Emas dan bitcoin mencapai rekor nilai tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi menjadi faktor pendorong, sementara keraguan terhadap dolar AS menarik minat investor institusional.
Seiring meningkatnya ketidakstabilan ekonomi dan politik, para investor beralih ke aset aman, dengan permintaan emas dan bitcoin yang terus tumbuhFoto: Jiri Hera/Zoonar/picture alliance
Iklan
Beberapa minggu terakhir menjadi masa yang menggembirakan bagi yang memiliki saham emas dan bitcoin dalam portofolio perdagangan mereka. Kedua komoditas tersebut telah mencapai rekor niai tertinggi seiring dengan meningkatnya dukungan investor.
Harga emas menembus $3.900 (sekitar Rp65 juta) per ons troy minggu ini, satu ons troy adalah satuan berat untuk logam mulia yang setara dengan 31,1 gram.
Sementara itu, pada Minggu (5/10), mata uang kripto tertua dan paling terkenal di dunia, bitcoin, mencapai rekor baru ketika menembus nilai $125.000 (sekitar Rp2 miliar) untuk pertama kalinya, sebelum turun sedikit.
Tahun 2025 sejauh ini menjadi masa keemasan bagi kedua komoditas tersebut. Emas mengalami reli terbesar sejak tahun 1970-an, dengan harga naik lebih dari 50% sejak 1 Januari lalu. Bitcoin sempat mengalami penurunan selama gejolak pada tahun 2025, tetapi nilainya meningkat sekitar sepertiga sejak awal tahun.
7 Fakta Menarik Di Balik Kemilau Emas
Hobi mengumpulkan emas? Tergila-gila dengan perhiasan emas? Atau punya gigi emas? Terdapat banyak fakta menarik di balik kemewahan logam mulia ini,
Foto: Fotolia/Scanrail
Selain perhiasan juga untuk pengobatan
Salah satu metode pengobatan rheumatoid arthritis adalah dengan menyuntikkan garam berbasis emas langsung ke sendi. Partikel nano emas juga digunakan untuk mendiagnosa kanker prostat, HIV dan tes malaria. Selain itu, isotop radioaktif emas dimanfaatkan sebagai radioterapi untuk beberapa jenis kanker. Ribuan tahun lalu bahkan sudah ada gigi palsu emas.
Foto: picture-alliance/ dpa
Berasal dari angkasa luar
Emas di Bumi dan banyak logam mulia lain diduga kuat berasal dari meteor yang jatuh ke planet kita 4 miliar tahun yang lalu. Salah satu penelitian tentang ini dilakukan oleh tim dari Universitas Bristol, Inggris. Saat hujan batu angkasa terjadi, kerak bumi telah mengeras sehingga serpihan logam yang terkandung di dalam meteorit saat menghujam bumi menyangkut di lapisan-lapisan tanah.
Foto: Nasa/Getty Images
Bisa dimakan
Emas murni tak menimbulkan reaksi beracun ketika masuk ke dalam tubuh. Logam mulia tidak mengoksidasi, berkarat atau bereaksi dengan unsur-unsur kimia lain. Serpihan emas murni, bahkan dapat dimakan, meskipun tak membawa nutrisi apapun. Yang jelas harga makanan itu membuat kantung kempes. Ini foto coklat yang ditaburi emas.
Foto: picture-alliance/Photocuisine
Logam multiguna
Tujuh puluh delapan persennya digunakan sebagai perhiasan. Industri elektronik juga memanfaatkan emas, karena logam ini merupakan konduktor listrik yang sangat baik dan tidak menimbulkan karat (korosi). Emas pun sangat mudah dibentuk, sehingga proses manufaktur jadi lebih mudah dibandingkan dengan logam lainnya.
Foto: picture-alliance/Pixsell/F. Brala
Telefon genggammu ada emasnya
Semakin murah harga gadget dan semakin mudah di-upgrade, maka limbah elektronikpun makin banyak. Di dalam barang-barang elektronik ini ada emasnya. Menurut laporan UNEP tahun 2009, dalam tiap satu ton tumpukan gadget terdapat 340 gram emas. Mungkin kalau banyak ponsel rusak di rumah, bisa kumpulkan emasnya.
