1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Gempa Bumi Susulan Mematikan Guncang Jepang

15 April 2016

Gempa bumi susulan yanng menghantam pulau Kyushu di Jepang Selatan menewaskan sembilan orang. Lebih dari 800 dilaporkan cedera, dan puluhan ribu kehilangan tempat tinggal.

Japan Erdbeben
Foto: Reuters/Kyodo

Gempa bumi susulan mengguncang Kyushu Jumat pukul 0:03 pagi waktu setempat. Dengan kekuatan 6,4 pada skala Richter gempa susulan yang lebih besar dari gempa sebelumnya, menyebabkan sembilan orang tewas, lebih dari 800 orang cedera, sementara puluhan ribu terpaksa diungsikan.



Karena gempa bumi terjadi tengah malam, aparat berwenang mengalami kesulitan untuk segera mengetahui jumlah korban dan kerusakan. Dengan bantuan kamera infra merah, helikopter polisi berupaya mendeteksi rumah-rumah yang rusak total atau setengah rubuh. Demikian keterangan menteri yang berwenang dalam urusan bencana, Taro Kono. Pemerintah mengkhawatirkan, jumlah orang yang cedera bisa meningkat.



Menurut laporan sejauh ini, kerusakan terberat terjadi di kota Mashiki, yang berlokasi sekitar 900 km di sebelah barat daya Tokyo. Tim penolong masih berusaha mencari warga yang mungkin terperangkap di bawah reruntuhan. Demikian keterangan stasiun penyiaran NHK. Perusahaan listrik Kyushu Electric Power menyatakan 16.000 rumah tangga di dan sekitar Mashiki terputus dari aliran listrik. Warga juga terpaksa mengambil air di kantor-kantor, karena saluran air ke rumah mereka juga terputus.


Pemerintah jaga keamanan warga

Lebih dari 3.000 tentara, polisi dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memberikan pertolongan di kawasan yang dilanda bencana, dan menjaga keamanan. Demikian dinyatakan PM Shinzo Abe. Ia menyatakan juga, akan mengirimkan lebih banyak bantuan jika diperlukan. Kepada sebuah komite khusus di parlemen Abe menyatakan, akan mengambil semua langkah untuk menjamin keamanan dan keselamatan warga lokal



Laporan yang disiarkan lewat televisi menunjukkan tentara membagi-bagikan bantuan seperti selimut dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Pemberian bantuan terus berlanjut sepanjang malam, walaupun kerap terhenti akibat gempa susulan yang terjadi lebih dari 100 kali. Lewat siaran televisi, warga juga digerakkan untuk mengecek dan membantu tetangga lanjut usia yang tinggal sendirian, yang tidak bisa meninggalkan rumah tanpa bantuan.

Untuk menjaga keamanan, layanan kereta kilat Shinkasen dihentikan untuk sementara waktu. Juru bicara pemerintah menyatakan, dari instalasi nuklir yang berlokasi di dekat kawasan yang dilanda gempa tidak ada kelainan apapun.

ml/as (twitter, afp, dpa, rtr)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait