Sebagian warga Dubai bersikeras bahwa hidup tetap berjalan normal meskipun perang Iran sedang berlangsung. Sementara yang lain menyatakan bahwa "Dubai dream” sudah memudar dan berakhir. Siapa yang benar?
Sektor pariwisata menyumbang sekitar 12% dari pendapatan nasional Dubai setiap tahunnyaFoto: Fatima Shbair/AP Photo/picture alliance
Iklan
Serangkaian tajuk berita belakangan ini menyebut bahwa perang Iran menandai berakhirnya apa yang disebut sebagai “Dubai dream”, sebuah bayangan kehidupan mewah bebas pajak yang menarik warga asing ke Uni Emirat Arab (UEA).
"Pudarnya citra Dubai sebagai tempat perlindungan yang aman,” tulis majalah asal Amerika Serikat (AS), New Yorker. "Apakah ini akhir bagi Dubai?”, tanya seorang kolumnis dari New York Times.
Daily Mail bahkan terlihat menikmati situasi ini. Tabloid Inggris itu menyoroti para influencer yang sangat aktif di media sosial dan selama ini memamerkan gaya hidup glamor di Dubai yang selalu cerah, kini terpaksa meninggalkan kota tersebut. Daily Mail menerbitkan puluhan artikel tentang “eksodus besar Dubai” dan “fantasi influencer bebas pajak yang berkilau kini mulai runtuh”.
Sebagian dari "keruntuhan” itu terkait penangkapan sejumlah influencer dan warga lain yang memperlihatkan kerusakan di Dubai akibat serangan Iran. Organisasi bantuan hukum, Detained in Dubai, meyakini lebih dari 100 orang, termasuk warga Eropa, telah ditangkap otoritas UEA dengan tuduhan pelanggaran undang-undang kejahatan siber atau keamanan nasional. Jika terbukti bersalah, mereka dapat menghadapi denda besar atau hukuman penjara bertahun-tahun.
Menurut Kementerian Pertahanan UEA, Iran telah menembakkan lebih dari 2.200 drone dan 500 rudal balistik ke wilayah negara itu sejak perang dimulai, dengan beberapa tembakan menghantam bandara Dubai dan beberapa bangunan tempat tinggal dan hotel.
Pada bulan Maret, Bandara Internasional Dubai, salah satu bandara tersibuk di kawasan ini, mengalami beberapa gangguan termasuk sebuah drone yang menabrak tangki bahan bakar dan menyebabkan kebakaranFoto: REUTERS
Di saat yang bersamaan, otoritas UEA juga telah berusaha mempertahankan kesan bahwa Dubai tetap aman dan normal. Beberapa pejabat terlihat keliling pusat perbelanjaan, di mana bisnis diimbau untuk tetap buka dan beroperasi seperti biasa.
Sejumlah media UEA dan akun media sosial populer juga mendorong narasi tandingan. Mereka menegaskan bahwa kehidupan berjalan normal dan Dubai masih aman.
Daftar 10 Museum Baru di Dunia, Dijamin Enggak Bikin Bosan
Sejumlah museum baru yang spektakuler hadir di seluruh dunia pada tahun 2022. Museumnya menarik perhatian dengan perluasan atau renovasi. Berikut kami ajak Anda melihat ke museum yang paling menarik.
Foto: Government of Dubai - Media Office
Museum Masa Depan, Dubai
Dubai kembali menjadi sorotan dunia, setelah pada tanggal 22 Februari 2022 lalu resmi membuka Museum Masa Depan. Bangunan oval ini dirancang menyerupai mata di mana pengunjung dapat melihat ke masa depan. Di lantai tujuh, museum mengajak pengunjung melihat masa depan, berfokus pada kecerdasan buatan, penelitian luar angkasa, adaptasi terhadap perubahan iklim dan kehidupan di masa depan.
