1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hadiah Sacharov 2008 bagi Hu Jia

Gui, Hao (DW Asien) 23 Oktober 2008

Aktifis HAM Cina, Hu Jia dipilih oleh Parlemen Eropa sebagai penerima Hadiah Sacharov untuk kebebasan berpendapat. Siapakah Hu Jia, dan mengapa pemerintah Cina sedemikian gigih menentang pemberian penghargaan baginya?

Aktifis HAM Cina, Hu Jia.Foto: AP

Hu Jia dinilai sebagai pembela HAM paling gigih di Cina. Penghargaan yang dibarengi dana sebesar 50.000 Euro itu menggunakan nama tokoh pembangkang di Uni Soviet, yang juga merupakan penerima Hadiah Nobel Perdamaian, Andrej Sacharov. Setiap tahunnya hadiah itu diberikan kepada orang yang memperjuangkan HAM dan demokrasi. Tetapi sejak bulan April lalu Hu Jia dijatuhi vonis tahanan tiga setengah tahun penjara atas tuduhan mengobarkan subversi.

Sekilas Hu Jia tidak terlihat seperti pejuang mati-matian HAM. Pria berusia 35 tahun itu berperawakan kecil dan kurus. Gaya bicaranya tersusun, ibaratnya seorang gurubesar ilmu filsafat. Dia berbicara pada media-media asing dan mengecam kondisi HAM di Cina. Dia memperjuangkan kepentingan pejuang HAM lainnya yang ditahan, mengupayakan perbaikan bagi para penderita Aids dan lantang memprotes pencemaran lingkungan. Bagi pihak yang berwenang Cina, Hu merupakan duri dalam daging.

Sejak tahun 2006 secara tak resmi Hu Jia sudah dikenai tahanan rumah. Tetapi dia terus melancarkan kritik. Dikecamnya, bahwa menjelang Olimpiade, Cina tidak menaati HAM. Pelayanan medis bagi para penderita Aids di daerah pedesaan sangat buruk. Bulan November tahun lalu lewat web-cam nya dia berpartisipasi dalam acara dengar pendapat di Parlemen Eropa mengenai HAM di Cina. Tak lama kemudian dia ditahan.

Desember 2007, dalam salah satu wawancara terakhirnya dengan DW, dia mengecam buruknya jaminan sosial bagi para penderita Aids di Cina. Dia yakin, diskriminasi terhadap para penderita Aids di Cina ada di urutan teratas. Dikatakan Hu Jia selanjutnya: "Masalahnya, ketika pertengahan tahun 80-an virus itu mulai dikenal di dunia barat, Cina seperti menyorakinya. Penyakit itu dipropagandakan sebagai hasil dari gaya hidup kapitalis yang bobrok dan akan hancur. Narkoba, homoseksualitas dan prostitusi adalah penyebabnya. Dengan demikian bagi masyarakat Cina, penderita Aids itu salah sendiri. Hidup mereka 'kotor'."

Tanggal 28 Desember 2007 dia ditahan. Tetapi dunia baru mengetahuinya awal tahun 2008. Hu Jia dipersalahkan memuat enam tulisan yang mengritik pemerintah Cina di internet dan memberikan dua interview kepada pers asing. Diperkirakan penahanan itu terkait dengan penampilannya lewat video pada Parlemen Eropa. Ketua Parlemen Eropa Hans Gert Pöttering menjadi marah ketika mendengar laporan, bahwa Hu Jia dijatuhi hukuman tiga setengah tahun penjara.

Menurut Pöttering: "Kalau Hu Jia berhubungan dengan Parlemen Eropa lewat internet, itu sesuai dengan standar internasional. Pertukaran pendapat sedunia harus bisa dilakukan. Teknik yang ada harus dimanfaatkan, dan untuk itu tidak ada orang yang patut dihukum. HAM berlaku di seluruh dunia, termasuk di Cina."


Tetapi bagi pemerintah Cina, Hu Jia adalah penjahat. Aktifis paling terkenal Cina itu, tahun ini pun merupakan salah seorang yang dicalonkan untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Penghargaan dari Parlemen Eropa dapat merupakan pelipur bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Demikian dikatakan Teng Biao, orang kepercayaan Hu dan pakar ilmu hukum di Beijing.

Hanya saja Teng Biao tidak dapat mengatakan, apakah dalam kondisi sekarang penghargaan itu memang dapat membantunya. Namun penghargaan bagi Hu, jelas merupakan pembangkit semangat bagi aktifis HAM lainnya di Cina. (dgl)