Energi Terbarukan Dunia Masih Belum Capai Target Iklim
Saim Dušan Inayatullah sumber: Reuters, dpa
15 Oktober 2025
Rekor kapasitas baru 582 gigawatt energi terbarukan berhasil ditambahkan ke jaringan listrik global pada 2024. Namun, Badan Energi Terbarukan Internasional menyebut hal itu belum cukup memenuhi target iklim global.
Menurut Badan Energi Terbarukan Internasional, global makin tertinggal dari target energi terbarukanFoto: Aris Messinis/AFP/Getty Images
Iklan
Negara-negara di seluruh dunia belum berada di jalur yang tepat untuk mencapai target energi terbarukan meski terjadi rekor pertumbuhan pada tahun lalu. Hal ini disampaikan dalam laporan sementara dari Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) yang dirilis pada Selasa (14/10).
IRENA adalah sebuah lembaga antar-pemerintah yang mencakup 169 negara dan Uni Eropa.
Pertumbuhan energi terbarukan capai rekor, tapi belum cukup mengejar target iklim
Kapasitas energi terbarukan yang baru terpasang mencapai sekitar 582 gigawatt pada 2024, atau naik sekitar 15,1% dibanding tahun sebelumnya.
Meski ini jumlah tertinggi yang pernah tercatat, IRENA menekankan dalam laporannya bahwa angka ini masih belum cukup bagi negara-negara untuk mencapai target energi terbarukan global, yang menargetkan peningkatan tahunan sebesar 16,6%.
Menurut laporan tersebut, tambahan 1.122 terawatt per tahun masih dibutuhkan untuk mencapai target pada 2030. Satu terawatt sendiri setara dengan 1.000 gigawatt.
2024 merupakan tahun terpanas dalam rekor duniaFoto: Francesco Enriquez/Independent Photo Agency Int./IMAGO
Sekjen PBB: Waktu untuk mencegah peningkatan suhu global 1,5 derajat makin terbatas
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa dunia bergerak terlalu lambat untuk menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat Celsius.
“Energi terbarukan dipasang lebih cepat dan lebih murah dibanding bahan bakar fosil — mendorong pertumbuhan, lapangan kerja, dan listrik terjangkau. Tapi jendela untuk menjaga batas 1,5°C semakin menutup dengan cepat,” kata Sekjen PBB, dikutip dalam laporan tersebut.
“Kita harus meningkatkan usaha, memperbesar skala, dan mempercepat transisi energi yang adil — untuk semua orang, di mana pun,” tegasnya.
Energi Surya di Lokasi yang Tidak Biasa
Dari luar angkasa hingga ransel olahraga, modul sel surya dapat digunakan hampir di mana saja. Berikut adalah beberapa lokasi tidak lumrah yang ternyata dapat memproduksi listrik bersih dari energi matahari.
Foto: picture-alliance/J. Heeneman
Katamaran surya dalam tur keliling dunia
"Catamaran Race for Water" adalah kapal pesiar dengan pembangkit tenaga surya terbesar di dunia dan beroperasi sepenuhnya tanpa bahan bakar fosil. Modul sel surya di dek kapal menyuplai energi ke motor listrik dan mengisi baterai untuk kebutuhan di malam hari. Tidak menggunakan tiang dan layar, kapal pesiar menggunakan layang-layang yang bisa dikendalikan.
Foto: Race for Water/Peter Charaf
Modul dalam perjalanan
Gembala di Turki ini mengisi daya ponselnya dengan modul sel surya portabel. Modul portabel seperti ini populer di kalangan penjelajah alam bebas. Panel sel surya juga tersedia untuk ransel atau tenda. Mereka yang melakukan perjalanan namun dari jaringan listrik, kini lebih siap untuk hadapi keadaan darurat.
Foto: Halil Fidan/AA/picture alliance
Terbang tanpa bahan bakar fosil
Pesawat "Solar Impulse" terbang keliling dunia dalam beberapa tahapan dan sama sekali tanpa menggunakan bahan bakar fosil. Sel surya di badan pesawat dan sayap memberi daya pada mesin dan mengisi baterai pesawat. Dengan penerbangan keliling dunia, pionir penerbangan ini mempromosikan energi matahari dan menunjukkan apa yang mungkin dilakukan.
