Beberapa kapal kargo Rusia yang berlabuh Israel, diduga telah mengangkut "gandum curian dari wilayah Ukraina" yang diduduki Rusia, menurut klaim Kyiv. Lantas bagaimana respons Israel?
Selama ini, hubungan Ukraina dan Israel terjalin baik dan kooperatif, hingga munculnya perselisihan terkait gandum. Hal ini bermula dari sebuah postingan Facebook Kateryna Yaresko, seorang jurnalis dari proyek SeaKrime.
Proyek Seakrime bernaung di bawah Myrotvorets Center, organisasi independen yang menyelidiki kejahatan atas keamanan nasional Ukraina.
Pada 12 April, Yaresko melaporkan bahwa kapal kargo Rusia, Abinsk, telah tiba di pelabuhan Israel, membawa gandum Ukraina yang dicuri.
Ia mengatakan bahwa kapal tersebut telah tiba di Haifa, Israel, dengan muatan 43.765,18 ton gandum dari wilayah Ukraina yang diduduki. Saat dipublikasikan, tidak ada konfirmasi resmi akan informasi tersebut.
Kedua menteri luar negeri saling berseteru
Dua minggu kemudian, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan bahwa kapal lain dengan muatan gandum curian wilayah Ukraina yang diduduki Rusia telah berlabuh di Israel. Akibatnya, duta besar Israel di Kyiv dipanggil menghadap Kementerian Luar Negeri Ukraina.
“Sulit dipahami mengapa Israel tidak memberikan tanggapan yang sesuai terhadap permintaan resmi Ukraina terkait kapal yang sebelumnya mengantarkan barang curian ke Haifa,” kata Sybiha di platform media sosial X.
“Kini, setelah kapal lainnya dengan muatan serupa tiba di Haifa, kami sekali lagi memperingatkan Israel agar tidak menerima gandum curian tersebut dan untuk tidak merusak hubungan kedua negara.”
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menanggapi kemarahan pihak Kyiv. “Bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum diserahkan,” tulisnya di X, sambil menambahkan bahwa masalah tersebut akan diselidiki dan bahwa pihak berwenang Israel akan bertindak sesuai hukum.
“Anda bahkan tidak mengajukan permohonan bantuan hukum sebelum menggunakan jalur media dan jejaring sosial,” katanya. “Hubungan diplomatik, terutama antara negara-negara sahabat, tidak dijalankan lewat Twitter atau media.”
Kementerian Luar Negeri Ukraina pun merilis kronologi sengketa gandum tersebut. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa masalah tersebut telah dibahas oleh para diplomat kedua negara di akhir Maret dan pada 15 April. Ukraina meminta bantuan hukum internasional dari Israel terkait kapal Abinsk.
“Pihak Israel secara prematur menyelesaikan proses pembongkaran muatan kapal tersebut dan mengizinkannya berangkat, meskipun Ukraina telah meminta agar tidak melakukan hal-hal tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri.
Ukraina bersiap paket sanksi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga turut angkat bicara mengenai perselisihan ini.
"Di negara normal mana pun, pembelian barang curian merupakan tindak pidana yang berkonsekuensi hukum. Hal ini berlaku secara khusus bagi gandum yang dicuri Rusia,” tulis Zelenskyy di Telegram pada 30 April.
Ia mengatakan bahwa Rusia secara sistematis mengangkut gandum dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia lalu mengekspornya. “Perdagangan semacam itu melanggar hukum Israel. Ukraina telah mengambil semua langkah diplomatik yang diperlukan untuk mencegah insiden semacam ini,” kata Zelenskyy.
Ia menekankan bahwa Ukraina sedang menyusun paket sanksi berdasarkan informasi intelijen. Paket tersebut akan menargetkan semua pihak yang terlibat dalam pengangkutan gandum ini, serta orang-orang yang “berusaha mendapatkan keuntungan dari kegiatan kriminal tersebut.”
