Isu keaslian sumber air kemasan kembali jadi sorotan. BPOM menegaskan klaim asal air harus diverifikasi sebelum izin edar diberikan. Produk dengan label resmi berarti sudah lolos verifikasi dan aman dikonsumsi.
BPOM memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan rutin terhadap air minum dalam kemasanFoto: darksoul72/Pond5 Images/IMAGO
Iklan
Isu mengenai keaslian sumber air mineral dalam kemasan dengan yang tercantum dalam label, kembali ramai menjadi sorotan publik. Sebagian konsumen mempertanyakan apakah klaim "air pegunungan" benar-benar sesuai dengan sumber yang selama ini dipakai perusahaan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Prof Taruna Ikrar menegaskan klaim sumber air tidak bisa dicantumkan sembarangan di label kemasan. Ada proses verifikasi sebelum suatu produk mendapatkan izin edar.
BPOM menjelaskan sebelum produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) mencantumkan asal sumber air, mereka harus memenuhi aturan ketat terkait pelabelan.
"Sebelum mencantumkan label, ada aturan di peraturan BPOM tentang pelabelan. Jadi tidak sekonyong-konyong kami memberikan izin label 'ini air dari pegunungan', 'ini air dari mana'. Ada verifikasinya," tegas Taruna dalam konferensi pers, Minggu (16/11).
Proses verifikasi ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang akan ditampilkan pada kemasan. Artinya, produsen harus membuktikan bahwa sumber air yang diklaim memang sesuai dengan lokasi dan karakteristik sumber yang sebenarnya.
BPOM menegaskan produk yang sudah mencantumkan label sumber air dan memiliki nomor izin edar resmi berarti sudah lolos verifikasi.
"Produsen yang sudah mencantumkan label air dari pegunungan dan memiliki izin edar dari BPOM berarti sudah terverifikasi," ujar Taruna.
Dampak Perubahan Iklim, Dunia Mengalami Krisis Air
Meningkatnya suhu dan gelombang panas yang ekstrem telah membuat negara-negara di seluruh dunia gersang. Bencana kekeringan melanda Cina, AS, Etiopia, hingga Inggris.
Foto: CFOTO/picture alliance
Krisis kelaparan di Tanduk Afrika
Etiopia, Kenya, dan Somalia saat ini mengalami kekeringan terburuk dalam lebih dari 40 tahun. Kondisi lahan kering menyebabkan masalah ketahanan pangan yang parah di wilayah tersebut, dengan 22 juta orang terancam kelaparan. Lebih dari 1 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena bencana kekeringan, yang diperkirakan akan berlanjut selama berbulan-bulan.
Foto: Eduardo Soteras/AFP/Getty Images
Sungai Yangtze mengering
Dasar sungai terpanjang ketiga di dunia, Sungai Yangtze, tersingkap karena krisis kekeringan melanda Cina. Permukaan air yang rendah berdampak pada distribusi dan pembangkit listrik tenaga air, dengan produksi listrik dari Bendungan Tiga Ngarai turun 40%. Sebagai upaya membatasi penggunaan listrik, beberapa pusat perbelanjaan mengurangi jam buka dan pabrik melakukan penjatahan listrik.
Foto: Chinatopix/AP/picture alliance
Hujan yang jarang terjadi di Irak
Irak yang sangat rentan terhadap perubahan iklim dan isu penggurunan terus berjuang mengatasi kekeringan yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut. Sebuah situs Warisan Dunia UNESCO di selatan negara itu pun telah mengering. Bencana kekeringan berkontribusi pada kontraksi ekonomi sekitar 17% dari sektor pertaniannya selama setahun terakhir.
Foto: Ahmad Al-Rubaye/AFP
Pembatasan penggunaan air di Amerika Serikat
Pasokan air Sungai Colorado menyusut setelah curah hujan jauh di bawah rata-rata selama lebih dari dua dekade. Krisis ini diyakini sebagai yang terburuk dalam lebih dari 1.000 tahun. Sungai yang mengalir melalui barat daya Amerika Serikat dan Meksiko, memasok air bagi jutaan orang dan lahan pertanian. Sejumlah negara bagian diminta untuk mengurangi penggunaan air dari Sungai Colorado.
Foto: John Locher/AP Photo/picture alliance
47% wilayah Eropa terancam kekeringan
Eropa mengalami gelombang panas ekstrem, sedikit hujan, dan kebakaran hutan. Hampir setengah wilayah benua itu saat ini terancam kekeringan, yang menurut para ahli bisa menjadi yang terburuk dalam 500 tahun. Sungai-sungai besar termasuk Rhein, Po, dan Loire telah menyusut. Permukaan air yang rendah berdampak pada transportasi barang dan produksi energi.
Foto: Ronan Houssin/NurPhoto/picture alliance
Dilarang pakai selang di Inggris
Beberapa wilayah di Inggris berada dalam status kekeringan pada pertengahan Agustus. Krisis kekeringan parah sejak 1935 melanda negara itu di bulan Juli. Pihak berwenang mencatat suhu terpanas Inggris pada 19 Juli mencapai 40,2 derajat Celsius. Penggunaan selang air untuk menyiram kebun atau mencuci mobil tidak diperbolehkan lagi selama Agustus di seluruh negeri.
Foto: Vuk Valcic/ZUMA Wire/IMAGO
Masa lalu prasejarah Spanyol terbongkar
Spanyol sangat terdampak oleh krisis kekeringan dan gelombang panas. Kondisi tersebut telah memicu kebakaran hutan hebat yang menghanguskan lebih dari 280.000 hektar lahan dan memaksa ribuan orang mengungsi. Permukaan air yang surut di sebuah bendungan mengungkap lingkaran batu prasejarah yang dijuluki "Stonehenge Spanyol".
Foto: Manu Fernandez/AP Photo/picture alliance
Beradaptasi dengan dunia yang lebih kering
Dari Tokyo hingga Cape Town, banyak negara dan kota di dunia beradaptasi mengatasi kondisi yang semakin kering dan panas. Solusinya tak harus berteknologi tinggi. Di Senegal, para petani membuat kebun melingkar yang memungkinkan akar tumbuh ke dalam, yang bisa menampung air berharga di daerah yang jarang hujan. Di Cile dan Maroko, orang menggunakan jaring yang mampu mengubah kabut jadi air minum.
Foto: ZOHRA BENSEMRA/REUTERS
Berjuang untuk tetap terhidrasi
Setelah Cape Town, Afrika Selatan, nyaris kehabisan air pada tahun 2018, kota ini memperkenalkan sejumlah langkah untuk memerangi kekeringan. Salah satu solusinya adalah menghilangkan spesies invasif seperti pinus dan kayu putih, yang menyerap lebih banyak air dibanding tanaman asli seperti semak fynbos. Pendekatan berbasis alam telah membantu menghemat miliaran liter air. (ha/yf)
Foto: Nic Bothma/epa/dpa/picture alliance
9 foto1 | 9
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan selama produk tersebut memiliki Nomor Izin Edar (NIE) yang valid. Nomor ini memastikan bahwa air yang dijual telah melalui evaluasi keamanan, mutu, pelabelan, serta kebenaran klaim.
BPOM memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan rutin terhadap air minum dalam kemasan, mulai dari proses produksi, sumber air baku, hingga distribusi ke konsumen. Tujuannya adalah agar seluruh produk yang beredar tetap memenuhi standar keamanan pangan dan tidak menyesatkan konsumen.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa nomor izin edar dan memperhatikan kondisi kemasan sebelum membeli atau mengonsumsi AMDK.