1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Di Iran dimulai pemilihan parlemen

20 Februari 2004

TEHERAN:
Di Republik Islam Iran dimulai pemilihan
parlemen. Baik secara nasional maupun
internasional pemilunya masih dipermasalahkan,
setelah dewan pengawas tertinggi yang
konservatif menolak lebih dari 2400 calon
anggota legislatif yang berhaluan reformasi.
Sejumlah partai yang berhaluan reformasi
menyerukan kepada 46 juta pemilik suara untuk
memboykot pemilihan. Pengamat pemilihan
memperhitungkan sedikitnya peserta pemilihan
dan kekuatan ultra konservatif akan meraih
kemenangan. Pemenang hadiah nobel perdamaian
dari Iran, Syirin Ebadi melancarkan kritik
terhadap kebijaksanaan politik Presiden
Mohammed Khatami. Di bawah kepemimpinan
Chatami, situasi hak asasi manusia di Iran
hampir tidak ada perbaikan, demikian kata Ebadi
kepada surat kabar Jerman "Handelsblatt".