Evaluasi Paruhan Pertama Pemerintahan Jerman
18 Juli 2007
Kanselir Angela Merkel tampil di depan pers dengan mencerminkan kepuasan. Kalau pada awal masa jabatannya kadang ia terlihat seperti ragu-ragu, kini ia dapat menjawab pertanyaan dengan santai. Misalnya ketika ditanya, apa kiatnya sehingga sekarang bisa ada kabinet yang tahan sedemikian lama tanpa ada menteri yang mengundurkan diri? Merkel menjawab: "Tentu karena sikap saya yang penuh kasih sayang."
Merkel merasa puas karena koalisi besar antara CDU dan SPD pada paruh pertama masa tugasnya sudah meraih lebih banyak dari yang direncanakan. Dikemukakannya: "Kalau dilihat, dimana kita kini berada, apa yang telah diraih dan kemana arah tujuan kita, maka ketiga hal yang dilakukan, yaitu penyehatan-investasi-reformasi ternyata tepat. Berbeda dengan prakiraan dari para pakar, ketiga hal itu telah membuahkan pertumbuhan ekonomi, pengisian lapangan kerja dan juga konsolidasi anggaran. Sekarang yang penting adalah memperkuat landasan perekonomian pasar sosial."
Di jaman globalisasi, itu berarti, politik juga harus dijamin dengan berbagai kesepakatan internasional. Pemisahan antara politik dalam dan luar negeri tidak membawa kemajuan. Dalam paruhan kedua masa pemerintahan Jerman, tugas yang harus dilaksanakan justru lebih banyak. Selain hal-hal yang belum terlaksana dari perjanjian koalisi, harus diwujudkan pula kewajiban yang diterima Jerman dari KTT G-8 dan KTT UE.
Yang terpenting bagi Merkel adalah integrasi warga migran di Jerman, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, energi yang terjamin dan perlindungan iklim, termasuk terciptanya masyarakat yang ramah terhadap anak-anak. Selain itu juga menjamin keamanan negeri Jerman. Dan dalam hal ini termasuk pula penugasan di Afghanistan. Dijelaskannya: "Bahwa perjuangan melawan jaringan teror belum dimenangkan, itu memang benar. Tetapi kalau dilihat posisi awalnya, sudah ada hasil yang diraih. Mungkin ada yang menganggapnya terlalu lama. Tetapi sangatlah ceroboh dan tidak dapat dipertanggung-jawabkan kalau kita sekarang tidak mau melanjutkannya karena timbul kesulitan. Mungkin karena yang dihadapi tidak semudah yang pernah kita bayangkan."
Kanselir Angela Merkel juga menyadari, bahwa merupakan hal yang lumrah bila gaya kepemimpinan seorang kanselir dikritik. Tetapi menurut pendapatnya, selama ini cara yang dipakainya telah membawa hasil. Salah satunya adalah membiarkan terjadinya diskusi hangat di antara mitra koalisi pemerintahan. Menurut Kanselir Merkel: "Dunia modern itu rumit dan di dalamnya orang harus dapat saling bertukar pikiran, argumen dan pendapat yang dianut, tanpa harus langsung ada mekanisme yang membatasinya."