1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Forum Strategi dan Ekonomi AS-Cina

27 Juli 2009

AS dan Cina akan tempatkan hubungan bilateral di atas dasar-dasar yang baru. Forum strategi dan ekonomi di Washington menjadi titik awalnya. Forum yang berlangsung dua hari tersebut dimulai Senin (27/07).

Dialogforum U.S.-China Strategic and Economic Dialogue
Presiden Barack Obama menyambut kedatangan wakil PM China Wang Qishan dalam upacara pembukaan forum dialog AS-ChinaFoto: AP

Presiden AS, Barack Obama membuka forum strategi dan ekonomi di Washington, yang diorganisir departemen luar negeri dan departemen keuangan. Pada kesempatan itu Obama menekankan, bagaimana pentingnya hubungan AS-Cina. "Hubungan antara AS dan Cina akan membentuk abad ke-21," demikian dikatakan Obama.

Kerjasama di Banyak Bidang

Keadaan ekonomi global, perubahan iklim, kelaparan dan kemiskinan di seluruh dunia dan pengurangan senjata. Di semua bidang ini AS dan Cina harus bekerjasama, demikian Obama. Dalam pembicaraan yang akan berlangsung, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Keuangan Timothy Geithner akan mewakili AS. Geithner mengatakan, AS akan berusaha meningkatkan kuota tabungan rakyatnya dan mengecilkan kekurangan di sektor perdagangan. Di masa depan ekonomi AS tidak akan hanya bertumpu pada konsumsi barang impor.

Wakil PM Wang Qishan (kiri), Menlu AS Hillary Rodham Clinton (tengah) dan Menkeu Timothy Geithner (27/07)Foto: AP

Hal ini dampaknya berlawanan bagi Cina, karena perkembangan ekonomi negara itu tidak akan dapat lagi bergantung pada ekspor barang ke AS. Jumlah permintaan akan barang di negara itu harus ditingkatkan. Jadi rakyat Cina harus mengurangi uang yang ditabung. Namun untuk itu mereka harus dapat bersandar pada jaminan sosial dari negara. Sampai saat ini jaminan itu tidak ada.

Dalam upacara pembukaan, AS juga menekankan bahwa Asia sangat penting. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan, bahwa AS ikut mengusahakan keamanan di kawasan Asia dalam 30 tahun terakhir. Ini akan diteruskan di masa depan. Clinton menambahkan, jika terjadi kesalahpahaman, itu akan diselesaikan dengan jalan damai.

Hak Asasi Manusia Penting

Masalah keamanan juga ditemakan dalam konferensi dua hari tersebut. Tema-tema yang disinggung adalah sengketa nuklir dengan Iran dan Korea Utara, juga masalah Afghanistan dan Pakistan. Masalah hak asasi manusia juga termasuk dalam program konferensi.

Barack Obama bersama Wang Qishan (tengah) dan Komisaris Negara Dai Bingguo (27/07)Foto: AP

Menyangkut HAM Obama menyatakan dengan jelas, bahwa AS menghormati kebudayaan dan keberhasilan Cina, tetapi ia menekankan, "Kami juga percaya, bahwa agama dan kebudayaan semua orang harus dihormati dan dilindungi. Setiap orang boleh memiliki dan menyatakan pendapatnya. Hak-hak ini juga dimiliki minoritas etnis dan agama di Cina serta warga minoritas di AS."

Cina Tampil Meyakinkan

Cina juga tampil meyakinkan di Washington. Presiden Hu Jintao mengirimkan pesan dan salam, di mana ia mengatakan bahwa kedua negara harus mengambilalih tanggung jawab bersama di banyak bidang. Berkaitan dengan situasi politik serta keuangan yang kompleks dan terus berubah, AS dan Cina harus mencari persamaan, mengurangi pertentangan, membangun rasa saling percaya dan meningkatkan kerjasama lewat dialog strategis dan ekonomi. Demikian Hu Jintao.

Wakil Perdana Menteri Wang Qishan mengatakan, Cina akan mempercepat industrialisasi dan urbanisasinya. Pasar Cina punya potensi besar, yang juga dapat menguntungkan negara-negara lain. Cina akan terus mereformasi dan membuka diri. Pemerintah Cina akan terus berupaya memerangi krisis ekonomi. Yang menjadi tujuan adalah stabilisasi perkembangan ekonomi. Demikian dikatakan Wang Qishan. Komisaris Negara Dai Bingguo menyatakan, konferensi ini adalah awal upaya dua negara, dengan sistem sosial, ideologi, kebudayaan, tradisi dan taraf perkembangan berbeda, untuk menghadapi tantangan di abad ke-21.

Christina Bergmann / Marjory Linardy

Editor: Ziphora Robina

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait