Pemerintah Asia Tenggara mempertimbangkan energi nuklir untuk mendukung pertumbuhan dan mencapai tujuan iklim, tapi para analis berpendapat seharusnya fokus pada sumber energi terbarukan yang melimpah.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bataan dibangun pada 1970-an tetapi tidak pernah menghasilkan satu watt pun energiFoto: George Buid/Matrix Images/IMAGO
Iklan
Satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di Asia Tenggara terletak di Provinsi Bataan di Filipina, sekitar 64 kilometer dari ibu kota, Manila.
Dibangun pada 1970-an, fasilitas Bataan tidak pernah dibuka karena ketidakstabilan politik pada akhir masa pemerintahan diktator Ferdinand Marcos, serta setelah bencana Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986 yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan menyebarkan radiasi ke sebagian besar belahan bumi utara.
Namun kini, di bawah pemerintahan putra diktator tersebut, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., Filipina mulai mempertimbangkan tenaga nuklir sebagai solusi untuk memenuhi permintaan energi yang berkembang pesat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).
Pada Februari, Menteri Energi Filipina, Raphael Lotilla, mengatakan negaranya "sedang membuka jalan untuk program energi nuklir yang aman, berkelanjutan, dan bertanggung jawab untuk memastikan masa depan energi bangsa."
Bahaya Unsur Radioaktif
Nuklir mengancam secara tidak langsung. Tambang dan pemerkayaan Uranium untuk tujuan sipil atau militer, bencana dan limbah nuklir melepaskan elemen radioaktif ke udara. Ratusan ribu manusia pernah menjadi korban
Foto: picture-alliance/dpa
Lebih dari 2000 Ledakan Nuklir Sejak 1945
Amerika Serikat meledakkan 1039 bom nuklir sejak berakhirnya Perang Dunia II. Sementara Uni Sovyet 718, Perancis 198, Inggris dan Cina 45 ledakan, India dan Korea Utara masing-masing tiga kali, Pakistan dua kali. Puluhan ribu manusia terpapar zat radioaktif secara langsung akibat uji coba tersebut.
Foto: Getty Images/AFP
1945: Bom Atom di Hiroshima
140.000 dari 350.000 penduduk Hiroshima meninggal dunia sebulan setelah ledakan nuklir akibat kanker, jantung atau perubahan hormon dan Chromosom. Hingga kini tingkat pengidap Leukimia di Hiroshima tertinggi di antara penduduk Jepang di kawasan lain.
Foto: picture-alliance/dpa
Seribu Uji Coba Nuklir di Nevada
Uji coba di sekitar kamp Mercury dari 1950 hingga 1992 mengkontaminasi sebagian wilayah AS. Pada gigi balita misalnya ditemukan Strontium yang memancarkan zat radioaktif. Selain itu angka penderita penyakit Kanker juga meningkat tajam. Dari 1963 hingga 1992 pemerintah AS melakukan uji coba nuklir di bawah tanah.
Foto: Getty Images
Kompleks Nuklir Sellafield
Sejak 1952 reaktor pertama Inggris memproduksi Plutonium untuk membuat bom atom. Empat tahun kemudian pemerintah mulai menggunakan energi nuklir buat memproduksi listrik. 1957 salah satu reaktor terbakar yang disusul dengan berbagai insiden. Tanah dari air terpapar zat radioaktif. Sebagian putra putri pegawai di kompleks nuklir Sellafield hingga kini masih menderita Leukimia.
Foto: Getty Images
Tambang Uranium Mematikan
Kawasan Wismut di timur Jerman pernah menjadi tambang Uranium terbesar di dunia antara 1946 hingga 1990. Tambang tersebut mengirimkan bahan baku buat program nuklir Uni Sovyet. Menurut pemerintah Jerman, satu dari delapan buruh tambang meninggal dunia akibat radioaktivitas, keseluruhannya mencapai 7000 orang. Sementara penduduk di sekitar banyak yang menghidap kanker paru-paru.
Foto: Wismut GmbH
Pancaran Radioaktif dari Kota Misterius
Di kota nuklir Tomsk-7 di Siberia yang hingga 1992 masih dirahasiakan terjadi sebuah insiden ketika 1993 sebuah tanki penyimpanan meledak. Zat-zat radioaktif semisal Plutonium dan Sesium meracuni wilayah sekitar. Uni Sovyet tercatat merahasiakan 38 insiden nuklir di kota Tomsk-7 dan Majak. Ratusan ribu buruh dan keluarganya terpapar zat radioaktif.
Foto: imago/ITAR-TASS
1979: Bencana Nuklir Harrisburg
Kebocoran nuklir di pembangkit listrik Three Mile Island di Amerika Serikat adalah bencana nuklir terbesar sebelum Chernobyl dan Fukushima. Zat-zat radioaktif dalam jumlah besar mengotori lingkungan sekitar. Sebuah studi independen membuktikan tingginya angka penduduk berpotensi mengidap penyakit Kanker pasca bencana. Sebaliknya lobi industri nuklir menepis temuan tersebut dengan studi tandingan
Foto: picture-alliance/dpa
1986: Bencana di Chernobyl
Saudara kembar ini dilahirkan setelah bencana. Sang ayah adalah Liquidator, pegawai harakiri yang ditugaskan membersihkan reaktor sesaat setelah ledakan nuklir. Adapun sang ibu hidup di kota yang terkontaminasi. Kebocoran nukilr dan ledakan yang menyertainya melepaskan zat radioaktif dalam jumlah besar ke udara. Journal of Cancer melaporkan lebih dari 15.000 penduduk meninggal dunia akibat kanker.
Foto: picture alliance/dpa
2011: Tsunami Menyusul Insiden Nuklir di Fukushima
Kebocoran nuklir di Fukushima yang disebabkan oleh Tsunami hingga kini masih tercatat sebagai pencemaran radioaktif di laut paling parah. Pakar nuklir memperkirakan 22.000 hingga 66.000 kematian tambahan akibat kanker. Sejak 2011, anak-anak di wilayah sekitar Fukushima menderita kanker tiroid.
Foto: Reuters
Bahaya Limbah Nuklir
Limbah nuklir tingkat tinggi membutuhkan jutaan tahun hingga tidak lagi memancarkan zat radioaktif. Namun Tempat Penyimpanan Akhir untuk limbah atom hingga kini belum ada di seluruh dunia. Jerman menganggarkan miliaran Euro per tahun untuk mengelola tempat penyimpanan sementara limbah nuklir.
Foto: dapd
Irak: Leukimia Lewat Amunisi Uranium
Penggunaan amunisi yang mengandung Uranium selama Perang Teluk di awal dekade 1990-an mengancam nyawa penduduk secara tidak langsung. Hingga kini penduduk kota Bashra mencatat tingginya angka kelahiran cacat dan penderita kanker. Selain itu jumlah anak-anak yang menderita Kanker juga meningkat drastis.
Foto: picture-alliance/dpa
11 foto1 | 11
Mengapa tenaga nuklir?
Filipina dan Indonesia memimpin dalam ketergantungan pada batu bara di Asia Tenggara, menurut lembaga pemikir energi Ember yang berbasis di London, yang menunjukkan bahwa Filipina adalah negara paling bergantung pada batu bara di Asia Tenggara pada 2023. Mengingat dorongan global untuk mengurangi emisi GRK, daya tarik tenaga nuklir menjadi jelas.
Iklan
Energi nuklir sendiri menghasilkan hampir nol karbon dioksida atau gas rumah kaca, serta polutan lain yang terkait dengan pembakaran gas atau batu bara.
Filipina bertujuan untuk secara bertahap mengintegrasikan tenaga nuklir ke dalam campuran energi mereka. Dimulai dengan target kapasitas 1.200 megawatt (MW) pada tahun 2032, negara ini berharap tenaga nuklir dapat menyediakan 4.800 MW pada 2050.
