Laporan tahunan kebebasan pers Dewan Eropa menyoroti kekerasan terhadap jurnalis, terutama di Ukraina dan Georgia. Maraknya disinformasi juga menjadi ancaman.
Laporan ini mengungkapkan pengawasan digital yang serius dan penindasan transnasional terhadap jurnalisFoto: Rodrigo Abd/AP Photo/picture alliance
Iklan
Laporan tahunan kebebasan pers Dewan Eropa menyoroti kekerasan terhadap jurnalis, terutama di Ukraina dan Georgia. Maraknya disinformasi juga menjadi ancaman.
Dewan Eropa mengatakan pada Rabu (05/03) bahwa mereka mencatat 266 kasus serangan fisik, intimidasi, penangkapan dan tindakan pembalasan terhadap jurnalis internasional di seluruh Eropa pada tahun 2024.
Laporan tahunan Kebebasan Pers Eropa 2024 mengumpulkan data dari koalisi 15 LSM kebebasan pers dan asosiasi wartawan.
Eropa dikejutkan dengan serangan penembakan terhadap Peter R. de Vries, seorang jurnalis Belanda. Meski Uni Eropa punya reputasi bagus dalam kebebasan pers, namun terkadang para jurnalis jadi korban serangan kekerasan.
Foto: Getty Images/AFP/Stringer
Amsterdam syok berat
Peter R. de Vries, wartawan kriminal terkemuka ditembak orang tidak dikenal saat meninggalkan studio televisi Selasa, 6 Juli 2021 malam di pusat kota Amsterdam, Belanda. Beberapa indikasi menunjukan sindikat kriminal terorganisir menjadi otak penyerangan tersebut. Dua orang tersangka diamankan beberapa jam setelah penembakan.
Foto: Evert Elzinga/ANP/picture alliance
Wartawan kriminal terkemuka di Belanda
De Vries telah meliput kejahatan terorganisir di Belanda selama bertahun-tahun. Sebelum aksi penembakan, dia jadi penasihat pribadi seorang saksi mahkota yang akan bersaksi terhadap seorang pimpinan organisasi kriminal besar. Saudara dan pengacara saksi mahkota tersebut telah dibunuh beberapa tahun lalu. Saat ini De Vries masih berjuang antara hidup dan mati di sebuah rumah sakit.
Foto: ANP/imago images
Harapan dan ketakutan
“Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi di jantung Eropa!” Begitu reaksi dari masyarakat Belanda atas kejadian penembakan Selasa malam tersebut. Sejumlah orang terlihat di TKP meninggalkan bunga dan ucapan belasungkawa. Sayangnya, de Vries bukanlah jurnalis pertama yang menjadi korban pembunuhan berencana di benua Eropa.
Foto: Koen Van Weel/dpa/picture alliance
Negara tempat demokrasi dilahirkan
Jurnalis Yunani, Giorgos Karaivaz dibunuh di selatan kota Athena pada 9 April 2021. Dua orang bermasker yang mengendarai sepeda motor menembak wartawan kriminal senior ini sebanyak 10 kali. Sebagai wartawan berpengalaman, Karaivaz telah meliput sejumlah kasus korupsi yang melibatkan otoritas Yunani dan sindikat kriminal terorganisir.
Daphne Caruana Galizia (53), seorang jurnalis investigasi yang meliput kasus korupsi dalam bidang politik dan bisnis di Malta, tewas setelah mobilnya diledakkan menggunakan bom yang dipicu dari jarak jauh 16 Oktober 2017. Pelakunya divonis 15 tahun penjara setelah mengakui perbuatannya. Namun, dalang kejahatan, seorang pebisnis terkenal masih diadili untuk pembunuhan itu.
Foto: picture-alliance/dpa/L. Klimkeit
Dibunuh di kediaman pribadi
Jurnalis investigasi Slovakia, Jan Kuciak dan tunangannya, Martina Kusnirova ditembak pembunuh bayaran 21 Februari 2018. Jurnalis berusia 28 tahun ini memfokuskan liputannya pada sindikat kriminal terorganisir, pengemplang pajak dan korupsi di kalangan politisi dan penguasa Slovakia. Pembunuhannya mengejutkan Eropa dan berujung dengan pengunduran diri Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico.
Foto: Mikula Martin/dpa/picture alliance
Bebaskan media!
Lukasz Masiak, jurnalis Polandia, dipukuli hingga tewas di pusat boling, 2015 silam. Masiak meliput kasus korupsi, bisnis narkoba dan penangkapan sewenang-wenang. Pemerintah Polandia dikritik karena makin membatasi kebebasan pers. Warga Polandia memprotes aturan baru pemerintah di Warsawa untuk terus membatasi kebebasan pers.
Foto: Attila Husejnow/SOPA Images/ZUMAPRESS.com/picture alliance
Saya adalah Charlie
12 orang dibunuh dalam serangan teror di kantor majalah satire Prancis Charlie Hebdo, tahun 2015. Ratusan ribu orang di seluruh dunia berdemonstrasi untuk kebebasan berbicara dan pers menggunakan tagar “Saya adalah Charlie”. Pada November, jurnalis musik Guillaume Barreau-Decherf dibunuh saat serangan teroris di teater Bataclan, Paris yang tewaskan ratusan penonton.
Foto: picture-alliance/dpa
Jurnalis Turki diserang di Berlin
Jurnalis Turki di Jerman, Erk Acarer, pengkritik Presiden Recep Tayyip Erdogan, diserang oleh tiga orang tak dikenal di kediamannya pada 7 Juli 2021. Dalam Bahasa Turki, Acarer menceritakannya di Twitter: “Saya diserang menggunakan pisau dan dipukuli di rumah saya di Berlin.“ Tiga orang pelaku juga mengancam akan datang kembali kalau dia tidak berhenti melakukan reportase.
Foto: twitter/eacarer
Wartawan dengan pembatasan?
Bukan hanya kasus yang membahayakan nyawa wartawan yang ditakuti. Namun, sering wartawan yang dihambat saat bertugas, seperti oleh pengunjuk rasa yang murka, polisi atau pihak berwenang. Pada foto terlihat polisi antihuru-hara Prancis menghadang seorang pekerja pers saat demonstrasi menentang peraturan keamanan yang baru.
Foto: Siegfried Modola/Getty Images
10 foto1 | 10
Laporan ini menyoroti peningkatan tindak kekerasan terhadap jurnalis, terutama di Ukraina dan Georgia. Sekitar 64% dari serangan yang tercatat terjadi di Rusia dan wilayah-wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina.
Georgia mengalami penurunan paling tajam dalam kebebasan pers di antara 46 negara yang dianalisis.
Meskipun hanya satu jurnalis yang ditangkap pada 2024, laporan serangan fisik dan intimidasi meningkat tiga kali lipat.
Sejumlah jurnalis diserang selama demonstrasi di GeorgiaFoto: Maria Katamadze/DW
Laporan ini mengaitkan lonjakan kekerasan di Georgia dengan protes yang meluas atas undang-undang kontroversial dan aspirasi negara itu untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Mayoritas serangan terhadap jurnalis Georgia terjadi selama demonstrasi tersebut.
Disinformasi dan pengaruh negara
Dewan Eropa menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya kontrol pemerintah terhadap media, menyoroti bagaimana aktor-aktor politik mempengaruhi kebijakan editorial dan memotong dana. Italia dan Slovakia ditandai sebagai contoh utama.
Dewan Eropa juga melaporkan adanya peningkatan disinformasi, termasuk konten yang dihasilkan oleh AI (kecerdasan buatan), dan mengatakan bahwa disinformasi memanipulasi opini publik dan merusak jurnalisme independen.
Oliver Money-Kyrle, Kepala Advokasi Eropa di Institut Pers Internasional, menekankan parahnya masalah ini.
"Kenyataannya, jurnalis di seluruh Eropa tidak pernah menghadapi ancaman yang lebih berat - baik secara individu maupun kolektif, dibanding tahun 2025,” katanya.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Secercah harapan
Komisi Eropa berencana untuk memperkuat perlindungan hukum bagi para jurnalis dan mengatasi pengawasan media dan disinformasi.
Laporan ini mencatat Undang-Undang Kebebasan Media Eropa yang baru dan arahan Uni Eropa tentang tuntutan hukum sebagai langkah positif.
Jerman dan Belanda dipuji karena telah meningkatkan keselamatan jurnalis, termasuk keterlibatan masyarakat yang lebih baik, kerja sama dengan polisi dan pelatihan untuk petugas di demonstrasi.