Foto: Reuters
Limbah pengolahannya berbahaya
Bijih emas digali, dilarutkan dengan sianida dan kemudian ditempa. Emas memang mengagumkan, tetapi limbah beracun akibat pengolahannya harus diperlakukan sama dengan limbah radioaktif. Banyak metode pengolahan emas yang menimbulkan limbah berbahaya. Belum lagi, penggalian emas secara besar-besaran, bisa menimbulkan pencemaran racun sianida yang membunuh spesies di sekitar lokasi penggalian.
Foto: picture-alliance/dpa
Satu ons emas seluas kamar tidur kecil
Satu ons emas jika ditempa bisa menjadi lembaran super tipis yang luasnya menutupi sebuah kamar tidur kecil. Emas dapat dibuat menjadi kawat yang tipisnya sepertiga dari ketebalan rambut manusia. 1 ons emas bis dibuat menjadi benang sepanjang 8 kilometer.
Foto: Fotolia/Victoria Andreas
7 foto1 | 7
Mengapa hal ini terjadi?
Emas telah lama dianggap sebagai aset safe-haven atau aset aman yang dipilih investor selama masa ketidakpastian, dan nilainya telah meningkat tajam sejak akhir 2018, dengan kenaikan lebih dari 300% sejak saat itu.
Iklan
Ketidakpastian menjadi salah satu faktor dalam reli saat ini. Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberlakukan tarif resiprokal pada bulan April lalu, memicu kekhawatiran terkait ekonomi global, keberlanjutan tingkat utang pemerintah AS, dan masa depan dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan akibat perang Rusia di Ukraina dan perang di Gaza juga turut berperan.
Faktor lain yang muncul baru-baru ini adalah penghentian operasional pemerintahan AS. Emas secara luas dipandang oleh investor sebagai alternatif dari dolar AS, yang nilainya telah turun tajam tahun ini.
Emas juga diuntungkan dari menurunnya dukungan terhadap yen Jepang sebagai aset safe-haven. Saham Jepang melonjak nilainya di bursa pada hari Senin, setelah dikonfirmasi bahwa Sanae Takaichi terpilih sebagai pemimpin partai berkuasa LDP, yang membuka jalan baginya untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama di negara itu. Namun, secara keseluruhan yen tetap terus melemah.
"Pelemahan yen akibat pemilihan LDP Jepang, membuat investor kehilangan satu lagi aset safe-haven, dan emas mampu memanfaatkannya,” kata Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, kepada kantor berita Reuters.
Situasi di AS juga menambah daya tarik emas. "Penutupan operasional pemerintahan AS yang berkelanjutan, berarti awan ketidakpastian masih menggantung di atas ekonomi AS, dan potensi besarnya dampak terhadap PDB,” tambahnya.
Kekhawatiran semakin meningkat bahwa penutupan pemerintahan AS akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi AS yang kuatFoto: M. Scott Brauer/IMAGO/ZUMA Press Wire
Namun, para ahli mengatakan, ada lebih banyak faktor di balik lonjakan harga emas kali ini selain keraguan terhadap masa depan ekonomi AS atau ekonomi global. Beberapa analis menyebutkan, adanya peningkatan permintaan terhadap dana yang diperdagangkan di bursa berbasis emas (gold-backed exchange traded funds / ETF), dengan semakin banyak investor dari berbagai latar belakang tertarik untuk berinvestasi.
"Fakta bahwa permintaan ETF kembali muncul dengan sangat kuat, berarti ada dua bentuk penawar ‘agresif' untuk emas, dari bank sentral dan investor ETF,” tulis analis Deutsche Bank dalam catatan kepada klien.
Emas telah lama diborong oleh bank-bank sentral di seluruh dunia, tetapi permintaan baru dari ETF telah memicu reli saat ini. Data terbaru dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) menunjukkan, dana lindung nilai (hedge funds) kini memegang rekor kepemilikan emas senilai $73 miliar (sekitar Rp1.215 triliun).
Bagaimana dengan bitcoin?
Reli rekor bitcoin sebagian besar didorong oleh terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS, dengan dukungannya yang jelas dan sering terhadap mata uang kripto membantu meningkatkan permintaan dan kepercayaan di sektor tersebut.
Namun, ada bukti semakin banyak investor institusional yang menanamkan modal pada bitcoin, mirip dengan tren yang terlihat pada emas. Komoditas ini kini semakin disukai sebagai alternatif terhadap aset lain seperti dolar AS. Prakiraan akan ada pemotongan suku bunga, tampaknya juga mendorong investor untuk mengambil risiko lebih besar terhadap aset ini.
Bitcoin juga tampaknya menguat karena ketidakpastian terhadap ekonomi AS, dengan penutupan operasional pemerintahan yang berkelanjutan, yang meningkatkan permintaan.
"Penutupan operasional pemerintahan menjadi penting kali ini,” tulis Geoffrey Kendrick, kepala riset aset digital di Standard Chartered Bank, dalam catatan kepada investor.
"Tahun ini, bitcoin telah diperdagangkan dengan ‘risiko pemerintahan AS,' yang paling terlihat dari hubungannya dengan US Treasury term premium,” tambahnya, merujuk pada metrik yang mengukur imbal hasil tambahan yang diminta investor untuk memegang obligasi pemerintah jangka panjang, yang mencerminkan tingkat kepercayaan mereka terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang.
Faktor lain yang mungkin memengaruhi kekuatan bitcoin saat ini, berkaitan dengan siklus tahunannya. Oktober secara historis merupakan salah satu bulan terkuat bagi bitcoin, dengan harga yang hanya turun dua kali selama bulan Oktober sejak 2013.
Bagaimana Cara Kerja dan Transaksi dengan Bitcoin?
Bitcoin adalah cryptocurrency atau mata uang digital paling menonjol yang telah mengalami perubahan nilai secara drastis. Simak penjelasan DW mengenai cara kerja Bitcoin berikut ini.
Token samar
Bitcoin dianggap sebagai mata uang digital karena hanya eksis secara virtual, tanpa koin atau uang kertas fisik yang ada di perputaran mata uang publik. Bitcoin juga tidak dapat ditransaksinan secara mandiri dan berada di luar jaringan bank komersial maupun bank sentral. Identitas pemilik bitcoin dan transaksinya tersembunyi.
Pendiri Bitcoin misterius
Cryptocurrency pertama kali dideskripsikan secara publik pada tahun 2008 oleh orang atau seklompok orang yang tidak dikenal, yang menggunakan nama Satoshi Nakamoto. Penggunaan mata uang digital ini dimulai sejak Januari 2009, ketika dirilis sebagai piranti lunak open source.
Bagaimana cara mendapatkan Bitcoin?
Ada tiga cara berbeda untuk memperoleh Bitcoin. Pertama, Anda dapat membeli dengan alat pembayaran yang sah di bursa online virtual seperti Coinbase atau Bitfinance. Kedua, Anda dapat menerima Bitcoin sebagai "pembayaran" atas produk dan layanan Anda. Dan ketiga, Anda dapat membuat Bitcoin Anda sendiri melalui proses yang disebut "penambangan."
Tanpa dompet virtual? Tidak bisa punya Bitcoin
Sebelum membeli Bitcoin, Anda harus menginstal perangkat lunak dompet virtuall yang berisi alamat serta kunci pribadi yang hanya dimiliki sang pemilik untuk mengirim atau menerima mata uang digital. Tanpa dompet virtual, Anda tidak dapat memiliki Bitcoin.
Proses pembayaran dengan Bitcoin
Untuk melihat bagaimana proses pembayaran dengan Bitcoin, mari kita bayangkan Tuan X ingin membeli topi dari Nyonya Y. Hal pertama yang perlu dilakukan Nyonya Y adalah mengirimkan alamat dompet virtualnya kepada Tuan X.
Rangkaian rantai balok
Setelah Tuan X menerima alamat dompet virtual Nyonya Y, dia akan "menandatangani" transaksi dengan kunci pribadinya untuk memverifikasi bahwa dia pengirim Bitcoin. Transaksi sekarang disimpan di blockchain Bitcoin dengan ribuan transaksi lain yang dilakukan dengan Bitcoin setiap hari.
Penambang di era digital
Sekarang transaksi Tuan X disiarkan ke semua peserta lain di jaringan blockchain peer-to-peer, yang juga disebut node. Pada dasarnya, ini adalah komputer pribadi atau "penambang", yang memverifikasi validitas transaksi. Setelah itu, Bitcoin dikirim ke alamat virtual Nyonya Y, di mana dia sekarang dapat membuka kunci transfer dengan kunci pribadinya.
Ruang mesin Bitcoin
Secara teoritis, setiap orang bisa menjadi "penambang" di jaringan blockchain. Pemrosesan Bitcoin mengamankan transaksi dengan menambahkan transaksi baru (atau blok) ke rantai dan menyimpannya dalam antrian.
Rangkaian data yang tidak dapat diubah
Transaksi Bitcoin antara Tuan X dan Nyonya Y akhirnya dimasukkan dalam buku besar, di mana semua transaksi dikonfirmasi sebagai blok. Saat setiap blok memasuki sistem, semua pengguna diberi tahu tentang setiap transaksi. Siapa yang telah mengirim berapa banyak Bitcoin kepada siapa, identitas mereka tetap anonim. Setelah dikonfirmasi, transaksi tidak dapat dibatalkan oleh siapa pun.
Penambangan kontroversial Bitcoin
Penambang menghasilkan Bitcoin baru saat mereka memproses transaksi. Setelah diselesaikan, blok baru ditambahkan ke rantai dan penambang diberi hadiah Bitcoin. Cina adalah penambang terbesar di jaringan Bitcoin. Biaya listrik yang murah memberikannya keunggulan atas penambang saingan, terutama dari AS, Rusia, Iran, dan Malaysia.
Bitcoin yang haus energi
Jaringan Bitcoin mengonsumsi energi dalam jumlah besar, sekitar 120 terawatt jam daya per tahun. Indeks Konsumsi Listrik Bitcoin dari Universitas Cambridge, menghitung bahwa cryptocurrency membutuhkan lebih banyak energi dibanding masing-masing negara yang ditunjukkan dengan warna biru pada peta di atas. (Grafik: Per Sander
Teks: Gudrun Haupt/ha/ hp)
11 foto1 | 11
Apakah reli ini akan berlanjut?
Banyak pengamat memperkirakan, emas dan bitcoin akan terus naik nilainya, dengan pencapaian rekor baru di depan mata.
"Saya menduga bitcoin akan terus naik selama penutupan operasional pemerintahan AS, dan akan segera mencapai $135.000 (sekitar Rp2,25 miliar),” prediksi Geoffrey Kendrick. Fakta bahwa pemerintahan Trump kemungkinan akan terus menerapkan kebijakan yang mendukung mata uang kripto, menambah rasa optimisme.
Untuk emas, hanya sedikit yang memperkirakan nilainya akan turun dalam waktu dekat.
Presiden AS Donald Trump tidak menyembunyikan dukungannya terhadap sektor kriptoFoto: Ian Maule/AFP/Getty Images
"Reli bisa berlanjut hingga 2026 dengan bantuan pembelian dari sektor resmi; permintaan institusional terhadap emas sebagai diversifikasi dapat tetap kuat,” kata HSBC dalam catatan kepada investor pada hari Jumat.
Bank yang berbasis di London, Inggris, itu menyebutkan, pihaknya memperkirakan bank-bank sentral akan terus membeli emas dalam jumlah besar, sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik yang sedang berlangsung.
Hal ini sejalan dengan pernyataan terakhir Dewan Emas Dunia (World Gold Council) dalam laporan triwulanannya pada akhir Juli, yang menyatakan survei tahunan terhadap manajer cadangan menunjukkan bahwa "95% manajer cadangan meyakini bahwa cadangan emas bank sentral global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.”
Fakta tersebut, bersama dengan meningkatnya permintaan ETF dari dana lindung nilai dan investor institusional lainnya, menunjukkan bahwa komoditas ini kemungkinan akan segera menembus angka $4.000 (sekitar Rp66,6 juta) per ons troy.
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris