1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Sekjen NATO: Eropa Tak Siap Bertahan Tanpa AS

Muhammad Hanafi sumber: AP
27 Januari 2026

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menilai Eropa harus menggandakan belanja militer jika ingin berdiri sendiri tanpa dukungan Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte saat berpidato di Parlemen Eropa di Brussel, Belgia pada Senin (26/01)
Mark Rutte menyebut Eropa harus menaikkan belanja militer dua kali lipat untuk mandiri dari Amerika SerikatFoto: Wiktor Dabkowski/ZUMA/picture alliance

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa Eropa tidak mampu mempertahankan diri tanpa dukungan militer Amerika Serikat (AS). Menurutnya, Eropa harus menaikkan belanja militernya lebih dari dua kali lipat jika ingin benar-benar mandiri.

"Jika ada yang berpikir di sini… bahwa Uni Eropa atau Eropa secara keseluruhan bisa mempertahankan diri tanpa AS, teruslah bermimpi. Itu tidak mungkin," kata Rutte kepada para anggota Parlemen Uni Eropa di Brussel, Senin (26/01).

Eropa dan Amerika Serikat "saling membutuhkan," lanjutnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan politik di internal NATO, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir untuk mencaplok Greenland, wilayah semiotonom milik Denmark yang juga anggota NATO.

Trump juga sempat menyatakan akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang mendukung Greenland. Namun, dengan bantuan Rutte, ancaman tersebut kemudian ditarik kembali setelah tercapai sebuah "kerangka" kesepakatan terkait pulau yang kaya akan mineral itu. Hingga kini, detail kesepakatan tersebut masih sangat terbatas.

NATO sendiri merupakan aliansi militer yang beranggotakan 32 negara dan diikat oleh klausul pertahanan bersama melalui Pasal 5 dalam Perjanjian Washington. Klausul ini mewajibkan setiap anggota untuk membantu membela sekutu yang wilayahnya terancam.

Dalam pertemuan NATO di Den Haag pada Juli 2025, Kanada dan para sekutu Eropa, kecuali Spanyol, menyetujui tuntutan Trump agar menyamakan persentase belanja pertahanan mereka dengan AS dalam sepuluh tahun ke depan.

Mereka berkomitmen mengalokasikan 3,5% Produk Domestik Bruto (PDB) untuk pertahanan inti, serta tambahan 1,5% PDB untuk infrastruktur terkait keamanan pada 2035. Dengan demikian, total belanja pertahanan ditargetkan mencapai 5% dari PDB.

"Jika Anda benar-benar ingin berjalan sendiri," kata Rutte, "lupakan bahwa Anda bisa mencapainya dengan target 5%. Itu harus 10%. Anda harus membangun kemampuan nuklir sendiri. Itu menelan biaya puluhan miliaran euro."

Prancis selama ini menyerukan agar Eropa membangun "otonomi strategis". Dukungan terhadap gagasan ini kian meningkat sejak Trump memperingatkan bahwa prioritas keamanan AS berada di wilayah lain, sehingga Eropa harus menjaga dirinya sendiri.

Namun, Rutte mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa tanpa AS, Eropa "akan kehilangan penjamin utama kebebasan kita, yaitu payung nuklir AS. Jadi, ya, semoga beruntung!"

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Muhammad Hanafi dan Adelia Dinda Sani

Editor: Hani Anggraini

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait