1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hakim Persidangan Husni Mubarak Mundur

13 April 2013

Hakim yang memimpin persidangan ulang terhadap mantan presiden Husni Mubarak mundur dengan alasan "tidak nyaman".

Foto: picture-alliance/AP

Mantan presiden Mesir Hosni Mubarak muncul di persidangan ulang, terkait tuduhan kasus pembunuhan demonstran yang terjadi tahun 2011.

Mengenakan setelan warna putih, mantan orang nomor satu di Mesir itu, didorong dengan tandu ke pengadilan pada hari Sabtu (13/04).

Husni MubarakFoto: picture-alliance/dpa

Namun mendadak, hakim Mustafa Hassan Abdullah mundur dari persidangan ulang itu, dengan alasan merasa “tidak nyaman” dalam mengkaji kasus tersebut, dan merujuk kasus ini ke pengadilan lain.

Dengan pengawalan ketat kepolisian, pengadilan digelar di pinggiran Kota Kairo. Mubarak diterbangkan ke gedung pengadilan dengan menggunakan helikopter. Para kerabat korban tewas dalam aksi demonstrasi berteriak:"Rakyat menghendaki eksekusi bagi Mubarak!"

Setelah aksi demontrasi yang diwarnai kekerasan berkecamuk, mantan presiden Mobarak mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 11 Februari 2011.

Diterbangkan dengan helikopterFoto: picture-alliance/AP

Mubarak, mantan menteri dalam negeri Mesir Habib al-Adli dan empat orang dekat Mubarak menjalani persidangan kembali, dalam kasus pembunuhan terhadap lebih dari 800 demonstran. Persidangan kembali berlangsung setelah pengadilan banding menerima banding yang diajukan keduanya.

Jaksa penuntut menyatakan Mubarak memerintahan penembakan terhadap para demonstran, untuk menekan aksi protes agar tidak menyebar lebih luas.

Mubarak dan Adli menjalani hukuman penjara seumur hidup, karena dianggap gagal meredam tewasnya warga dalam aksi unjuk rasa. Namun kemudian pengacaranya mengajukan banding dan pengadilan menguatkan keluhan mereka, termasuk mengenai lemahnya bukti yang diajukan jaksa. Keputusan itu memicu amarah publik.

Ditandu ke pengadilanFoto: picture-alliance/AP

Mubarak tampak mengalami masalah kesehatan yang buruk. Pria berusia 84 tahun itu ditahan di rumah sakit militer di Kairo. Dalam persidangan terdahulu ia pun tampak di muka umum dengan ditandu.

ap/rtr/dw/AP