Meskipun warga Korea Selatan mengaku kehidupan sehari-hari mereka sebagian besar tak terdampak oleh drama pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol, namun mereka ingin negara ini bisa segera stabil dan kembali melanjutkan hidup.
Pendukung Yoon Suk-yeol berkumpul di luar kediamannya selama unjuk rasa pada akhir pekan.Foto: Philip Fong/AFP/Getty Images
Iklan
Program berita malam Korea Selatan telah didominasi oleh kondisi kekacauan politik yang melanda sejak Presiden Yoon Suk-yeol mengumumkan pemberlakuan darurat militer awal bulan lalu, dengan siaran pada Rabu (08/01) yang berfokus pada protes pro-Yoon dan anti-Yoon di luar kediaman resminya di Seoul.
Yoon saat ini terkurung di kediamannya yang dilindungi dengan ketat oleh pasukan pengawal presiden, dan sejauh ini, ia berhasil menghindari penahanan untuk diperiksa oleh pihak berwenang. Yoon sedang diselidiki secara kriminal atas tuduhan pemberontakan setelah pengumuman darurat militernya yang gagal. Surat perintah penahanan baru terhadap presiden yang terjerat masalah itu dikeluarkan pada Selasa (07/01), dan penyidik anti-korupsi berjanji akan menggunakan metode yang lebih keras untuk menahannya.
Namun, bagi sebagian besar warga Korea Selatan, sedikit yang berubah setelah pengumuman mengejutkan Yoon pada bulan Desember. Sejak saat itu, Yoon telah dimakzulkan dan kasusnya sedang dipertimbangkan oleh Mahkamah Konstitusi. Sementara itu, oposisi Partai Demokrat telah mengajukan mosi pemakzulan terhadap beberapa politisi senior yang mengambil alih pemerintahan sejak Yoon mundur ke kediaman resminya.
Sementara Kantor Investigasi Korupsi masih berusaha melaksanakan penahanan Yoon, sebagian warga Korea Selatan ingin krisis politik ini segera berakhir dan agar pemerintah kembali fokus menangani masalah-masalah sehari-hari, seperti ekonomi yang lemah dan nilai tukar yang terus merosot terhadap dolar.
Tapi banyak warga yang merasa bangga bahwa negara yang pernah mengalami rangkaian kediktatoran militer yang berlangsung hingga akhir 1980-an ini telah cukup tangguh mempertahankan institusi demokratisnya di tengah ujian yang begitu berat.
Anda penggila K-Pop? Fenomena hiburan Korea Selatan bukan hanya tetap bertahan hingga kini di Indonesia, namun di berbagai belahan dunia lainnya. Bagi Korsel, diplomasi budaya sama pentingnya dengan diplomasi politik.
Foto: picture alliance/Geisler-Fotopress
Crayon Pop
Konser-konser yang digelar kelompok gadis-gadis muda yang tergabung dalam "Crayon Pop" selalu dipadati penggemar. Tampilannya selalu menggemaskan. Kerja keras adalah bagian dari keberhasilan mereka. Dalam sebuah wawancara tentang persaingan yang ketat dalam dunia musik pop di Korea Selatan, mereka menceritakan bahwa mereka bisa latihan hingga 14 jam dalam sehari.
Foto: picture alliance/Geisler-Fotopress
Psy
Di antara orang-orang Asia, Korea Selatan dikenal sebagi negara pekerja keras. Tak hanya manufaktur dan teknologi, musik pop Korea Selatan makin global. Pada tahun 2012 video musik "Park Jae-Sang" yang akrab dengan "Gangnam Style"-nya menjadi sorotan dunia. Dimana-mana orang berjoget ala Psy. Namun kelompok-kolompok musik lainnya tak kalah terkenal.
Foto: AP
Wonder Girls
Bagaimana dengan yang satu ini? Perusahaan industri untuk dengan cepat mengidentifikasi talenta para gadis ini dalam ajang pencarian bakat di Korea Selatan. Mereka langsung mendapatkan kontrak. Namun kepiawaian mereka dalam berkesenian bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil latihan selama bertahun-tahun. Majalah Time menulis, K-Pop merupakan ekspor Korsel terbesar.
Foto: picture alliance/dpa/C.Xs
Shinee
Pada awal tahun 2000-an, K-Pop menemukan momentumnya seiring dengan perkembangan jejaring sosial. Boyband beranggota lima orang: "Shinee" yang terbentuk sejak tahun 2008 ini tidak hanya karena dikenal dengan musik popnya. Para pria ini juga telah disebut sebagai ikon mode. Lihat model rambut dan warnanya. Ada yang Anda sukai?
Foto: picture alliance/Yonhap
IU
"Lee Ji-Eun", penyanyi dan artis dengan nama panggung "IU" ini amat terkenal. Ia juga merupakan komponis, aktris, gitaris, penari dan pembawa acara. Dia tidak hanya menjadi kaya raya melalui musik, namun kontrak-kontrak iklan promosi jutaan dolar semakin membuatnya makmur.
Foto: picture alliance/dpa
Beast
Musik dari kelompok ini punya magnet menarik perhatian orang-orang muda. Kelompok "Beast" berjaya bukan hanya di Asia, namun juga banyak mengadakan konser di Amerika. Kelompok ini telah mengantungi berbagai macam penghargaan musik.
Foto: picture alliance/dpa/K.HeeChul
Choi Si-won
Artis Korea Selatan yang satu ini merupakan salah satu bintang dengan bayaran tertinggi dalam industri musik pop. Dia terlibat dalam beberapa film Cina. Dia merupakan salah satu artis Korea Selatan pertama yang muncul di perangko Tiongkok. Ia berpose dengan artis Korea, Yoona dan desainer Karl Lagerfeld.
Foto: picture alliance/AP Photo
BoA
Kwon Boa yang ngetop dengan nama panggung "BoA" melepaskan lagu pertamanya pada usia 13 tahun. Superstar Korea Selatan ini juga telah mencapai keberhasilan besar di Jepang. Album kompilasinya yang berjudul Best Soul sukses besar dan menjadikan BoA sebagai penyanyi Asia non-Jepang pertama yang albumnya laku lebih dari satu juta keping di Jepang.
Foto: picture alliance/Zumapress
Girls Generation
Kelompok "Girls 'Generation" sejak tahun 2007 telah memperoleh penggemar di seluruh dunia. Girls Generation juga mencari peruntungan di Jepang. SNSD atau SoShi memulai debutnya di kancah musik Jepang pada tahun 2010 dengan merilis versi bahasa Jepang dari lagu hits mereka "Tell Me Your Wish (Genie)". Sudah pernah nonton konsernya?
Foto: picture alliance/Yonhap
JYJ
Kim Jae Joong "JYJ" tidak hanya mencari peruntungan di bidang tarik suara. Ia juga mengasah bakat di dunia akting dan fesyen. Kreatif bukan?
Foto: picture alliance/Yonhap
Kara
Grup "Kara" bubar pada tahun 2016, tetapi anggotanya secara individu tetap melenggang sendiri-sendiri di atas panggung hiburan. K-Pop bukan hanya digandrungi oleh remaja di Indonesia, tetapi juga anak-anak dan bahkan orang dewasa.
Foto: picture alliance/dpa
Big Bang
Kelompok "Big Bang” dibentuk pada tahun 2006. Grup ini merupakan salah satu kelompok musik pop yang paling penting di Koera Selatan. Anggota kelompoknya terdiri dari G-Dragon, T.O.P, Taeyang, Daesung dan Seungri. Lagu- lagu awal mereka yang didominasi hip hop dan kemudian makin berkembang. Berbagai penghargaan musik telah mereka kantungi.
Foto: picture alliance/dpa/K.Hee-Chul
G-Dragon
Kwon Ji Young akrab disebut "G-Dragon" disebut "Justin Bieber"-nya Korea Selatan. Dalam foto ia tampil bersama penyanyi Korsel Lee Hee. Rambutnya cukup heboh bukan?
Foto: picture alliance/AP Photo/L.Seng Sin
Ailee
Amy Lee yang bernama panggung Ailee merupakan penyanyi blasteran Korea Selatan-Amerika Serikat. Sebelum debut K-popnya, Ailee adalah artis di bawah label Muzo Entertainment, agensi independen yang bermarkas di AS. Ia juga telah berkolaborasi dengan para bintang AS.
Foto: picture alliance /dpa/K.HeeChul
BTS
Grup musik Bangtan Sonyeondan, BTS, jadi salah satu boyband paling top di dunia. Grup musik ini terdiri dari Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, V, dan Jungkook. Para fans mereka menyebut diri sebagai Army (Adorable Representative MC for Youth). Pengaruh BTS pada penjualan produk sangat kuat. Baru-baru ini di Indonesia, antrean ojek online untuk beli BTS Meal McD membludak dan sempat viral.
Foto: picture alliance/AP Photo/T.Camus
Sistar
Girl band yang terdiri dari empat orang ini terbentuk pada tahun 2010 dan sekarang berada di bawah manajemen Starship Entertainment. Kemunculan mereka menarik perhatian dengan cepat. Penulis : Saleh (ap/vlz)
Foto: picture alliance/dpa/K.Hee-Chul
16 foto1 | 16
Lahir di era kediktatoran
"Saya lahir pada masa kediktatoran Park Chung-hee. Saya lahir pada tahun 1979, tahun di mana dia dibunuh, dan kami dibesarkan dengan diajarkan tentang masa-masa itu," kata Lee Eunkoo, pendiri bersama sebuah LSM yang membantu para pembelot Korea Utara untuk menetap di Selatan. "Pada situasi saat ini, saya tidak merasa Korea Selatan kembali ke kediktatoran atau bahwa kami kehilangan kontrol terhadap militer."
"Tentu saja saya khawatir, seperti yang lain yang saya kenal, tapi saya percaya pada sistem yang telah dibangun Korea Selatan, saya percaya pada demokrasi dan kekuatan rakyat biasa," ujarnya kepada DW. "Dan mungkin butuh waktu untuk semuanya diselesaikan, tetapi saya tahu sistem kita tangguh, tidak akan runtuh, dan kita tidak akan kembali ke kediktatoran," tambahnya. "Bagi saya, hasil terbesar adalah bahwa demokrasi telah berhasil."
Beberapa orang memang mengakui lebih khawatir dengan kejadian pada 3 Desember, tetapi setuju bahwa bangsa ini telah menunjukkan ketangguhan.
"Ketika pertama kali mendengar bahwa Yoon mengumumkan darurat militer, saya takut," kata Kim Hyun-jung, seorang pengembang konten berusia 46 tahun yang tinggal di Provinsi Gangwon, sebelah timur Seoul. "Korea memiliki sejarah panjang pemerintahan militer dan reaksi langsung saya adalah bahwa kami akan mengalami apa yang telah dilalui orang-orang di masa lalu," katanya kepada DW.
Kim tinggal bersama keluarganya di dekat pangkalan militer penting dan, pada malam pengumuman darurat militer, dia mengatakan ada banyak aktivitas yang melibatkan helikopter.
Iklan
Masyarakat menginginkan 'stabilitas'
"Situasi itu belum terselesaikan ketika saya tidur, tetapi saat saya bangun di pagi hari, keputusan hukum militer telah dibatalkan dan situasi telah stabil," kata Kim. "Saya lega mendengar itu, meskipun saya khawatir dengan apa yang dipikirkan orang-orang di negara lain tentang kejadian di sini."
Selama minggu-minggu berikutnya, kehidupan sepenuhnya kembali normal, tambahnya, meskipun semua orang kini lebih memperhatikan berita daripada sebelumnya. "Saya rasa orang-orang sedikit tidak nyaman dan banyak pembicaraan tentang pemakzulan, kasus pengadilan, dan pemilu, tetapi orang-orang tidak takut," katanya.
Pendapat terbagi tentang Yoon. Menurut jajak pendapat terbaru, sekitar 70% ingin proses pemakzulan dilanjutkan, pengadilan diadakan, dan seluruh negara bisa melanjutkan kehidupan mereka.
Apakah kondisi perekonomian global sedang menuju kehancuran? Banyak turbulensi pasar yang menunjukkan hal tersebut. Inilah tujuh potensi bahaya yang dihadapi perekonomian dunia.
Foto: picture-alliance/dpa/P. Pleul
Tingkat utang yang tinggi
Sejak 2008, utang global secara keseluruhan telah meningkat hingga 60 persen. Ada utang sebesar 182 triliun Dolar Amerika Serikat (AS) pada kas pemerintah dan swasta yang harus dilunasi. Banyak orang bertanya, adakah dana tersisa untuk meringankan dampak dari potensi kemerosotan ekonomi?
Foto: picture alliance/dpa Themendienst/C. Seidel
Mengguncang negara berkembang
Pasar yang sedang tumbuh mencapai sekitar 40 persen dari penghasilan ekonomi global, tapi mereka sangat rentan. Banyak dari negara-negara ini yang menggerakkan ekonomi mereka dengan bantuan dana asing, sebagian besar berdenominasi Dolar. Ketika suku bunga AS naik, sistem itu menjadi goyah di tengah arus modal keluar. Argentina dan Turki telah alami hal tersebut.
