1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialFinland

Anak Muda di Dunia Makin Murung, Medsos Biang Keroknya

Shakeel Sobhan AFP, AP; Reuters
20 Maret 2026

Laporan Kebahagiaan Dunia 2026 menemukan bahwa kepuasan hidup di kalangan mereka yang berusia di bawah 25 tahun di beberapa negara berbahasa Inggris telah menurun tajam selama satu dekade terakhir.

Sekelompok remaja sibuk dengan ponsel mereka
Penggunaan media sosial yang berlebihan berkontribusi pada penurunan kesejahteraan yang drastis di kalangan anak mudaFoto: Zacharie Scheurer/dpa-tmn/picture alliance

Laporan Kebahagiaan Dunia 2026 menyebutkan bahwa Finlandia sekali lagi menunjukkan kepada dunia jalan menuju kebahagiaan, sementara penggunaan media sosial yang tinggi mengikis kesejahteraan pribadi di kalangan anak muda di seluruh dunia. Dalam laporan Kebahagiaan Dunia 2026yang dirilis pada Kamis (19/03), Indonesia bertengger di urutan ke-87.

Laporan tersebut disusun oleh Wellbeing Research Center Universitas Oxford bekerja sama dengan Gallup dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hasilnya menunjukkan bahwa kepuasan hidup di kalangan orang di bawah usia 25 tahun di negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Kanada,Australia, in Selandia Baru telah menurun tajam selama sepuluh tahun terakhir. Studi ini didasarkan pada survei terhadap sekitar 100,000 orang di 140 negara.

Sebagian anak muda lebih memilih tidak gunakan media sosial

Laporan tersebut menyebutkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan berkaitan dengan penurunan kesejahteraan di kalangan anak muda, terutama remaja perempuan di negara-negara berbahasa Inggris dan Eropa Barat.

Temuan ini muncul di tengah meningkatnya pertimbangan pemerintah untuk membatasi penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur.

Para peneliti mengatakan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama lebih dari tujuh jam per hari, berkaitan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.

Mereka juga menyebut bahwa jenis platform tertentu menjadi faktor utama, yaitu platform yang dikendalikan oleh algoritma, berfokus pada akun visual (seperti foto and video), serta dipenuhi oleh akun dari influencer yang dapat memicu perbandingan diri.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sebagian besar mahasiswa di Amerika Serikat sebenarnya berharap platform media sosial tidak ada. "Mereka menggunakannya karena orang lain menggunakannya, tetapi mereka akan lebih memilih jika tidak ada yang menggunakannya," demikian isi laporan tersebut.

Namun, mereka yang menggunakan media sosial kurang dari satu jam per hari justru lebih mungkin memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan media sosial sama sekali.

Kopenhagen: Kota Cantik dengan Penduduk Bahagia?

03:55

This browser does not support the video element.

Peringkat 10 besar Laporan Kebahagiaan Dunia 2026:

1. Finlandia

2. Islandia

3. Denmark

4. Kosta Rika

5. Swedia

6. Norwegia

7. Belanda

8.  Israel

9. Luksemburg

10. Swiss

Negara paling tidak bahagia di dunia menurut laporan:

147.       Afganistan

146. Sierra Leone

145. Malawi

144. Zimbabwe

143. Botswana

Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia untuk kesembilan kalinya berturut-turut, dengan negara-negara Nordik mendominasi peringkat teratas.

Laporan tersebut menyebut dominasi negara Nordik disebabkan oleh kekayaan, kesetaraan, sistem kesejahteraan sosial yang kuat, dan harapan hidup yang tinggi.

Kosta Rika naik ke posisi keempat, yang dikaitkan dengan kuatnya hubungan sosial dan keluarga. Afganistan berada di peringkat terbawah, begitu pula Sierra Leone dan Malawi.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Yuniman Farid

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya