1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Dua Warga Jerman Diculik di Afghanistan

20 Juli 2007

Kembali terjadi penculikan di Afghanistan. Dua warga Jerman dan lima rekan kerjanya warga Afghanistan diculik Rabu (18/07). Pemerintah di Kabul dan juga di Berlin masih lebih suka berdiam diri.

Afghanistan Karte
Foto: AP

Sampai dua hari setelah penculikan, para penculik masih belum menyebutkan tuntutannya. Juga tidak ada pernyataan dari salah satu kelompok kriminal ataupun ekstremis. Tuduhan yang dilontarkan gubernur provinsi Ghasni yang bertetangga dengan provinsi Wardak juga dibantah kelompok Taliban.

Ahli pertahanan memperkirakan penculikan dengan motif uang tebusan oleh kelompok kriminal adalah kemungkinan terbesar saat ini. Di Afghanistan secara teratur terjadi penculikan oleh pihak kriminal atau pemberontak. Sampai saat ini semua warga asing yang diculik dibebaskan. Tapi para pakar menolak untuk membandingkan situasi Afghanistan dengan Irak. Nic Lee direktur ANSO, sebuah agen keamanan bagi organisasi bantuan di Kabul

„Di Afghanistan intensitasnya tidak sampai sejauh itu. Di Irak dan tempat lainnya, penculikan terjadi di kawasan kota, di pusat provinsi dan ibukota. Yang jarang terjadi di sini. Itu terjadi terutama pada mereka yang bepergian di kawasan pinggiran dan tanpa perlindungan yang cukup. Saya di sini tidak melihat industri-penculikan yang meliputi seluruh kawasan.“

Hari Rabu lalu, kedua insinyur Jerman dan lima kolega Afghanistan-nya diculik orang tak dikenal di provinsi Wardak, 100 kilometer barat daya Kabul. Mereka tampaknya sedang melewati jalan di luar kota antara Kabul dan Kandahar.

Polisi pengawal para insinyur berhasil selamat lolos dari penculikan. Masih belum jelas apakah para polisi itu dilucuti senjatanya oleh pihak penculik dan kemudian disuruh pergi atau mereka langsung meletakkan senjatanya dan melarikan diri. Provinsi Wardak dan Ghani di tenggara Afghanistan dan terutama jalan di pinggiran kota dikenal sangat berbahaya. Akibat keberadaan Taliban dan gang kriminal tingkat penculikan di sana juga cukup tinggi. Menurut Nic Lee

„Orang harus realistis dan memperhitungkan perjalanan melintasi negara sangat riskan. Oleh karena itu banyak organisasi bantuan menetapkan larangan mengemudi malam, mengendarai kendaraan selalu berkonvoi dan tetap menjaga kontak. Kami menyarankan organisasi bantuan menyadari adanya ancaman ini, bersikap waspada di lingkungan mereka berada, dan memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk melindungi diri sendiri.“