Persediaan Darah di Jerman Menipis, Rumah Sakit Terancam
26 Januari 2026
Darah menyelamatkan nyawa, utamanya saat kecelakaan, selama operasi, maupun dalam pengobatan penyakit serius seperti kanker. Menurut Palang Merah Jerman atau Deutsches Rotes Kreuz (DRK), setiap hari dibutuhkan hingga 15.000 donasi darah di Jerman. Agar dapat membantu kapan saja dan di mana saja saat darurat terjadi, persediaan darah sebaiknya cukup untuk setidaknya empat hari. Namun, dari waktu ke waktu, persediaan ini sering mengalami kekurangan.
Pada pertengahan Januari, persediaan darah hanya cukup untuk sehari setengah. Ada banyak faktor penyebabnya: liburan Natal dan Tahun Baru, serta datangnya musim dingin yang keras dengan jalan-jalan bersalju, membuat banyak orang tidak bisa pergi mendonorkan darah. Selain itu, gelombang penyakit khas musim dingin, termasuk flu dan influenza, sehingga banyak orang tidak dapat atau tidak diizinkan mendonorkan darah karena alasan kesehatan.
Palang Merah Jerman pun membunyikan alarm, yang mendorong saya untuk bertindak. Terakhir kali saya mendonorkan darah adalah pada 1994, 32 tahun lalu. Awalnya saya berpikir, mungkin saya sudah terlalu tua. Namun kini, batas usia itu telah dihapus.
Tidak ada diskriminasi bagi pendonor
Alasannya sangat mendorong: orang yang lebih tua sekarang sering jauh lebih sehat dibandingkan sebelumnya. "Jadi, kenapa mereka harus berhenti mendonorkan darah?" tanya Dr. Sieglinde Ristau di pusat donor darah Palang Merah Jerman di pusat perbelanjaan Alexa, Berlin. Dalam percakapan singkat, ia mempersiapkan saya untuk kembali menjadi pendonor darah.
Dokter berpengalaman ini menekankan, bagi orang sehat, mendonorkan darah tidak menimbulkan kerugian, justru banyak keuntungan. Saya pun meneliti sedikit dan mengetahui bahwa banyak studi membuktikan efek positifnya terhadap tekanan darah dan kesehatan jantung. Selain itu, rasanya menyenangkan, secara tak ilmiah, bisa membantu orang lain melalui darah saya.
Jadi, tidak ada yang perlu khawatir soal efek negatif. Namun Ristau punya kekhawatiran lain. "Sayangnya, terlalu sedikit orang muda yang mendonorkan darah," katanya. Dan karena rendahnya angka kelahiran sejak 1990, kekurangan pendonor muda bisa menjadi masalah di masa depan. "Itulah sebabnya kami sangat menghargai pendonor yang lebih tua, karena mereka biasanya yang paling setia."
Saya kemudian pindah ke ruangan berikutnya, di mana kepala pusat donor darah Palang Merah Jerman menyambut saya dan meminta saya duduk di tempat tidur yang bisa diatur. Setelah beberapa kata singkat mengenai prosedur, Perawat Christina dengan lembut memasukkan jarum ke vena biru besar di lengan kanan saya. Tusukannya hampir tidak terasa, dan darah saya mulai mengalir perlahan ke kantong plastik transparan.
Sel darah merah, plasma, dan trombosit
Schweiger menjelaskan jenis-jenis darah dan apa yang akan terjadi pada darah saya. Darah akan dipisahkan menjadi tiga bagian berbeda. Dalam istilah medis, disebut eritrosit, trombosit, dan leukosit. Namun, saya lebih familiar dengan istilah sehari-hari: sel darah merah, plasma darah, dan trombosit.
Sel darah merah bisa digunakan hingga 42 hari, sementara trombosit, yang sangat dibutuhkan dalam pengobatan kanker, hanya bisa digunakan selama empat hari.
"Itulah mengapa penting untuk tetap penuh jadwal donor dalam beberapa minggu mendatang, agar tidak ada kekosongan dalam perawatan pasien," kata Schweiger dengan harap.
Kekurangan berikutnya bisa muncul cepat
Meskipun situasi membaik setelah panggilan bantuan Palang Merah Jerman, kekurangan bisa terjadi lagi dengan cepat. Sebab, sebagian besar Jerman masih mengalami musim dingin yang keras dengan suhu di bawah nol, sehingga banyak orang tetap jatuh sakit.
Selain itu, liburan musim dingin sekolah akan dimulai di Berlin dan negara bagian tetangganya, Brandenburg, pada awal Februari, saat banyak pendonor rutin pergi berlibur. Masa-masa seperti ini jelas menjadi tantangan bagi layanan donor darah.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid