Drama Penyanderaan Warga Jerman Berakhir
20 Juli 2008
Masa penantian itu akhirnya berakhir. Setelah hampir dua pekan tiga pendaki gunung warga Jerman yang disandera di provinsi Agri, di timur Anatoli dibebaskan. Hal ini disampaikan gubernur provinsi Agri, Mehmet Cetin dalam sebuah konferensi pers
„Aksi pencarian terutama dalam dua hari terakhir semakin intensif, dan kawasannya semakin dipersempit. Hal itu membuat kelompok teroris meninggalkan para sandera di atas sebuah bukit serta melarikan diri. Hampir 30 menit kemudian mereka dijemput polisi khusus tanpa cedera dan dibawa ke kota.“
Menurut keterangan Cetin, pembebasan itu merupakan hasil aksi khusus, non militer dari aparat keamanan Turki serta sikap tidak menyerah baik di Ankara maupun di Berlin. Adalah penting dimana orang tidak menyerah pada pemeras dan penculik. Ketiga warga Jerman tersebut kemudian dibawa ke kota Dogubeyazir di selatan Gunung Ararat, yang dekat ke perbatasan dengan Iran. Di sana mereka dimintai keterangannya oleh kepolisian setempat dan terutama menjalani pemeriksaan kesehatan. Gubernur Mehmet Cetin mengatakan
„Para pendaki gunung diperiksa oleh dokter. Hampir dua minggu mereka berada dalam situasi yang ekstrim di gunung. Setelah kemudian menyelesaikan urusan formalitas birokrasi, mereka akan diserahkan kepada pihak berwenang Jerman dan kemudian dipulangkan ke tanah air.“
Masih belum disebutkan kapan mereka akan tiba kembali di daerah asal mereka, negara bagian Bayern. Karena enam aparat keamanan dari Berlin yang dikirim ke timur Turki mula-mula akan membawa mereka ke kantor Gubernur Agri dan dari sana menuju kedutaan besar Jerman di Ankara.
Ketiga pria tersebut merupakan anggota dari kelompok pendaki gunung dari Bayern yang berjumlah 13 orang. Tanggal 8 Juli lalu oleh organisasi militan Kurdi PKK, mereka diculik dari tenda tempat bermalam, pada ketinggian 3.200 meter di Gunung Ararat. Dalam beberapa hari terakhir tidak ada keterangan tentang tempat penyanderaan mereka. Namun selalu kembali terdengar desas-desus bahwa para penculik beserta sanderanya mungkin juga melarikan diri ke Irak Utara, dimana terdapat markas besar PKK. Dua kali ditekankan oleh Gubernur Agri, Cetin bahwa petugas keamanan memblokir kawasan di sekitar Gunung Ararat untuk menutup peluang para penculik meninggalkan kawasan itu.
Sementara ini lewat situs internetnya, PKK juga telah mengumumkan pembebasan sandera tersebut. Hal ini didasarkan keputusan sukarela organisasi tersebut dan bukan akibat adanya tekanan dari luar. Selama ini masih belum jelas, siapa sebenarnya dalang penculikan itu. Karena dari pihak PKK selalu disebutkan, penculikan tersebut merupakan aksi tunggal sayap kelompok militannya, yang tidak diketahui sama sekali oleh induk organisasi itu.
Meskipun demikian pimpinan PKK juga tidak mencela tindakan tersebut. Selain itu dari kelompok Kurdi di Jerman terdengar desas-desus, bahwa militer Turki dalam aksi pembebasannya mengambil risiko tewasnya para sandera, guna akhirnya menyalahkan PKK. Yang pasti citra organisasi militan Kurdi PKK di Jerman setelah penculikan itu jauh lebih buruk daripada sebelumnya.