Hadiah Nobel Bagi Imuwan Jerman
11 Oktober 2007
Penganugerahan Hadiah Nobel bagi dua ilmuwan Jerman dikomentari harian-harian Jerman. Harian Märkische Allgemeine yang terbit di Potsdam berkomentar : Penghargaan kepada Gerhard Ertl dan Peter Grünberg oleh komite Nobel di Stockholm membuktikan, Jerman belum tersisih dari posisinya sebagai tempat penelitian ilmiah terkemuka. Walaupun terjadi brain-drain dari para ilmuwan terkemuka Jerman ke AS, ternyata di lembaga penelitian luar universitas ditunjukkan kinerja mengagumkan. Hadiah Nobel bagi dua ilmuwan Jerman, akan menarik perhatian dunia terhadap penelitian di Jerman, dan juga menarik ilmuwan terkemuka dari luar negeri untuk datang.
Harian Stuttgarter Zeitung yang terbit di Stuttgart juga menulis komentar senada. Sebelumnya banyak yang meragukan, Jerman dapat meraih lagi hadiah Nobel. Penghargaan ganda bagi Grünberg dan Ertl, menunjukkan kinerja mereka yang sejak lama diakui dunia. Dahulu di tahun 80-an, ilmuwan Jerman merupakan langganan peraih hadiah Nobel. Perasaan bangga, kembali memenangkan hadiah Nobel, ibaratnya seperti gabungan perasaan terpilihnya Paus warga Jerman dan penyelenggaraan Piala Dunia.
Sementara harian Rhein-Neckar Zeitung yang terbit di Heidelberg menulis komentar lebih kritis: Dua penghargaan itu kelihatannya menyangkal pendapat, Jerman yang dahulu merupakan negara penelitian paling getol, kini sudah loyo. Tapi jika diamati lebih dalam lagi, penghargaan itu bagaikan ekor komet yang cemerlang, dari runtuhnya sebuah zaman keemasan ilmiah di Jerman. Terlalu lama pendidikan ilmu alam diabaikan dalam spektrum luas. Komitee Nobel sekarang ikut melontarkan tuntutan dan arahannya.
Tema lainnya yang disoroti dengan tajam harian-harian internasional adalah kunjungan presiden Perancis, Nicolas Sarkozy kepada presiden Rusia, Wladimir Putin di Moskow. Harian Italia La Stampa yang terbit di Turin berkomentar : Amat sulit mengambil hati Rusia. Presiden Perancis, Sarkozy tidak banyak mencapai hasil dalam perundingannya di Moskow. Konferensi pers bersama Putin berjalan dalam suasana dingin. Terutama dalam sengketa atom Iran, posisi Rusia yang membela Teheran, amat berseberangan dengan posisi Perancis, yang mengancam akan membom Iran.
Dan terakhir harian Perancis Le Journal de la Haute-Marne yang terbit di Chaumont berkomentar : Sarkozy yang berkemauan kuat tidak mampu menggoyahkan Putin. Terutama Putin tidak mau mengalah dalam tema sengketa atom Iran. Juga dalam tema hak asasi manusia, tuan rumah di Kremlin menunjukkan karakternya yang kuat kepada tamunya dari Perancis. Sejak beberapa tahun terakhir ini, presiden Rusia terus memetik point kemenangan di panggung internasional. Terutama ia tahu persis, bahwa mitranya di Eropa barat, lebih membutuhkan dirinya ketimbang ia membutuhkan mitranya.