1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialJerman

Frankfurt: Bukan Sekadar Kilau Pencakar Langit

04:01

This browser does not support the video element.

Thedora Mavropoulos
16 Oktober 2025

Frankfurt punya pencakar langit tertinggi di Jerman itulah sebabnya kota di tepi sungai Main ini dijuluki “Main-hattan," seperti jantung kota New York di Amerika Serikat. Namun, di balik menara kaca yang menjulang, kota ini menyimpan wajah lain: yakni jalan-jalan tua, pasar penuh aroma, dan sejarah yang berlapis. Frankfurt paham bahwa kilau baja hanyalah satu bab dari kisah yang lebih panjang.

Frankfurt adalah kota metropolitan dan perbankan yang ramai dan pusat kegiatan internasional. Namun kota ini juga bisa sangat indah. Jika mengunjungi Frankfurt, jangan lewatkan Katedral Gotik Santo Bartolomeus. Gereja ini terletak di pusat kota tua, yang memiliki banyak gang sempit dan rumah-rumah kayu.

Itulah yang membawa kita ke lokasi menarik yang pertama. Yaitu balai kota, yang juga disebut Römer. Ini adalah salah satu balai kota tertua di Jerman. Namun demikian, tidak semua hal di sini seperti kenampakannya. Itu dijelaskan oleh pemandu wisata Verena Röse.

Frankfurt mengalami kehancuran parah dalam Perang Dunia II. Fasadnya masih utuh, saya rasa, 70%. Namun begitu orang melangkah ke dalam, orang akan merasa seperti berada di tahun 1950-an, demikian dijelaskan Verena Röse.

Tangga besar di dalam balai kota dibangun setelah perang. Bisa dibilang, Römer merupakan perpaduan arsitektur yang mencerminkan sejarah kota dari Abad Pertengahan hingga sekarang. Salah satu daya tarik di dalam gedung adalah Aula Kekaisaran dengan 52 lukisan para kaisar di zaman yang disebut “Romawi Suci”.