1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Ekonomi

Hannover Messe Bantu Kembangkan Industri 4.0 Indonesia

13 April 2021

Presiden RI Joko Widodo dan Kanselir Jerman Angela Merkel hadir secara virtual meresmikan pembukaan Hannover Messe 2021, Senin (12/04). Ini jadi ajang Indonesia memamerkan teknologi modern dalam proses manufaktur.

Presiden Joko Widodo dan Kanselir Jerman meresmikan Hannover Messe 2021 secara virtual, Senin (12/04)
Presiden Joko Widodo dan Kanselir Jerman meresmikan Hannover Messe 2021 secara virtual, Senin (12/04)Foto: Muchlis Jr /Presidential Palace Jakarta

Indonesia bermitra dengan Jerman selaku penyelenggara pameran Hannover Messe, salah satu pameran terbesar dunia untuk teknologi industri, untuk bersama mewujudkan transformasi digital di Indonesia.

Presiden Joko Widodo yang hadir secara virtual dalam penyelenggaraan Hannover Messe 2021 bersama Kanselir Jerman Angela Merkel, yang juga hadir secara virtual, meresmikan bersama pembukaan Hannover Messe 2021 Digital Edition.

"Di masa pandemi, transformasi teknologi khususnya teknologi digital semakin penting. Transformasi teknologi yang menciptakan momentum, bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi, namun sekaligus melakukan lompatan besar ke depan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/04).

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam pembukaan Hannover Messe 2021, Senin (12/04)Foto: Muchlis Jr /Presidential Palace Jakarta

Partisipasi Indonesia dalam Hannover Messe sejalan dengan inisiatif strategis peta jalan industri nasional "Making Indonesia 4.0" yang telah diluncurkan Jokowi tahun 2018 lalu.

Dengan mengangkat tema "Making Indonesia 4.0" dan slogan "Connect to Accelerate", semua pihak di Indonesia bersinergi untuk mendukung pertumbuhan industri di Indonesia yang sekaligus memperkenalkan kapabilitas negara di bidang teknologi manufaktur dan infrastruktur digital.

Transformasi ekonomi digital

Industri 4.0 menjadi modal bagi Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara. Ini merupakan kekuatan tersendiri bagi Indonesia untuk mewujudkan visi tersebut.

Di depan Merkel, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak startup dengan kategori unicorn dan decacorn.

"Ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki startup sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia. Indonesia memiliki 5 unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki 1 decacorn," jelas Jokowi.

Industri 4.0 Indonesia merupakan yang tercepat di Asia TenggaraFoto: Muchlis Jr /Presidential Palace Jakarta

Diperkirakan pada tahun 2025 mendatang, industri 4.0 Indonesia akan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan jumlah mencapai USD 133 miliar (Rp 1.862 triliun). Kemajuan industri tersebut dapat mengantarkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi global.

Dalam kesempatan ini Jokowi juga berharap kemitraan Indonesia dan Jerman dapat semakin erat sehingga kedua negara dapat "melompat jauh untuk keluar dari krisis, pulih, dan tumbuh lebih kuat."

Ajang pamer teknologi modern

Duta Besar Indonesia untuk Jerman Arif Havas Oegroseno lewat cuitannya mengatakan bahwa Indonesia siap bekerja sama dengan Jerman untuk menjaga perdamaian, stabilitas dan kemakmuran ekonomi serta kelestarian lingkungan. Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam pameran Hannover Messe tahun 2023 mendatang.

Indonesia akan menghadirkan sekitar 156 eksibitor pada salah satu pameran terbesar dunia untuk teknologi industri yang telah berjalan selama lebih dari 72 tahun tersebut. Para eksibitor berasal dari perusahaan industri skala besar, industri kecil dan menengah, rintisan, kawasan industri, asosiasi industri, BUMN, serta kementerian dan lembaga.

Mereka akan memamerkan teknologi modern dalam proses manufaktur yang dimiliki Indonesia sehingga diharapkan akan memperluas jejaring dan pasar ekspor global serta menarik potensi investasi ke Indonesia.

Turut hadir dalam pembukaan Hannover Messe 2021 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

rap/gtp (dari berbagai sumber)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait