1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Fase Akhir Kampanye Pemilu di Jerman

21 September 2009

Makin dekat hari pemungutan suara di Jerman, makin lantang partai-partai kecil menyuarakan posisinya. Partai liberal FDP menyatakan hanya akan berkoalisi dengan Unikristen CDU/CSU.

Symbolbild Presseschau Pers Internasional
Presseschau

Harian Spanyol El Periodico de Catalunya yang terbit di Barcelona menulis:

Merkel atau Merkel. Kanselir Jerman berhasil memperkuat posisinya sedemikian rupa, sehingga setelah pemungutan suara, tidak ada alternatif selain dirinya. Hampir dapat dipastikan, ia akan memimpin pemerintahan berikutnya. Yang masih belum jelas adalah, dengan siapa Merkel memerintah. Dengan kubu liberal FDP, atau melanjutkan koalisi dengan sosialdemokrat SPD. Koalisi kubu kiri di bawah pimpinan SPD tidak mungkin terbentuk. Dalam sebuah fase, ketika negara ini baru lolos dari resesi, dan warga Jerman ingin kepastian, Merkel jelas menjadi favorit yang tak tertandingi.

Harian Austria Die Presse menyoroti ketegasan FDP yang menyatakan hanya akan berkoalisi dengan CDU dan menolak koalisi dengan SPD. Harian ini menulis:

Keputusan ketua FDP Guido Westerwelle, yang dengan tegas menetapkan koalisi dengan CDU sebagai target pemilu, adalah strategi yang benar. FDP belakangan banyak menampung suara dari pemilih CDU yang frustasi. Mereka melihat politik CDU sudah terlalu berciri sosialdemokrat. Jika FDP kemudian berkoalisi dengan SPD dan Partai Hijau, para pemilih ini tentu akan merasa terkecoh. Namun Westerwelle juga membuat dirinya sangat tergantung pada CDU. Dalam sebuah koalisi antara CDU/CSU dan FDP, sudah jelas siapa yang akan mendominasi.

Harian ekonomi Perancis Les Echos berkomentar:
Pertanyaan utamanya adalah: koalisi mana yang akan dibentuk Angela Merkel setelah hari pemungutan suara. Apakah ia akan melanjutkan kawin paksa dengan SPD pimpinan Frank Walter Steinmeier? Koalisi ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Atau Merkel akan berkoalisi dengan FDP pimpinan Guido Westerwelle? Ini memang mitra yang lebih wajar, namun tidak berarti lebih pasti.

Harian Jerman Süddeutsche Zeitung menulis:

Penegasan yang dilontarkan FDP untuk berkoalisi dengan CDU adalah upaya memperkuat kubu yang sebenarnya tidak ada lagi. Selama empat tahun, Westerwelle dengan gaya menantang terus menerus menuduh Merkel sedang menjalankan program sosialdemokrat. Bahkan menghadapi krisis keuangan, ia menyebut Merkel menjalankan politik sosialistis. Sekalipun demikian, ia sekarang memilih Merkel sebagai mitra koalisi. Menurut Westerwelle, antara FDP dengan SPD dan Partai Hijau ada perbedaan pandangan yang tidak bisa dijembatani.

Harian Jerman lainnya, Westdeutsche Zeitung menanggapi penegasan FDP sebagai berikut:

Pada akhir kampanye akhirnya terlihat dua kubu, Hitam-Kuning di satu pihak, dan Merah-Hijau di pihak lain. Jadi bagus, karena situasinya jadi jelas. Tapi kegembiraan yang muncul saat ini, mungkin akan jadi kesuraman hari Minggu mendatang. Sebab tekad bulat yang diucapkan sekarang tentu hanya ada artinya, jika salah satu kubu memenangkan lebih dari 50 persen kursi di parlemen.

HP/YF/dpa/afp