Dewan Keamanan PBB Bahas Program Atom Iran
11 Mei 2006
Pembicaraan di Dewan Keamanan PBB dipastikan akan berjalan alot lantaran belum terdapat kesamaan sikap antara pihak-pihak yang berunding.
Sejumlah harian di Eropa, dalam komentarnya memilih untuk berspekulasi mengenai dampak resolusi DK PBB yang akan dihasilkan. Termasuk diantaranya harian Jerman Tagesspiegel yang berkomentar, sebuah musibah sudah menunggu jika tidak terdapat kesepakatan antara negara-negara pemegang hak Veto di DK PBB.
"Hal yang paling baik adalah jika negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB dan negara-negara yang berpengaruh terhadap Teheran berhasil menyepakati sikap bersama. Di mana akan terdapat sebuah pandangan dan langkah yang dapat menggiring Iran dari ambisi nuklirnya. Namun jika perundingan tersebut mengalami kegagalan, maka pada akhirnya Washington akan melakukan perundingan langsung dengan Teheran. Dan karena kemungkinan tidak ada lagi hal yang bisa dibicarakan, maka AS akan menghadiahi Teheran dengan ultimatum. Sampai saat itu tiba, kita akan berada pada titik dimana tidak ada jalan untuk kembali. Dimana George W. Bush dan sang penguasa Teheran hanya tinggal memutuskan, neraka seperti apa yang akan mereka ciptakan di dunia ini."
Harian Perancis, La Charente Libre, juga menyoroti perkembangan terbaru seputar konflik Atom Iran. Harian yang terbit di Angouleme ini menulis:
"Seharusnya kita sudah bisa menduga, bahwa para menteri luar negeri negara anggota dewan keamanan PBB ditambah Jerman, tidak akan berhasil menyepakati sebuah resolusi yang mengikat guna menundukkan ambisi nuklir Iran. Namun mereka juga tidak dapat tinggal diam melihat ancaman atom yang terus menerus dihembuskan Teheran. Pun ancaman yang diutarakan Shimon Peres, mengenai pemusnahan Iran seandainya Teheran menyerang Israel, secara dramatis menunjukkan, apa yang terdapat dibalik persaingan kekuasaan antara Bush dan Ahmadinejad. Mungkin kita sedang berhadapan dengan sejenis permainan poker ala Timur Tengah yang menggunakan api sebagai kartu as. Api yang berasal dari ledakan senjata nuklir."
Selain konflik atom Iran, media cetak Eropa juga menyoroti pergolakan yang kembali muncul di Timur Tengah, akibat terhentinya bantuan keuangan untuk pemerintahan Palestina. Harian Austria, Kurier yang terbit di Wina berkomentar:
"Apa yang selama ini dikhawatirkan para ahli ternyata sudah menunjukkan gejala awal. Palestina akan tergelincir ke dalam jurang kekacauan setelah penarikan tentara Israel dari Jalur Gaza dan kemenangan Hamas dalam pemilu. Perpecahan menanti dan tinggal satu langkah kecil menuju perang saudara. Kini tidak ada lagi langkah yang tersisa kecuali memulai sebuah dialog dengan pemerintahan Hamas yang dipilih secara demokratis. Memang mereka menggunakan cara-cara memuakkan seperti bom bunuh diri dan selalu menyangkal hak eksistensi Israel. Meski demikian, dialog dengan pemerintahan Hamas, saat ini merupakan hal yang paling rasional untuk dilakukan."