1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Drone untuk Perang, Bisnis dan Kekuasaan

03:40

This browser does not support the video element.

Julia Henrichmann
16 Februari 2026

Drone kini mulai mendominasi medan konflik di seluruh dunia, dan digunakan baik untuk serangan atau pengintaian. Saat ini, Amerika Serikat masih memimpin dalam teknologi drone perang. Namun begitu, sejumlah negara lain, terutama Cina dan Turki, mulai mengimbangi dengan produk yang lebih murah, dan dengan begitu mengubah medan perang menjadi arena persaingan bisnis.

Drone berperan penting dalam perang modern. Teknologi ini kian mendominasi konflik di berbagai bagian dunia, mulai dari Kashmir hingga Gaza, termasuk Ukraina. 

Lucian Bumeder dari Institute for Peace Research and Security Policy mengungkap, ada banyak drone berukuran kecil dan hanya berbobot 5 - 20 kg dan digunakan secara taktis dalam perang jarak dekat. Di samping itu juga ada drone yang dapat terbang jarak jauh, 100-200km, yang hampir seperti rudal atau rudal jelajah, dengan harga lebih murah.

Siapa yang unggul dalam memproduksi drones? Jawabannya: yang jelas bukan Eropa. Hanya segelintir perusahaan Eropa yang mampu memproduksi dron dalam skala besar. Misalnya Warmate dari Polandia yang memproduksi dalam jumlah besar.