Hangat Dinginnya Rusia-Jerman
21 Desember 2007
Hubungan antara Jerman dan Rusia terlihat baik dan jelas, jika itu menyangkut kemitraan dagang. Apalagi sejak baru-baru ini sejumlah perusahaan kedua kedua negara mengeksplorasi gas yang akan disalurkan lewat jalur pipa yang direncanakan dibangun oleh Jerman dan Rusia.
Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier bahkan hadir ketika untuk pertama kalinya gas di Siberia Barat dieksplorasi secara bersama. Pada saat itu Steinmeier bertemu dengan kenalan lamanya, Dmitri Medwedev yang kini diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai penggantinya.
Steinmeier melihat perkembangan ini sebagai sinyal keberlangsungan hubungan kedua negara: "Kedua tokoh tersebut hendak mengembangkan kemitraan dengan Eropa. Dan saya mengasumsi bahwa hubungan pribadi juga menolong.“
Menteri Luar Negeri Jerman Steinmeier kenal Medwedev, yang merupakan orang dekat Putin, cukup lama, yakni sejak dia menjabat sebagai kepala staf di kantor mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder. Schröder dikenal punya hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Putin.
Kanselir Jerman saat ini, Angela Merkel memang menganggap hubungan dengan Rusia sangat penting, namun dia menjaga jarak dengan Putin. Meskipun pasokan energi dari Rusia sangat penting untuk Jerman, Merkel jelas bersikap lain dari Schröder jika menghadapi masalah hak asasi manusia.
Ketika polisi Rusia memukuli warga yang melakukan aksi unjuk rasa secara damai, Kanselir Merkel mengomentari: "Hak berdemonstrasi tidak berarti menantang wewenang negara. Tapi jika seseorang tidak melakukan sesuatu dan hanya berdemonstrasi secara damai, ini menurut pendapat saya adalah sesuatu yang berbeda.“
Intimidasi terhadap pihak oposisi sebelum dan sepanjang pemilihan parlemen Rusia awal Desember lalu juga merupakan duri di mata Kanselir Jerman. Jurubicara pemerintah Thomas Steg mengemukakan: "Tidak mungkin ada keraguan dalam hal ini, bila dibandingkan dengan ukuran dan standar kita, pemilu itu bukan pemilu yang bebas, adil dan demokratis.“
Juga tidak ada kesamaan antara Jerman dan Rusia dalam tema-tema penting yang menyangkut kebijakan luar negeri masing-masing, apakah itu mengenai Iran atau pun Kosovo. Pada tahun 2007 ini tidak ada kesepakatan yang berhasil tercapai antara Rusia dan Uni Eropa. Pada awal tahun, Putin sudah menyerang pemerintah AS di Konferensi Keamanan di München, sehubungan dengan rencana penempatan sistem penangkis rudal di Eropa Timur.
Meskipun Angela Merkel berupaya untuk memperbaiki hubungan ke Rusia, tampaknya sulit untuk menjalin kemitraan yang lebih baik. Merkel pernah mengatakan bahwa hubungan Rusia dan Jerman adalah merupakan kemitraan strategis, sebuah konsep yang dapat mencakup kerjasama dan juga kritik, namun bukan kemitraan yang erat.