Foto: Kamran Jebreili/AP Photo/picture alliance
Museum Cluny, Prancis
Museum abad pertengahan Musee de Cluny di Paris, yang terletak di jantung Latin Quarter, ditutup selama bertahun-tahun. Museum dibuka kembali pada bulan Maret tahun 2022. Pameran didesain ulang dan bangunan pintu masuk baru telah ditambahkan ke museum. Dibangun di atas reruntuhan bekas kompleks pemandian bangsa Romawi, museum ini menyatu ke dalam reruntuhan kompleks yang masih tersisa.
Foto: Michel Denanc/L’agence Pierre Laporte
Museum Nasional Norwegia
Museum nasional Norwegia yang baru, Nasjonalmuseet, akan dibuka di Oslo pada 11 Juni 2022. Dengan lebih dari 5.000 karya, museum ini akan jadi museum seni terbesar di wilayah Nordik. Koleksinya berisi benda-benda dari abad yang berbeda, mencakup desain, arsitektur dan seni, termasuk "The Scream" karya Edvard Munch. Perpustakaan dan arsip seni terbesar di Eropa utara juga dapat ditemukan di sini.
Foto: Iwan Baan
Museum Istana Hong Kong
Setelah lima tahun proses pembangunan, Museum Istana Hong Kong diharapkan dibuka pada Juli 2022 di distrik budaya baru Kowloon Barat di tepi Pelabuhan Victoria. Sekitar 900 koleksi tradisional Cina, seperti harta kekaisaran dan buku langka, akan dipamerkan di sana. Koleksi-koleksi tersebut akan dipresentasikan di sembilan galeri seluas 30.500 meter persegi.
Foto: Hong Kong Palace Museum
Museum Seni Rupa Modern Istanbul, Turki
Setelah museum seni modern dan kontemporer pertama Turki dibuka di tepi pelabuhan Karaköy, Istanbul, pada tahun 2004, museum itu dipindahkan ke kompleks lain. Sekarang museum akan dipindahkan ke tempat semula di mana bangunan akan dirancang oleh arsitek Italia Renzo Piano. Museumnya akan dilengkapi perpustakaan, butik desain, bioskop dan ruang pertunjukan.
Foto: RPBW
Museum Broadway, AS
Sebuah museum yang didedikasikan khusus untuk sejarah industri teater New York akan dibuka di Times Square pada musim panas 2022. Karya video dan instalasi akan membuat sejarah ini lebih nyata. Tak kalah menarik, ReefLine di Miami, akan membuka pameran taman patung bawah air pada musim panas. Ini bertujuan mempromosikan keanekaragaman hayati dan pada saat yang sama menarik penggemar menyelam.
Foto: Paul Bennett Architects, PC
Museum Agung Mesir
Tepat di sebelah Piramida Giza, fasad kaca dan batu membentang hampir satu kilometer. Sekitar 100.000 obyek akan ditampilkan, termasuk artefak dari makam Tutankhamun, di museum yang terletak di sebidang tanah seluas 480.000 meter persegi ini. Bangunan akan menjadi museum terbesar di dunia yang didedikasikan untuk satu peradaban. Pembukaan direncanakan pada 22 November 2022.
Foto: Abaca/picture alliance
Museum Seni dan Fotografi India
Museum Seni dan Fotografi (MAP) rencananya akan dibuka di Bengaluru, India selatan, jelang akhir tahun 2022. Lebih dari 18.000 karya dari koleksi pengusaha Abhishek Poddar akan dipamerkan di bangunan lima lantai tersebut. Selain tekstil, patung, dan lukisan, museum akan menawarkan pameran digital di situs webnya. Selain itu, akan ada perpustakaan seni dan penelitian serta fasilitas konservasi.
Foto: Mathew and Ghosh Architects
Galeri Sydney Modern, Australia
Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-150, Galeri Seni New South Wales di Sydney akan diperluas termasuk ruang galeri Sydney Modern pada akhir tahun 2022. Atap hijau vegetasi, panel surya, dan pemanfaatan air hujan akan menjadikan bangunan ini salah satu yang paling berkelanjutan di Australia. Ruang galeri baru akan menampung karya-karya orang Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres.
Foto: Art Gallery of New South Wales, 2021
Museum Sains Robot, Korea Selatan
Museum Sains Robot akan dibuka di ibu kota Korea Selatan, Seoul, pada tahun 2023. Museum itu akan dibangun dengan bantuan robot dan drone, sementara manusia hanya akan memantau prosesnya. Museum ini akan berfokus pada realitas virtual, robotika, kecerdasan buatan dan teknologi hologram. (Ed: rap/as)
Penulis: Sophie Dissemond
Foto: Melike Altinisik Architects
10 foto1 | 10
Siapa yang benar tentang "Dubai dream"?
Tidak diragukan lagi, Dubai telah mengalami kerusakan ekonomi yang serius. Emirat ini adalah yang terbesar kedua dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab.
Iklan
Emirat Abu Dhabi sebenarnya memegang sebagian besar cadangan minyak UEA, sekitar 96%. Karena itu, sebagian besar pendapatan Dubai justru berasal dari sektor nonmigas, seperti pariwisata, jasa keuangan, teknologi, properti, dan logistik.
Dubai berpenduduk sekitar 3,8 juta jiwa, tapi hanya sekitar 10% yang merupakan warga asli Emirat. Arus masuk imigran, baik sebagai penduduk, investor, maupun wisatawan, telah mendorong pertumbuhan ekonomi Dubai, seiring meningkatnya permintaan barang dan jasa.
Media Inggris mengatakan antara 10% dan 15% dari populasi pra-perang sebanyak 240.000 warga Inggris telah meninggalkan DubaiFoto: Kerry Davies/Daily Mail/dmg media Licensing/picture alliance
Sebuah analisis tahun 2021 oleh Arab Gulf States Institute, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Washington, menunjukkan bahwa, "Populasi ekspatriat di UEA merupakan elemen utama pembangunan ekonomi dalam negeri.” Itulah mengapa "kontraksi jumlah populasi yang didorong oleh arus keluar ekspatriat kemungkinan akan berdampak pada ekonomi yang sangat besar.”
Tidak diketahui secara spesifik mengenai jumlah warga asing yang telah meninggalkan Dubai, baik secara permanen atau sementara, setelah AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari lalu. Beberapa laporan mengindikasikan ada sekitar puluhan ribu orang yang telah beranjak dari Dubai.
Arus masuk pariwisata juga telah berkurang secara signifikan. Sejumlah wawancara dengan pebisnis yang fokus pada pariwisata mengindikasi adanya penurunan jumlah pengunjung hingga sekitar 80%. Publikasi Arabian Gulf Business Insight mencatat bahwa di bulan Maret, tingkat okupansi hotel telah turun secara signifikan.
Selain itu, telah terjadi kerugian di bidang lain. Indeks acuan pasar saham Dubai telah kehilangan 16% nilainya selama perang. Para manajer di sektor jasa keuangan telah mengimbau staf untuk kerja dari rumah. Beberapa bahkan telah mengevakuasi pegawainya. Harga properti telah turun dari rekor tertinggi dan para pengamat menyebut bahwa pembeli mulai mundur dari rencana pembelian mereka.
Di Dubai, restoran kelas atas mengalami penurunan pengunjung hingga 90%, dan pemilik restoran memperkirakan akan ada penutupan dalam beberapa bulan mendatangFoto: Fatima Shbair/AP Photo/picture alliance
Bantuan pemerintah
Otoritas lokal berusaha membantu. Dalam dua minggu terakhir, UEA telah membuat sebuah paket kebijakan sebesar $272 juta atau setara dengan Rp4,6 triliun sebagai bentuk bantuan.
Paket ini memberikan tambahan waktu tiga bulan untuk pembayaran berbagai biaya pemerintah, termasuk pajak penjualan hotel dan pajak turis, serta memperpanjang tenggat pengajuan deklarasi kepabeanan. Otoritas UEA juga mendanai rencana untuk merangsang pariwisata setelah perang berakhir.
Menurut media Inggris, Financial Times, otoritas UEA juga berencana melonggarkan aturan status pajak dan izin tinggal untuk warga asing.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris