Menurut surat kabar Bild am Sonntag, beberapa kota di Jerman akan diperkuat dengan unit pertahanan anti-drone yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk melindungi infrastruktur penting dari potensi serangan drone.
Jerman menyiapkan perisai baru terhadap sabotase di lokasi-lokasi pentingFoto: Ardan Fuessmann/IMAGO
Iklan
Jerman sedang merencanakan sistem perlindungan menyeluruh untuk mencegah serangan seperti yang terjadi di Bandara Leipzig. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Jerman, Alexander Dobrindt, pada hari Minggu (06/09).
Pada 4 Agustus lalu, beberapa drone kecil menargetkan Bandara Leipzig-Halle. Salah satu drone mengenai pesawat yang sedang terparkir, sementara drone lainnya diduga menghantam pesawat kargo yang sedang mendekati bandara.
Badan intelijen Jerman menuduh Rusia berada di balik insiden tersebut, tapi Moskow membantah tuduhan itu.
Bandara Leipzig-Halle adalah pusat kargo utama yang digunakan untuk menerbangkan senjata dan perbekalan menuju UkrainaFoto: Daniel Kessler/imageBROKER/picture alliance
Dobrindt ungkap rencana perisai anti-drone Jerman
Dobrindt mengatakan kepada surat kabar Bild am Sonntag bahwa serangan hibrida Rusia kini menjadi kenyataan yang bisa terjadi setiap hari. Ia menambahkan, "Serangan-serangan ini akan semakin meningkat, tetapi kita dapat mempertahankan diri dan melindungi diri kita."
Surat kabar tersebut mengutip informasi dari Kementerian Dalam Negeri Jerman yang menunjukkan bahwa pemerintah berencana memperluas unit pertahanan anti-drone bergerak milik kepolisian federal.
Langkah-langkah yang akan diambil mencakup penggunaan kendaraan dan helikopter yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk melindungi wilayah udara di atas kota-kota penting, seperti Frankfurt, München, dan Berlin dari ancaman serangan drone.
Menurut Bild, perisai pertahanan ini tidak hanya mampu mencegat drone, tetapi juga dapat menjinakkan bom yang dibawa drone serta perangkat peledak lainnya.
Surat kabar itu juga menjelaskan bahwa perubahan undang-undang akan memungkinkan operator infrastruktur penting, termasuk perusahaan penyedia air, listrik, dan industri pertahanan, untuk mendeteksi serta melawan upaya sabotase menggunakan drone.
Jammer membanjiri drone dengan suara radio sehingga pilot tidak dapat lagi mengarahkannyaFoto: Michael Bihlmayer/Bihlmayerfotografie/IMAGO
Lavrov tuduh Merz ingin berperang
Pada hari Minggu (06/09), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa tuduhan Jerman terhadap Rusia pada dasarnya merupakan "awal dari perang yang sesungguhnya."
Ia kembali menegaskan bantahan Rusia atas keterlibatan dalam serangan drone di Leipzig. Lavrov juga mengkritik Kanselir Jerman Friedrich Merz yang berencana meningkatkan kemampuan militer negaranya sebagai respons terhadap ancaman hibrida.
"Semua pernyataan Merz tentang menjadikan Jerman kembali sebagai kekuatan militer utama di Eropa sedang diwujudkan dalam praktik. Pada dasarnya, ia sedang menyatakan perang terhadap kami," kata Lavrov kepada saluran televisi pemerintah Rusia, Vesti.
Lavrov juga mengkritik keputusan Jerman untuk menutup pusat kebudayaan Russian House di Berlin dan konsulat Rusia di Bonn.
Teknologi baru akan untuk meningkatkan keamanan siber
Bild juga melaporkan bahwa Jerman akan membangun perisai siber nasional yang bertujuan mendeteksi dan menggagalkan serangan peretasan.
Langkah ini diambil di tengah ratusan serangan siber yang setiap hari menargetkan lembaga pemerintah, infrastruktur, dan perusahaan. Banyak dari serangan tersebut dituduhkan berasal dari Rusia, negara-negara lain, maupun kelompok kriminal.
Surat kabar itu menambahkan bahwa pemerintah juga ingin memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI), teknologi pengenalan wajah biometrik, dan sistem pengawasan video, khususnya di pusat-pusat transportasi. Tujuannya adalah mengidentifikasi pelaku yang dicurigai sebelum mereka sempat melakukan serangan.
Iklan
Lebih dari 1.000 penampakan drone pada 2025
Kepala Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA), Holger Münch, mengatakan kepada Bild pada Desember lalu bahwa lebih dari 1.000 aktivitas penerbangan drone mencurigakan tercatat di Jerman sepanjang tahun sebelumnya.
Sebagian besar insiden tersebut menargetkan fasilitas militer, bandara, pelabuhan, dan perusahaan pertahanan. Kasus-kasus itu umumnya dianggap sebagai aktivitas pengintaian atau intimidasi, bukan serangan langsung.
Bandara Leipzig sebelumnya juga pernah menjadi sasaran dugaan sabotase. Pada Juli 2024, sebuah paket yang diduga dikirim oleh pihak yang terkait Rusia dan mengandung bahan pembakar terbakar di pusat logistik DHL di bandara tersebut.
Pada 24 Februari 2022 pagi, Rusia menginvasi Ukraina. Menurut PBB, ribuan tentara dan warga sipil telah tewas. Linimasa peristiwa mengejutkan terekam dalam foto-foto berikut ini.
Foto: Anatolii Stepanov/AFP/Getty Images
Hari yang gelap bagi jutaan orang
Pada 24 Februari 2022 pagi, banyak warga Ukraina terbangun karena ledakan seperti ini di ibu kota, Kyiv. Rusia telah melancarkan invasi besar-besaran, menandai serangan terbesar oleh satu negara terhadap negara lain sejak Perang Dunia II. Tak lama berselang, Ukraina mengumumkan darurat militer. Bangunan sipil menjadi sasaran dan kasus kematian pertama dilaporkan segera setelah itu.
Foto: Ukrainian President s Office/Zuma/imago images
Penembakan terus-menerus
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara tentang "operasi militer khusus" dan mengatakan dia akan merebut wilayah timur Donetsk dan Luhansk. Penduduk kota Mariupol di Oblast Donetsk berlindung di ruang bawah tanah selama berminggu-minggu. Banyak yang mati di bawah reruntuhan. Serangan udara Rusia di teater, tempat ratusan orang berlindung pada Maret 2022, dikecam oleh kelompok hak asasi manusia.
Foto: Nikolai Trishin/TASS/dpa/picture alliance
Eksodus massal
Perang di Ukraina telah menyebabkan pengungsian besar-besaran yang tak terlihat di Eropa sejak Perang Dunia II. Menurut badan pengungsi PBB (UNHCR), lebih dari 8 juta orang telah meninggalkan negara itu. Polandia sendiri telah menampung 1,5 juta orang, lebih banyak dari negara Uni Eropa lainnya. Jutaan orang, terutama dari timur dan selatan Ukraina, terpaksa mengungsi dari perang.
Foto: Anatolii Stepanov/AFP
"Adegan" horor di Bucha
Hanya dalam beberapa minggu, tentara Ukraina berhasil mengusir pasukan militer Rusia dari daerah di utara dan timur laut negara itu. Rencana Rusia untuk mengepung ibu kota, Kyiv, gagal. Setelah wilayah dibebaskan, dugaan kekejaman Rusia menjadi jelas. Gambar warga sipil yang disiksa dan dibunuh di Bucha, dekat Kyiv, menyebar ke seluruh dunia. Para pejabat melaporkan ada 461 kematian.
Foto: Carol Guzy/ZUMA PRESS/dpa/picture alliance
Kehancuran dan kematian di Kramatorsk
Jumlah korban sipil di Donbas meningkat pesat. Pejabat mengatakan kepada penduduk sipil untuk mundur ke daerah yang lebih aman, tetapi rudal Rusia juga menargetkan mereka saat berusaha melarikan diri, termasuk di Kramatorsk. Lebih dari 61 warga tewas dan 120 lainnya terluka di stasiun kereta api pada April 2022, di saat ribuan orang berharap bisa menyelamatkan diri.
Selama serangan udara Rusia, jutaan orang Ukraina mencari perlindungan di tempat-tempat penampungan. Bagi orang-orang yang dekat dengan garis depan dalam jangkauan artileri, ruang bawah tanah telah menjadi rumah kedua. Di Kyiv (seperti yang terlihat di atas) dan Kharkiv, stasiun kereta bawah tanah menjadi tempat berlindung yang aman.
Foto: Dimitar Dilkoff/AFP/Getty Images
Risiko nuklir tinggi di Zaporizhzhia
Pada minggu-minggu pertama setelah invasi, Rusia menduduki sebagian besar wilayah selatan dan timur Ukraina, termasuk dekat Kyiv. Pertempuran meluas ke lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di tenggara, yang sejak saat itu berada di bawah kendali Rusia. Badan Energi Atom Internasional mengirim para ahli ke PLTN tersebut dan menyerukan zona aman di sekitar area itu.
Foto: Str./AFP/Getty Images
Jumlah korban tewas tidak jelas
Jumlah pasti korban tewas akibat perang masih belum jelas. Menurut PBB, setidaknya 7.200 warga sipil telah tewas dan 12.000 lainnya terluka, bahkan jumlah yang sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. Jumlah pasti tentara Ukraina yang tewas juga tidak pasti. Pada Desember 2022, penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak memperkirakan jumlahnya mencapai 13.000 jiwa.
Foto: Raphael Lafargue/abaca/picture alliance
Kiriman senjata dari Barat untuk Ukraina
Pengiriman senjata dari negara-negara Barat ke Ukraina telah menjadi topik hangat sejak awal perang, tetapi mulanya Kyiv hanya menerima sedikit. Peluncur roket HIMARS buatan AS benar-benar membantu pertahanan. Mereka telah mengizinkan militer Ukraina untuk menghentikan pasokan amunisi ke artileri Rusia dan kemungkinan besar juga berkontribusi pada keberhasilan serangan balik Ukraina.
Foto: James Lefty Larimer/US Army/Zuma Wire/IMAGO
Harapan bisa segera masuk Uni Eropa
Pesan video harian dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, di mana dia melaporkan kondisi negara dan perang yang sedang berlangsung, dilihat oleh jutaan orang. Zelenskyy tidak hanya mampu menyatukan penduduk negaranya, tetapi juga mendapatkan dukungan Barat. Integrasi Eropa telah berkembang pesat di bawah kepemimpinannya dan Ukraina sekarang berada di jalur menuju keanggotaan Uni Eropa. (ha/hp)
Foto: Kenzo Tribouillard/AFP
10 foto1 | 10
Pusat logistik kargo itu juga digunakan oleh militer Ukraina dan NATO untuk mengangkut senjata melalui jalur udara guna mendukung pertahanan Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahas Inggris