Flu Burung Serang Peternakan Jerman
7 April 2006
Berita yang ditakutkan para peternak unggas, masyarakat dan politisi itu ditegaskan hari Rabu (5/4). Sebuah peternakan di dekat Leipzig terbukti terinfeksi virus flu burung, yang juga berbahaya bagi manusia. Seluruhnya 16 ribu ternak unggas dimusnahkan. Hampir semua harian Jerman menyoroti tema yang meresahkan ini.
Harian Neue Presse yang terbit di Hannover menulis, penyebaran wabahnya dapat menyebabkan bencana ekonomi bagi cabang peternakan unggas.
"Berita mengenai wabah flu burung di sebuah peternakan Jerman, akan berdampak pada kemungkinan pembatasan ekspor, pemusnahan ternak secara massal dan tindakan pencegahan lebih ketat. Akan tetapi, tidak ada alasan untuk panik. Berbeda dengan kasus flu burung di negara-negara Asia, Afrika atau Timur Tengah, di Jerman penyebaran wabah pasti dapat dihindarkan, melalui kewaspadaan serta tindakan tegas."
Harian Leipziger Zeitung yang terbit di Leipzig menulis, para pejabat yang berwenang telah bereaksi cepat.
"Sekarang harus diteliti bagaimana cara penularannya, untuk mencegah kasus berikutnya. Jika hal itu disebabkan pelonggaran sebagian dari kewajiban pengandangan unggas, sehingga terjadi kontak dengan burung liar, maka harus ditarik konsekuensi yang tegas. Semua sudah menyadari, istilah H5N1 akan berkait erat dengan dampak kesehatan dan ekonomi."
Harian Sächsische Zeitung yang terbit di Dresden menulis, serangan flu burung di sebuah peternakan itu, jangan sampai menjadi wabah.
"Serangan flu burung di Jerman, ibaratnya baru merupakan sebuah titik api lokal. Jadi belum meluas kemana-mana. Juga kasusnya dapat diatasi dengan cepat. Memang sejauh ini belum terdapat ancaman penularan penyakitnya terhadap konsumen. Tapi para peternak unggas tentu saja gemetar, mengkhawatirkan kelanjutan usahanya."
Sementara harian Frankfurter Allgemeine Zeitung yang terbit di Frankfurt menulis:
"Mengapa diberikan izin khusus dari kewajiban pengandangan unggas? Sebab, sangat boleh jadi, ternak bersangkutan tertular virus H5N1 dari burung liar. Kini harus dijelaskan apa kriterianya. Dan mengapa dalam kasus ini amat diperlukan, melepas unggas ke tempat terbuka.".
Sementara harian Nordkurier yang terbit di Neu-Brandenburg menulis, di kawasan peternakan yang terinfeksi flu burung, telah dilaksanakan tindakan sesuai ketentuan.
"Ribuan kalkun, bebek dan angsa telah dimusnahkan. Didirikan kawasan karantina dan kawasan pemantauan. Sekarang diharapkan, semua peternak unggas tetap mematuhi ketentuan, untuk perlindungan ternaknya terhadap kemungkinan penularan flu burung. Satu kasus saja, dari orang yang serakah dan tidak bertanggung jawab atau dari pecinta binatang yang tolol, cukup untuk memicu terjadinya bencana nasional. Semua harus waspada. Sebab kepanikan massal yang dipicu ancaman pandemi kini sudah berada di depan mata."