Menurut Zelenskyy, Kyiv sedang berkoordinasi dengan mitra-mitra Eropa untuk memastikan bahwa individu-individu yang dimaksud juga dimasukkan ke dalam daftar sanksi Eropa.
Iklan
Meminta bukti
Pakar militer Israel, David Sharp, menduga bahwa pihak Israel tidak akan memperburuk situasi jika telah menerima bukti yang komprehensif dari Kyiv mengenai asal-usul gandum dari wilayah yang diduduki.
“Tidak ada yang menginginkan masalah ini dari memburuknya hubungan dengan Ukraina hingga sanksi,” kata Sharp kepada DW. Pertanyaannya adalah bukti apa yang sebenarnya disajikan Ukraina dan apa yang sebenarnya diterima pihak Israel.
Sharp menekankan bahwa Israel adalah negara dengan sistem peradilan yang independen, di mana hubungan bisnis swasta dilindungi oleh hukum. Kementerian Luar Negeri tidak dapat memerintahkan seorang pengusaha untuk membatalkan kontrak pembelian gandum. Melakukan hal itu akan mengakibatkan pejabat pemerintah digugat ke pengadilan.
“Mengakhiri kontrak memerlukan bukti hukum yang kuat, termasuk bukti intelijen,” jelas Sharp. “Jika Ukraina ingin Israel memblokir kesepakatan, kecurigaan semata atau postingan media sosial tidak cukup. Ukraina harus memberikan bukti yang dapat digunakan pemerintah Israel di pengadilan atau diserahkan ke kantor kejaksaan.”
Pada 24 Februari 2022 pagi, Rusia menginvasi Ukraina. Menurut PBB, ribuan tentara dan warga sipil telah tewas. Linimasa peristiwa mengejutkan terekam dalam foto-foto berikut ini.
Foto: Anatolii Stepanov/AFP/Getty Images
Hari yang gelap bagi jutaan orang
Pada 24 Februari 2022 pagi, banyak warga Ukraina terbangun karena ledakan seperti ini di ibu kota, Kyiv. Rusia telah melancarkan invasi besar-besaran, menandai serangan terbesar oleh satu negara terhadap negara lain sejak Perang Dunia II. Tak lama berselang, Ukraina mengumumkan darurat militer. Bangunan sipil menjadi sasaran dan kasus kematian pertama dilaporkan segera setelah itu.
Foto: Ukrainian President s Office/Zuma/imago images
Penembakan terus-menerus
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara tentang "operasi militer khusus" dan mengatakan dia akan merebut wilayah timur Donetsk dan Luhansk. Penduduk kota Mariupol di Oblast Donetsk berlindung di ruang bawah tanah selama berminggu-minggu. Banyak yang mati di bawah reruntuhan. Serangan udara Rusia di teater, tempat ratusan orang berlindung pada Maret 2022, dikecam oleh kelompok hak asasi manusia.
Foto: Nikolai Trishin/TASS/dpa/picture alliance
Eksodus massal
Perang di Ukraina telah menyebabkan pengungsian besar-besaran yang tak terlihat di Eropa sejak Perang Dunia II. Menurut badan pengungsi PBB (UNHCR), lebih dari 8 juta orang telah meninggalkan negara itu. Polandia sendiri telah menampung 1,5 juta orang, lebih banyak dari negara Uni Eropa lainnya. Jutaan orang, terutama dari timur dan selatan Ukraina, terpaksa mengungsi dari perang.
Foto: Anatolii Stepanov/AFP
"Adegan" horor di Bucha
Hanya dalam beberapa minggu, tentara Ukraina berhasil mengusir pasukan militer Rusia dari daerah di utara dan timur laut negara itu. Rencana Rusia untuk mengepung ibu kota, Kyiv, gagal. Setelah wilayah dibebaskan, dugaan kekejaman Rusia menjadi jelas. Gambar warga sipil yang disiksa dan dibunuh di Bucha, dekat Kyiv, menyebar ke seluruh dunia. Para pejabat melaporkan ada 461 kematian.
Foto: Carol Guzy/ZUMA PRESS/dpa/picture alliance
Kehancuran dan kematian di Kramatorsk
Jumlah korban sipil di Donbas meningkat pesat. Pejabat mengatakan kepada penduduk sipil untuk mundur ke daerah yang lebih aman, tetapi rudal Rusia juga menargetkan mereka saat berusaha melarikan diri, termasuk di Kramatorsk. Lebih dari 61 warga tewas dan 120 lainnya terluka di stasiun kereta api pada April 2022, di saat ribuan orang berharap bisa menyelamatkan diri.
Selama serangan udara Rusia, jutaan orang Ukraina mencari perlindungan di tempat-tempat penampungan. Bagi orang-orang yang dekat dengan garis depan dalam jangkauan artileri, ruang bawah tanah telah menjadi rumah kedua. Di Kyiv (seperti yang terlihat di atas) dan Kharkiv, stasiun kereta bawah tanah menjadi tempat berlindung yang aman.
Foto: Dimitar Dilkoff/AFP/Getty Images
Risiko nuklir tinggi di Zaporizhzhia
Pada minggu-minggu pertama setelah invasi, Rusia menduduki sebagian besar wilayah selatan dan timur Ukraina, termasuk dekat Kyiv. Pertempuran meluas ke lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di tenggara, yang sejak saat itu berada di bawah kendali Rusia. Badan Energi Atom Internasional mengirim para ahli ke PLTN tersebut dan menyerukan zona aman di sekitar area itu.
Foto: Str./AFP/Getty Images
Jumlah korban tewas tidak jelas
Jumlah pasti korban tewas akibat perang masih belum jelas. Menurut PBB, setidaknya 7.200 warga sipil telah tewas dan 12.000 lainnya terluka, bahkan jumlah yang sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. Jumlah pasti tentara Ukraina yang tewas juga tidak pasti. Pada Desember 2022, penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak memperkirakan jumlahnya mencapai 13.000 jiwa.
Foto: Raphael Lafargue/abaca/picture alliance
Kiriman senjata dari Barat untuk Ukraina
Pengiriman senjata dari negara-negara Barat ke Ukraina telah menjadi topik hangat sejak awal perang, tetapi mulanya Kyiv hanya menerima sedikit. Peluncur roket HIMARS buatan AS benar-benar membantu pertahanan. Mereka telah mengizinkan militer Ukraina untuk menghentikan pasokan amunisi ke artileri Rusia dan kemungkinan besar juga berkontribusi pada keberhasilan serangan balik Ukraina.
Foto: James Lefty Larimer/US Army/Zuma Wire/IMAGO
Harapan bisa segera masuk Uni Eropa
Pesan video harian dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, di mana dia melaporkan kondisi negara dan perang yang sedang berlangsung, dilihat oleh jutaan orang. Zelenskyy tidak hanya mampu menyatukan penduduk negaranya, tetapi juga mendapatkan dukungan Barat. Integrasi Eropa telah berkembang pesat di bawah kepemimpinannya dan Ukraina sekarang berada di jalur menuju keanggotaan Uni Eropa. (ha/hp)
Foto: Kenzo Tribouillard/AFP
10 foto1 | 10
Tantangan dalam pengumpulan bukti
Ivan Us, konsultan senior di Institut Studi Strategis Nasional di Kyiv, menjelaskan bahwa ini bukan kali pertama Rusia berusaha melegalkan gandum hasil curian dari wilyah Ukraina. Gandum tersebut diangkut dari wilayah yang diduduki, dicampur dengan gandum Rusia di depot transshipment, dilaporkan sebagai gandum Rusia, dan akhirnya dijual kembali.
“Dari sudut pandang kami, ini adalah gandum curian, tetapi bagi pembeli, ini mungkin tampak sebagai produk legal,” kata pakar kebijakan luar negeri tersebut. Hal ini mempersulit pengumpulan bukti dan penuntutan hukum.
Menurut Serhiy Danylov dari Asosiasi Ukraina untuk Studi Timur Tengah, kedutaan Ukraina telah memberikan informasi intelijen kepada pihak Israel mengenai rute, pengiriman gandum melalui laut, serta pemilik dan logistik di balik pengiriman tersebut. Danylov mengkritik Israel karena mengabaikan semua peringatan yang diberikan Ukraina.
“Meskipun kapal pertama tidak memicu reaksi yang begitu kuat, kini kita melihat dimensi baru dari respons Ukraina,” kata Danylov kepada DW. “Dalam pernyataannya, Zelenskyy untuk pertama kalinya menyebut sanksi, termasuk yang dikoordinasikan dengan Uni Eropa. Ini bukan lagi sekadar protes diplomatik, melainkan sinyal bahwa langkah-langkah konkret akan diambil. Tanggapan Kementerian Luar Negeri Israel, jujur saja, tidak menyenangkan. Mereka secara efektif membantah bahwa ada bukti yang cukup."
Efek perang Rusia terhadap Ukraina dirasakan di seluruh dunia. Harga makanan dan bahan bakar meningkat di mana-mana. Di beberapa negara kerusuhan pecah akibat naiknya harga barang kebutuhan utama.
Foto: Dong Jianghui/dpa/XinHua/picture alliance
Belanja Semakin Mahal di Jerman
Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.
Foto: Moritz Frankenberg/dpa/picture alliance
Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya
Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.
Foto: SIMON MAINA/AFP via Getty Images
Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?
Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.
Foto: Burak Kara/Getty Images
Harga Gandum Melonjak di Irak
Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.
Foto: Ameer Al Mohammedaw/dpa/picture alliance
Unjuk Rasa di Peru
Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.
Foto: ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images
Keadaan Darurat di Sri Lanka
Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.
Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.
Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak
Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka "fish and chips". Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.
Foto: ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images
Peluang Ekonomi bagi Nigeria?
Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)
Foto: PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images
9 foto1 | 9
Ukraina minta bantuan hukum Israel
Sementara itu, Kyiv telah mengirimkan paket dokumen ke pihak Israel untuk membantu mereka menindak kapal Rusia yang mengangkut gandum curian. Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengumumkan hal ini di Telegram pada 29 April. Kapal yang dimaksud bernama Panoramitis.
“Permohonan bantuan hukum telah diajukan kepada otoritas Israel,” kata Kravchenko. Ia menekankan bahwa Ukraina telah meminta mitra Israel untuk menahan kapal beserta muatannya, menggeledahnya, mengamankan dokumen kapal dan muatan, mengambil sampel gandum, serta menginterogasi awak kapal.
Menurut Kravchenko, sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, lebih dari 1,7 juta ton produk pertanian dengan nilai total sekitar €388 juta (Rp7,9 triliun) telah diekspor secara ilegal dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Pada 30 April, dari laporan kantor berita Interfax-Ukraine yang mengutip surat kabar The Marker Israel menyatakan bahwa perusahaan Israel Zenziper akhirnya menolak menerima kiriman tersebut, yang kemungkinan besar merupakan gandum hasil curian dari Ukraina. Kapal kargo tersebut telah pun telah meninggalkan Haifa.
“Kami menang, kapal kargo itu meninggalkan pelabuhan menuju perairan netral. Kami akan menindaklanjuti proses pidana dan sanksi ini sampai tuntas,” kata Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgen Korniychuk, kepada kantor berita tersebut.
Menurut sebuah laporan, pemasok Rusia telah mengetahui adanya perintah penolakan muatan tersebut. Perusahaan impor gandum Zenziper menyatakan bahwa “Pemasok Rusia, pengirim gandum tersebut harus mencari lokasi bongkar muat lainnya.”
“Ini adalah pertama kalinya pengiriman gandum, yang diyakini telah dicuri di Ukraina, tidak diterima dan dibongkar muat di Israel,” kata media Israel seperti dikutip Interfax-Ukraine.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Ukraina