Namun, aktivis lingkungan meragukan logika pendekatan ini. Tenaga nuklir memerlukan uranium, sumber daya terbatas yang harus ditambang dan dikirim, yang semuanya menghasilkan emisi karbon, kata Derek Cabe dari Gerakan Nuklir dan Bebas Batu Bara Bataan kepada DW.
"Narasi 'bersih' itu salah. Itu hanya kepura-puraan, [...] energi nuklir adalah pengalihan," kata Cabe.
Dia percaya energi terbarukan — terutama tenaga surya, hidro, dan angin — adalah solusi terbaik bagi negara kepulauan seperti Filipina, yang kaya akan matahari, air, dan angin.
Cabe menunjukkan kurangnya kemauan politik dari pemerintah dan salah alokasi dana anggaran sebagai hambatan utama untuk memanfaatkan sepenuhnya energi terbarukan.
Per Agustus 2024, sekitar 67% pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utamaFoto: Ronald Siagian/AFP/Getty Images
Ambisi nuklir Asia Tenggara
Mengadopsi energi nuklir bukan hanya keputusan Manila. Sebagian besar negara Asia Tenggara semakin beralih ke energi nuklir, baik untuk potensi pembangkit energi maupun karena dianggap sebagai cara untuk mencapai target "emisi nol bersih" pada tahun 2050.
Selama 15 tahun ke depan, Indonesia bertujuan untuk menghasilkan 75% dari daya mereka sebagai sumber energi "bersih," termasuk nuklir.
Namun, rencana ini masih dalam tahap awal: Pembangunan pembangkit listrik direncanakan dimulai pada 2032, dan kerangka regulasi nuklir masih belum tersedia.
Bagi Grita Anindarini, seorang ahli strategi senior di Pusat Hukum Lingkungan Indonesia, fokus pada pembangkit nuklir yang mahal dan memakan waktu lama untuk dibangun, akan menjadi kesalahan terutama untuk negara-negara kepulauan seperti Indonesia dan Filipina yang juga rentan terhadap gempa bumi dan bencana alam lainnya.
"Bagaimana kita bisa mengelola limbah radioaktif dan beracun lainnya yang dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan? (...) Mengapa kita perlu berinvestasi dalam aktivitas berisiko tinggi ketika kita memiliki pilihan yang lebih aman dan ramah lingkungan?" tanya Anindarini.
Booming Energi Angin di Seluruh Dunia
Jumlah pembangunan pembangkit listrik tenaga angin mencapai rekor terbanyak tahun 2012.. Akhir 2012, produksi listrik tenaga angin global mencapai 282 GW. Ini sama dengan hasil lebih dari 500 PLTU.
Foto: HUSUM WindEnergy/Messe Husum & Congress
Energi Angin di 100 Negara
Kebanyakan pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB) berada di Eropa, Asia dan Amerika Utara. Boom energi angin kini juga dimulai di Amerika Selatan dan Eropa Timur. Di seluruh dunia, energi angin telah menghasilkan listrik di 100 negara dan memenuhi tiga persen kebutuhan listrik global.
Foto: Jan Oelker
Energi Murah dan Aman
Energi angin ramah iklim, produk lokal, independen dari impor energi dan lebih murah dibandingkan sumber energi lain. Satu kilowatt jam (kWh) listrik produksi turbin angin harganya berkisar antara lima sampai sepuluh sen Euro.
Foto: Paul Langrock/OSTWIND
PLTB Kecil Semakin Diminati
Instalasi pembangkit listrik angin yang lebih kecil menyuplai listrik bagi desa kecil atau beberapa rumah kecil seperti di Peru. Permintaan dan penawaran kincir angin kecil semakin meningkat di seluruh dunia.
Foto: DW
Energi Angin Bagi 1900 Rumah Tangga
PLTB semakin bertambah besar. Instalasi ini berkapasitas pembangkitan 3,4 megawatt dan memenuhi kebutuhan listrik 1900 rumah tangga di Jerman.
Foto: Jan Oelker
Tetap Untung Walau Angin Sedikit
Tenaga angin juga bisa dimanfaatkan kawasan dengan intensitas angin lebih sedikit dan di hutan. Kincir anginnya lebih tinggi, dan baling-balingnya lebih besar. Sehingga rentabilitasnya meningkat. Jerman adalah pionir bidang ini.
Foto: Juwi
Taman Energi Angin di Laut
Masih sedikit listrik dari tenaga angin yang diperoleh dari kawasan laut bebas. Instalasi dan pemeliharaannya rumit. Harganya dua kali lebih mahal dari instalasi di darat. Inggris saat ini unggul dengan tiga gigawatt. Setengahnya baru dipasang tahun 2012.
Foto: picture-alliance/dpa
Denmark Sang Pionir
Denmark menjadi pionir pembangkitan energi angin global. Kini turbin angin menyuplai hampir 30 persen kebutuhan listrik. Tahun 2020 bahkan diharapkan mencapai 50 persen. Pakar di seluruh dunia optimis, kontribusi listrik tenaga angin dapat mencapai 40 persen.
Foto: picture-alliance/dpa
Listrik Angin Jadi Gas
Listrik angin memicu Elektrolisa untuk memproduksi gas hidrogen. Gas ini bisa disimpan untuk digunakan di lain waktu. Instalasi perdana ada di Jerman. Teknik ini merupakan bagian penting dari reformasi energi di Jerman.
Foto: ENERTRAG/Tom Baerwald
Energi Angin Sektor Ekonomi Masa Depan
Sekitar 100.000 orang bekerja di industri pembangkitan energi angin Jerman. Cina, Amerika Serikat dan Jerman berada paling depan dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga angin baru. Pameran internasional terpenting bagi teknologi energi angin digelar setiap tahun di Husum, utara Jerman.
Foto: HUSUM WindEnergy/Messe Husum & Congress
9 foto1 | 9
Apakah reaktor kecil solusi yang lebih baik?
Pihak berwenang di Vietnam, yang telah mempertimbangkan tenaga nuklir selama hampir dua dekade dan telah mencari keahlian dari Rusia dan Amerika Serikat, juga memperkenalkan rencana untuk membangun pembangkit di provinsi Ninh Thuan di Vietnam selatan pada 2030.
Namun, menurut Thuy Le, seorang profesor di Universitas San Jose dan penasihat kebijakan nuklir untuk pemerintah Vietnam, rencana tersebut dan waktu yang singkat terlalu ambisius dan "akan gagal."
Dia mengatakan kepada DW bahwa Vietnam seharusnya fokus pada Reaktor Modular Kecil (SMR) yang lebih modern sebagai cara untuk mengintegrasikan energi nuklir dengan aman dan realistis.
"Mulailah dengan SMR, atau bahkan mikroreaktor, dan lakukan langkah demi langkah," kata Thuy Le.
SMR dan mikroreaktor jauh lebih kecil daripada pembangkit listrik tradisional, sehingga dapat digunakan di lokasi pesisir yang padat penduduk. Mereka juga jauh lebih sederhana dan lebih murah untuk dibangun, dibandingkan dengan proyek konstruksi besar yang memakan waktu bertahun-tahun untuk pembangkit listrik besar. Ukuran mereka yang lebih kecil juga berarti beberapa risiko inheren yang terkait dengan pembangkit listrik tenaga nuklir dapat diminimalkan, meski ada risiko keselamatan yang belum terselesaikan, terutama dalam hal bencana alam yang parah.
Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Meyakinkan publik Asia Tenggara yang ragu
Tantangan lain yang dihadapi pemerintah di kawasan ini adalah meyakinkan publik bahwa beralih ke nuklir adalah pilihan yang tepat.
Sebuah studi oleh NTU menemukan dukungan publik yang umumnya rendah terhadap pengembangan energi nuklir di Asia Tenggara, terutama karena risiko teknologi yang dipersepsikan.
Bencana di Chernobyl dan Fukushima di Jepang serta warisan Perang Dunia II telah memperkuat kekhawatiran tersebut, kata Chew kepada DW, menambahkan bahwa "kawasan ini tidak memiliki pengalaman dalam mengatur operasi pembangkit listrik tenaga nuklir yang aman."
Kekhawatiran ini juga disorot oleh aktivis anti-nuklir Derek Cabe di Bataan, tempat satu-satunya pembangkit nuklir yang ada di kawasan tersebut, yang menurutnya "terletak di atas gunung berapi."
"Jika ada masalah (dengan pembangkit ini), kami yang berada di garis depan yang pertama kali akan terpengaruh," katanya.
Bencana Chernobyl
Partikel radioaktif dalam jumlah besar membumbung ke udara di Soviet barat dan Eropa. Satu bencana nuklir yang tidak akan pernah terlupakan.
Foto: Konrad Zelazowski/IMAGO
Simbol Risiko Energi Nuklir
Tanggal 26 April 1986, Uni Sovyet diiguncang bencana terbesar dalam sejarah energi nuklir. Reaktor dari pembangkit listrik tenaga nuklir di Chernobyl, Ukraina, meledak. Sebelum bencana terjadi, tidak banyak orang yang mengenal nama Chernobyl. Tapi setelahnya, Chernobyl menjadi simbol risiko energi nuklir.
Foto: Fotolia/lassedesignen
Dampak Mengerikan
Kehancuran tampak di wilayah sekitar reaktor, seperti taman hiburan di Pripyat. Foto ini diambil pada tahun 2010, 24 tahun setelah bencana. Beberapa hari setelah reaktor meledak, seluruh penduduk kota kecil Pripyat yang berjumlah sekitar 47.000 dievakuasi. Sampai sekarang jumlah pasti korban jiwa belum diketahui.
Foto: picture alliance / dpa
Langkah Pertama
Dengan masker gas dan pakaian pelindung, anggota unit khusus mengukur tingkat radioaktivitas di zona bahaya. Satu tugas maut. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, 125.000 pekerja menderita penyakit berat setelahnya. Setelah ledakan di reaktor nomor 2 PLTN Chernobyl, wilayah dalam radius 30 km dinyatakan sebagai zona berbahaya.
Foto: picture-alliance / dpa
Ketakutan
Unsur radioaktif yang terlepas ditiupkan angin menyebrang ke negara-negara lain. Melalui lapisan atmosfer yang lebih tinggi, radiasi mencapai wilayah Skandinavia dan Eropa Barat. Kekhawatiran akan terkena radiasi muncul di mana-mana. Misalnya, 10 hari setelah bencana, taman-taman bermain untuk anak-anak di kota Wiesbaden, Jerman, ditutup.
Foto: picture-alliance / Roland Witschel
Pembatasan
Beberapa hari setelah bencana, warga Eropa Barat harus menerima berbagai pembatasan. Seperti tampak dalam foto, kolam renang umum yang ditutup di kota München. Ini tidak seberapa sulit untuk dihadapi dibanding pertanyaan bahan makanan apa yang masih aman. Jamur dinilai terkontaminasi berat dan tidak dapat dikonsumsi.
Foto: picture-alliance / Klaus-Dieter Heirler
Makanan Berbahaya
Seorang ilmuwan di Universitas Freiburg meneliti, apakah sayuran terkena radiasi atau tidak. Tanaman pangan yang ditanam di tempat terbuka di mingu-minggu pertama bencana rentan terkontaminasi. Banyak bahan makanan yang harus dimusnahkan.
Foto: picture-alliance / AFP
Polusi Tanah
Dua pekerja meneliti sayuran di sebuah ladang di Allensbach, dua minggu setelah bencana meletus. Setelah sekitar dua minggu, tingkat radioaktivitas di udara beranjak normal, akan tetapi di tanah tidak. Tanaman pangan harus rutin dikontorl sampai beberapa minggu setelah bencana.
Foto: picture-alliance / dpa
Radiasi Berbahaya
Akibat dari radiasi Chernobyl, banyak anak yang terlahir cacat. Belarusia memiliki angka tertingi di dunia anak penderita kanker tiroid. Sekitar 600.000 orang terpapar radiasi yang tinggi. Menurut perkiraan, 7.000 anggota penyelamat meninggal akibat paparan radiasi.