Foto: Solar Impulse/Revillard/Rezo.ch
Di luar angkasa dengan layar surya
Sel surya memungkinkan penerbangan luar angkasa yang lebih lama. Modul sel surya dapat dibuka di luar angkasa seperti di ISS atau satelit dan kapsul tak berawak. Para peneliti bahkan merancang taman sel surya di luar angkasa. Wahana eksplorasi matahari telah terbang hingga ke Jupiter. Namun, radiasi matahari di sana 25 kali lebih lemah daripada di orbit Bumi karena matahari sangat jauh.
Foto: NASA SPACEX/HO/dpa/picture alliance
Panggilan telepon bertenaga matahari pertama
Pada tahun 1955, modul sel surya perdana dipasang di negara bagian selatan AS untuk memberikan penguatan daya ke jaringan telepon. Setelah itu menyusul terobosan teknologi untuk perjalanan luar angkasa. Sejak itu, energi surya telah digunakan untuk hampir semua aplikasi energi.
Foto: AP Images/picture alliance
Revolusi energi matahari di bidang pertanian
Bekerja di ladang memang melelahkan. "Farmdroid" robot digerakan energi surya dari Denmark ini bekerja mandiri, otomatis dan tanpa merusak lingkungan. Robot dapat menabur bibit tanaman dan menyiangi gulma. Robot tidak butuh hari libur. Energinya berasal dari modul sel surya di atap dan dikendalikan dengan GPS.
Foto: Nikolai Tuborg/Farmdroid
Energi di atas air
Para pekerja ini bangga dengan pembangkit listrik tenaga surya terapung pertama di Kenya. Instalasi memasok listrik untuk pertanian bunga di bagian utara ibu kota Nairobi. Modul sel surya dipasang pada ponton khusus. Di lokasi lain, modul sel surya terapung di danau terkadang digabungkan dengan budidaya ikan.
Foto: ecoligo GmbH
Memasok energi pulau dengan panel surya di laut
Tahun 2019, panel surya terapung dibangun di laut di Maldives untuk memproduksi listrik buat tempat wisata. Sistem berkapasitas 680-kilowatt memang kecil, tetapi sejauh ini jadi salah satu instalasi sel surya terbesar di laut. Penelitian masih dilakukan untuk pembangkit di lepas pantai karena badai, gelombang kuat dan air asin menyerang modul lebih ganas dibanding di lokasi air tawar.
Foto: Swimsol
Listrik untuk semua
Tidak ada jaringan listrik di desa Tukul di Sudan Selatan. Tapi panel sel surya sekarang memproduki listrik secara lokal untuki ponsel dan lampu. Kemiskinan energi adalah masalah besar. Tahun 2016, di seluruh dunia 840 juta orang tidak punya akses listrik. Jumlahnya diharapkan turun menjadi 650 juta pada tahun 2030, terutama berkat modul sel surya yang terdesentralisasi.
Foto: picture-alliance/J. Heeneman
Memanen sinar matahari di pegunungan tinggi
Muttsee dekat Basel adalah reservoir tertinggi di Swiss. Sebuah instalasi panel surya raksasa dipasang di dinding bendungan. Menghasilkan listrik berlimpah, terutama di musim dingin, karena modul lebih efisien dalam cuaca dingin dan salju memantulkan tambahan sinar matahari. Sinar matahari jauh lebih kuat di ketinggian, karena kabut tetap berada di lembah. (sc/as)
Foto: Axpo
10 foto1 | 10
Target membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat di atas level pra-industri ditetapkan dalam Perjanjian Paris yang ditandatangani pada COP21 2015 lalu.
Kenaikan suhu global jangka panjang diperkirakan mencapai 1,3 derajat tahun lalu.
Konferensi Iklim PBB berikutnya, COP30, dijadwalkan berlangsung pada 10 November di kota Belem, Amazon Brasil.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris