Dua Insinyur Jerman Diculik di Irak
25 Januari 2006
Kini diketahui, kedua korban bekerja di sebuah perusahaan industri yang sudah lama berdiri di Irak. Menurut keterangan polisi Irak, sedikitnya enam orang bersenjata menyerang kedua insinyur itu saat mereka dalam perjalanan ke kantor di kota industri Baeji, hari Selasa (24/01) pagi. Beberapa jam kemudian, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier menanggapi berita penculikan itu:
Frank-Walter Steinmeier: “Saya terus mendapat informasi terbaru mengenai situasi di sana. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menegosiasi agar sandera dibebaskan secepatnya.“
Steinmeier segera membentuk staff darurat yang antara lain bertugas menyelidiki motif penculikan dua warga Jerman itu. Apakah para penculik menginginkan uang tebusan atau penculikan kali ini bermotif politik? Informasi itu akan melandasi tindakan selanjutnya para juru runding. Saat ini, kementerian luar negeri enggan mengungkap detail penculikan untuk melindungi nyawa sandera. Ruprecht Polenz, ketua komisi urusan luar negeri parlemen Jerman, Rabu pagi hanya menegaskan:
Ruprecht Polenz: “Kami tidak ingin membayangkan situasi terburuk, tapi kementerian luar negeri kembali memgimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke Irak, antara lain karena risiko penculikan. Kami meminta semua warga Jerman memperhatikan hal ini.“
Tanggal 18 Desember 2005, seorang warga Jerman lainnya berhasil dibebaskan dari tangan penyandera. Arkeolog Susanne Osthoff adalah warga Jerman pertama yang menjadi korban penculikan. Kemungkinan besar Osthoff dibebaskan setelah penyanderanya menerima sejumlah uang tebusan.
Isu tersebut ramai diperdebatkan media Jerman. Namun, pemerintah Jerman menolak untuk membenarkannya. Menanggapi pertanyaan media, Steinmeier menyatakan, risiko penculikan tidak bertambah karena pembayaran uang tebusan, tapi justru karena pemberitaan media. Hans-Ulrich Klose, wakil ketua komisi urusan luar negeri menyayangkan hal itu.
Hans-Ulrich Klose: “Tentu saja itu merupakan dilema. Kalau muncul kesan bahwa pemerintah Jerman dapat diperas, pasti ada saja orang yang ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar. Terutama pelaku tindakan kriminal dan aksi teror.“
Kementerian Luar Negeri Jerman hanya dapat mengimbau warga Jerman untuk tidak bepergian ke Irak. Namun, bagaimana dengan sekitar 100 warga Jerman yang saat ini hidup di sana? Mereka kebanyakan menikah dengan warga Irak dan memiliki keluarga. Kebijakan pemerintah Jerman dalam menyelesaikan kasus penculikan dua insinyur Jerman, tentu akan berpengaruh pada keselamatan hidup warga Jerman yang menetap di Irak.