Hasil Pemilu Negara Bagian Jerman
29 Januari 2008
Minggu sore (27/01) di markas Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD). Anggota partai SPD meneriakkan nama calon utama partai Andrea Ypsilanti. Menurut penghitungan suara sementara, di negara bagian Hessen, partai SPD menang tipis dari partai pemerintah Partai Kristen Demokrat Jerman CDU.
Ini adalah kebanggaan dan keberhasilan bagi politisi partai SPD Andrea Ypslanti: "Saudara sekalian, malam ini kami menyatakan: kaum sosial demokrat kembali berjaya! Kami berjuang demi budaya politik yang berbeda di negeri ini dan kami memang, saudara-saudara.“
Namun ternyata Partai SPD terlalu dini mengumumkan kemenangannya. Beberapa jam kemudian, penghitungan suara menunjukkan Partai SPD meraih 36,7 persen, sementara Partai CDU berhasil memperoleh 0,1 persen suara lebih banyak.
Partai Kristen Demokrat terguncang. Hasil ini membuktikan hilangnya kepercayaan rakyat pada partai dan juga perdana menteri negara bagian Hessen, Roland Koch. Reaksi kanselir Merkel atas kekalahan partainya:
"Kami kehilangan suara di Hessen dan itu memang menyakitkan. Tapi CDU tetap partai terkuat dan itu berarti Roland Koch mendapat mandat pemerintahan di Hessen. Koalisi antara CDU dan FDP tetap lebih kuat daripada gabungan partai merah dan hijau.“
Sebenarnya, kejutan yang terbesar dalam pemilu di dua negara bagian Jerman akhir pekan lalu adalah keberhasilan Partai Kiri meraih lima persen lebih suara. Dengan demikian, peta politik Jerman tak lagi didominasi empat partai, yaitu Partai Uni Kristen (CDU/CSU), Partai Hijau, Partai Demokrat Liberal dan Partai Sosial Demokrat.
Untuk membentuk suatu pemerintahan diperlukan mayoritas absolut yang hampir tak mungkin diraih dua partai besar CDU dan SPD. Sehingga, mau tak mau mereka harus berkoalisi dengan salah satu lawan politik yang dirasa paling dekat dengan program partainya.
Pengamat politik dari Universitas Münster Profesor Wichard Woyke: "Ini berarti, di masa depan Jerman akan menggunakan sistem lima partai. Selain itu, pembentukan pemerintahan akan lebih sulit, setiap partai harus lebih fleksibel dalam bergerak untuk dapat membentuk suatu pemerintahan.“
Merosotnya pamor partai CDU juga berdampak buruk pada perdana menteri negara bagian Hessen, Roland Koch. Politisi yang berusia 49 tahun itu harus melupakan dulu ambisinya menjadi kandidat kanselir bagi Partai Kristen Demokrat.
Dan bagi Kanselir Merkel, kekalahan Koch berarti suatu peringatan: gaya kampanye Koch tidak sesuai bagi kampanye tingkat nasional yang mulai digelar untuk pemilu tahun depan. Bagi warga Jerman, bukan kaum pendatang dan menguatnya kelompok komunis yang mereka takutkan. Mereka lebih kuatir menghadapi masa depan yang tidak jelas dan takut tertinggal boom ekonomi Jerman. (zer)