dan material bangunan. Zat ini telah dikaitkan dengan berbagai kanker dan kondisi kelainan proses metabolisme tubuh.

Temuan penelitian memberi masukan ke depan agar penelitian berfokus pada pengembangan perawatan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis.

Waktu dan jarak membuat asap kebakaran jadi semakin beracun

Semakin lama durasi asap kebakaran hutan, maka asap tersebut akan semakin berbahaya karena mengalami reaksi kimia, sehingga kemampuannya merusak sel semakin tinggi.

Para peneliti di Yunani menemukan bahwa asap dapat menjadi hingga empat kali lebih beracun dalam beberapa hari setelah kebakaran. Asap juga dapat bergerak cepat dalam jarak jauh dan menyebar ke wilayah ribuan mil dari sumber kebakaran.

"Jika tidak ada hujan untuk membersihkan partikel-partikel ini, mereka dapat bertahan di atmosfer selama sepuluh hari atau bahkan lebih. Mereka bisa mengelilingi seluruh belahan Bumi dan kembali ke titik asal dalam waktu tersebut," kata Nikolaos Mihalopoulos, Direktur Institute for Environmental Research and Sustainable Development di National Observatory of Athens.

Selama kebakaran hutan di Kanada pada 2023, misalnya, 6.000 kebakaran telah menghanguskan 15 juta hektar lahan, menyebabkan 'polusi PM2.5 jarak jauh' menyebar di seluruh Amerika Utara dan bahkan mencapai Eropa dan Asia.

Dalam makalah yang diterbitkan pada September 2025, para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 5.400 kematian akut di Amerika Utara dan sekitar 64.300 kematian kronis di Amerika Utara dan Eropa dapat dikaitkan dengan paparan PM2.5 dari kebakaran hutan Kanada tahun 2023.

Namun, perlu diingat bahwa sumber polusi udara lainnya seperti asap knalpot kendaraan, emisi industri, dan pembakaran bahan bakar untuk memasak masih menimbulkan lebih banyak masalah kesehatan secara keseluruhan. Manusia terpapar asap polusi udara itu setiap harinya.

"Ketika kita melihat apa yang benar-benar mendorong angka kematian secara keseluruhan, tetap saja semua sumber lain (dari polusi udara) bertanggung jawab atas begitu banyak kematian," kata Cathryn Tonne, seorang epidemiolog lingkungan di Barcelona Institute for Global Health.

Cara melindungi diri dari asap kebakaran hutan

Asap kebakaran hutan memiliki tingkat toksisitas yang tidak biasa, terutama bagi mereka yang tinggal daerah rawan.

"Semakin kita dapat meminimalkan paparan asap, semakin baik," kata Johnson, yang merekomendasikan untuk tetap berada di dalam ruangan saat dan selama kebakaran, menggunakan filter pada sistem pemanas atau pendingin udara, siap sedia masker N95, serta memastikan kelompok rentan memiliki persediaan darurat obat-obatan dan inhaler yang mudah diakses.

Menghadapi kebakaran, masyarakat sebaiknya menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dan bekerja sama membuat kelompok pemantau lingkungan untuk mengawasi tanda-tanda awal kebakaran. Kelompok ini dapat bantu mencegah kebakaran kecil merambat jadi bencana besar.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait