1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikTimur Tengah

Gelombang Serangan Israel Mengguncang Lebanon

01:05

This browser does not support the video element.

9 April 2026

Israel melancarkan rangkaian serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon pada Rabu (08/04), yang menurut otoritas kesehatan setempat menewaskan lebih dari 100 orang.

Kepanikan melanda Lebanon setelah Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara ke Beirut dan sejumlah kota lain dalam satu hari. Bom menghantam berbagai bangunan di pusat ibu kota serta wilayah lainnya, menyebabkan kerusakan luas di kawasan permukiman. Pihak berwenang Lebanon menyatakan sedikitnya 100 orang tewas dan sekitar 800 lainnya terluka akibat rentetan serangan tersebut.

Sejumlah warga menggambarkan situasi yang mencekam, dengan serangan yang disebut datang tanpa peringatan dan memicu ketakutan, terutama di kalangan anak-anak.

Ada pula warga yang mempertanyakan alasan pengeboman di kawasan yang disebut sebagai area permukiman sipil. Sementara itu, rumah sakit dilaporkan kewalahan menangani lonjakan korban luka dan mendesak masyarakat untuk mendonorkan darah.

Serangan Israel terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Namun, Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan militan Hizbullah dan menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, Pakistan yang berperan sebagai mediator menyebut gencatan senjata mencakup Lebanon dan berlaku segera di seluruh wilayah, sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Gedung Putih membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata saat ini.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait