1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Debat TV Royal Lawan Sarkozy

3 Mei 2007

Segolene Royal menang dalam perdebatan tapi Nicolas Sarkozy juga tidak kalah.

Debat TV kedua kandidat presiden Perancis
Debat TV kedua kandidat presiden PerancisFoto: AP

Perdebatan di televisi antara kedua kandidat presiden Perancis, Segolene Royal dari kubu sosialis melawan Nicolas Sarkozy dari kubu konservatif, dikomentari dengan tajam sejumlah harian internasional. Harian Spanyol El Mundo yang terbit di Madrid dalam tajuknya menulis : Royal menerapkan strategi yang keliru. Kandidat sosialis itu mengingatkan kita pada kesebelasan sepakbola, yang berambisi untuk mencetak gol balasan. Royal terus menekan Sarkozy, menyerangnya tanpa jeda dan ibaratnya menendang kaki lawannya. Taktik seperti itu kelihatannya tidak cerdik. Sebab, Sarkozy dapat mencitrakan dirinya sebagai tokoh moderat yang penuh kompromi. Kandidat konservatif memenangkan perdebatan, karena ia memposisikan dirinya sebagai negarawan. Lawannya dari kubu sosialis gagal membumi.

Sedangkan harian liberal kiri Perancis Liberation yang terbit di Paris berkomentar : Nicolas Sarkozy memang tidak kalah. Tapi Segolene Royal menang. Dalam debat itu, Royal menunjukan kepada publik yang masih meragukannya, bahwa ia memiliki kapasitas untuk menjadi presiden. Sarkozy memang tidak buruk. Bahkan ia cukup bagus. Namun dalam debat, ia tidak mampu membendung saingannya. Sarkozy kini masih dapat mengharapkan, mampu mempertahankan keunggulannya dalam jajak pendapat.

Sementara harian konservatif Perancis Le Figaro yang juga terbit di Paris berkomentar : Debat di televisi itu tidak mengubah apapun. Sarkozy lugas dan percaya diri. Royal yang kadang-kadang terlalu agresif, juga tidak membuat kesalahan. Kesimpulannya perdebatan itu dapat dikatakan berakhir seri, jika kedua calon berada dalam posisi yang sama tinggi. Tapi kelihatannya, posisi mereka tidak sama.

Harian Italia La Repubblica yang terbit di Roma berkomentar : Debat itu ibaratnya ujian akhir paling penting. Royal lulus ujian tsb. Kandidat kiri tsb kadang-kadang menyerang dengan tajam saingannya dari kubu kanan. Sarkozy yang kandidat kubu kanan amat tenang, terkadang defensif dan terlihat amat percaya diri.

Dan terakhir harian Italia lainnya Corierre della Sera yang terbit di Milano dalam tajuknya menulis : Perdebatan itu nyaris seperti tontonan olahraga, yang memicu gelombang mitos nasional serta emosi kolektiv, dari lebih 20 juta warga Perancis yang mengikutinya lewat layar kaca. Kedua kandidat menunjukan kontras amat tegas, menyangkut model masa depan Perancis. Sarkozy menghendaki perubahan dinamis serta pemulihan nilai Perancis. Royal mengusung program revolusi diam-diam. Perbedaannya bukan pada target, melainkan pada metodenya.