Foto: picture-alliance/dpa/AP Images/N. Pisarenko
Perekonomian AS akan segera mencapai puncak
Presiden AS Donald Trump masih mampu membuat ledakan ekonomi Amerika Serikat dengan berikan keringanan pajak dan hambatan perdagangan. Tetapi banyak perusahaan semakin enggan untuk berinvestasi besar dengan semua ketidakpastian di sekitarnya. IMF percaya mulai tahun depan ekspansi ekonomi akan melambat setelah mencapai puncaknya pada 2018.
Foto: Reuters/K. Lamarque
Konflik dagang
Daging dan sayuran dari AS - Baja, tekstil dan teknologi dari China. Washington dan Beijing telah membanting tarif atas produk masing-masing senilai 360 miliar Dolar AS. Menurut IMF, itu sudah mencukur 0,9 persen PDB AS dan 0,6 persen dari PDB China. Jika konflik perdagangan bilateral meningkat, volume perdagangan global akan turun 17,5 persen.
Foto: picture-alliance/dpa/Li Zhihao
Bank yang gagal
Bank bayangan terlibat dalam transaksi keuangan di luar sektor perbankan reguler. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan rekening bank bayangan mencapai 40 persen pada sistem keuangan di Uni Eropa. Banyak pemberi pinjaman reguler akan goyah menghadapi krisis keuangan. Beberapa cenderung mengabaikan pelajaran dari runtuhnya Lehman Brothers sekitar 10 tahun yang lalu.
Foto: picture-alliance/dpa/epa/D. Hambury
Brexit buat sulit
Masih belum ada rencana yang disepakati mengenai modalitas keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada Maret 2019 nanti. Tanpa perjanjian perdagangan bebas, perusahaan Jerman harus membayar tarif lebih dari 3 miliar Euro setiap tahun. Pemeriksaan pada perbatasan antar-negara akan memperlambat produksi. Produsen mobil seperti Nissan, Toyota, dan BMW kemungkinan harus menutup pabrik di Inggris.
Foto: picture-alliance/dpa/A. Rain
Kebijakan pemerintah Italia
Akankah krisis Eropa terulang? Partai-partai populis di Roma ingin mendapatkan penghasilan bersama dan usia pensiun yang lebih dini, padahal negara itu memiliki utang terbesar di Uni Eropa sekitar 2,4 triliun Euro. Rasio utang terhadap PDB Italia adalah 130 persen. Yunani baru saja kembali ke pasar modal dan bertujuan untuk melepaskan diri dari kredit beracun. (Teks: Paul-Christian Britz (yp/ts)
Foto: picture-alliance/dpa/P. Pleul
7 foto1 | 7
Dukungan untuk Yoon
Segmen besar masyarakat tetap teguh mendukung Yoon. Kerumunan orang muncul setiap hari di luar kediamannya untuk membentuk barikade manusia di sekitar properti dan membantu menggagalkan upaya penangkapan terhadap presiden yang telah dimakzulkan tersebut.
Mereka setuju dengan klaim Yoon bahwa oposisi Partai Demokrat yang berhaluan kiri sedang melaksanakan agenda Pyongyang dan mengancam keamanan negara.
Jajak pendapat yang dilakukan beberapa hari setelah pengumuman darurat militer Yoon menunjukkan bahwa setelah turun menjadi 11% sebelumnya, dukungan terhadap Yoon kembali bangkit menjadi 40%. Para analis menghubungkan angka ini dengan ketidakpercayaan terhadap Partai Demokrat dan pemimpinnya, Lee Jae-myung.
Emotions run high in South Korea over fate of President Yoon
01:49
This browser does not support the video element.
"Saya sedang berada di luar negeri saat Yoon mengumumkan darurat militer, tetapi istri saya dan teman-temannya segera pergi berunjuk rasa untuk mendukung visinya bagi negara ini," kata Song Young-Chae, seorang akademisi dari Seoul. "Saya baru saja kembali ke Korea Selatan, dan karena saya khawatir dengan apa yang akan terjadi jika oposisi mengambil alih, saya juga berencana untuk bergabung dengan unjuk rasa untuk melindungi kebebasan negara ini," katanya kepada DW.
"Hidup dan rutinitas sehari-hari kami tidak terpengaruh oleh apa yang telah terjadi, tetapi saya merasa semakin banyak orang yang benar-benar ingin mengungkapkan perasaan mereka dan itulah sebabnya mereka turun ke jalan dan berdemonstrasi mendukung presiden kami," katanya.
Ia menambahkan, "ya, Yoon melakukan kesalahan, tetapi ada banyak orang seperti saya yang merasa bahwa dia perlu memimpin negara ke arah yang benar untuk masa depan kita."
Artikel ini diadaptasi dari artikel DW berbahasa Inggris.