Thailand punya aturan yang sangat ketat soal penghinaan terhadap keluarga Kerajaan yang dikenal dengan lèse-majesté. Orang asing jarang sekali dijerat dengan aturan ini.
Maha Vajiralongkorn, yang dikenal sebagai Rama X, tidak sepopuler ayahnya, Bhumibol Adulyadej, yang wafat pada tahun 2016Foto: Sunti Teapia/Manager newspaper/dpa/picture alliance
Akademisi bernama Paul Chambers, yang mengajar ilmu politik di Universitas Naresuan di Thailand bagian utara itu, sebelumnya melapor ke kantor polisi di provinsi Phitsanulok, sekitar 360 kilometer di utara Bangkok.
Polisi pertama kali memanggilnya minggu lalu untuk mendengar dakwaan yang dituduhkan kepadanya menyusul laporan dari Angkatan Darat Thailand.
7 Fakta tentang Thailand
Kita tidak banyak mendengar tentang Thailand, kecuali jika negara Gajah Putih ini tengah dalam gejolak. Berikut beberapa fakta tentang negara ini yang Anda mungkin belum ketahui.
Foto: picture-alliance/Horst Galuschka
Tanah Merdeka
Nama Thailand dalam bahasa Thai adalah Prathet Thai, yang artinya “Tanah Kebebasan”. Thailand adalah salah satu negara di Asia dan satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah. Bahasa nasional Thailand adalah bahasa Thai. Seperti bahasa Lao, Vietnam, dan China, bahasa Thai adalah bahasa yang menggunakan gaya suara. Alfabetnya ada 32 huruf vokal dan 44 konsonan.
Foto: Reuters
Agama
Buddhisme adalah agama terbesar di Thailand dengan 94.6% penduduk memeluk agama tersebut. Pemeluk Islam berjumlah 4.6%, Kristen 0.7%, sementara agama lainnya 0.1%.
Foto: Reuters/D. Sagolj
Bendera Nasional
Berkibar setiap harinya antara 08:00 dan 18:00. Bendera Thailand diperkenalkan pada tahun 1917 oleh Raja Vajiravudh. Dua bilah garis merah horisontal melambangkan tanah dan penduduknya. Garis putih horisontal melambangkan kesucian Buddhisme. Pita biru yang lebar menyilang di tengah menyimbolkan monarki.
Foto: picture-alliance/dpa
Raja Terlama
Bhumibol Adulyadej merupakan raja paling lama di dunia yang pernah bertahta dan raja paling lama di Thailand. Ia dinobatkan sebagai Raja Rama IX pada 9 Juni 1946. Bhumibol Adulyadej meninggal dunia di usia 88 tahun, pada 13 Oktober 2016.
Foto: Reuters
Kota dengan Nama Terpanjang
Bangkok merupakan kota dengan nama lengkap terpanjang: Krung-dēvamahānagara amararatanakosindra mahindrayudhyā mahātilakabhava navaratanarājadhānī purīrāmasya utamarājanivēsana mahāsthāna amaravimāna avatārasthitya shakrasdattiya vishnukarmaprasiddhi, yang artinya….
Foto: AFP/Getty Images/S. Khan
Kota Penuh Julukan
.... "Kota malaikat, kota besar, kota intan abadi, kota Dewa Indra yang tidak tergoyahkan, ibu kota agung dunia yang dikaruniai sembilan batu permata berharga, kota kebahagiaan, penuh dengan Istana Kerajaan yang sangat besar yang menyerupai surga dimana pemerintahan adalah reinkarnasi dewa-dewa, sebuah kota yang diberikan oleh Indra dan dibangun oleh Wisnu".
Foto: Reuters
Sisi Gelap
Prostitusi dilegalkan di Thailand. Tidak ada angka pasti mengenai jumlah pekerja seks di negara ini, diperkirakan lebih dari 1 juta. Satu sisi gelap lain Thailand, negara ini mencatat rekor perdagangan seks anak terburuk di dunia.
Foto: picture-alliance/Erik Schottstaedt
Terancam Punah
Seabad yang lalu tercatat lebih dari 100.000 gajah hidup di Thailand, 20.000 diantaranya hidup di alam liar. Sekarang, tinggal sekitar 5000, dan kurang dari setengahnya masih hidup liar.
Foto: picture-alliance/Horst Galuschka
8 foto1 | 8
Apa yang dituduhkan kepada Chambers?
Seorang petugas polisi Phitsanulok, yang berbicara secara anonim, mengonfirmasi bahwa akademisi asal AS tersebut telah datang ke kantor polisi untuk menerima dua dakwaan: menghina atau mencemarkan nama baik monarki, serta pelanggaran undang-undang kejahatan siber terkait aktivitas daring.
Iklan
Chambers kemudian dibawa ke Pengadilan Provinsi Phitsanulok untuk sidang penahanan pra-persidangan, menurut organisasi Pengacara Thailand untuk Hak Asasi Manusia (TLHR).
Wannaphat Jenroumjit, pengacara dari TLHR yang mewakili Chambers, mengatakan bahwa dakwaan tersebut berkaitan dengan sebuah seminar daring di mana Chambers menjadi pembicara. Chambers membantah semua tuduhan.
TLHR juga menyatakan bahwa Chambers telah ditolak permohonan jaminannya. Belum ada tanggal sidang yang ditetapkan.
Humor dan Kreativitas di Tengah Represi Protes Thailand
Ban bebek karet hingga protes bertema Harry Potter, mewarnai unjuk rasa menuntut pengunduran diri PM Prayuth Chan-ocha, reformasi monarki, dan konstitusi baru. Kultur pop aksi protes Thailand menarik perhatian dunia.
Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
Ban bebek karet: simbol baru demokrasi
Ban bebek karet kini muncul sebagai simbol baru gerakan pro demokrasi Thailand. Ban bebek karet itu awalnya digunakan untuk mengolok pihak berwenang yang menutup gedung parlemen, yang terletak di tepi sungai Bangkok. Namun, saat pihak berwenang membubarkan pengunjuk rasa dengan meriam air, ban bebek karet itu spontan digunakan oleh demonstran sebagai perisai.
Foto: Sirachai Arunrugstichai/Getty Images
Salam tiga jari ala The Hunger Games
Salam tiga jari ala film "The Hunger Games" telah menjadi simbol utama perlawanan terhadap monarki. Isyarat perlawanan pertama kali muncul pada tahun 2014 sebagai bentuk pembangkangan diam-diam terhadap rezim militer PM Prayuth Chan-ocha, yang merebut kekuasaan melalui kudeta. Referensi kultur pop ini membantu para demonstran menarik perhatian baik dari komunitas domestik maupun internasional.
Foto: Sirachai Arunrugstichai/Getty Images
Dinosaurus: mentalitas ketinggalan zaman
Selama protes, sekelompok aktivis yang dikenal sebagai "Bad Students" menjuluki pemerintah sebagai "dinosaurus" karena pola pikir mereka yang ketinggalan zaman. Para aktivis menyebut diri mereka sebagai "meteorit" yang dapat membuat para pejabat pemerintah punah jika mereka terus menolak untuk berubah. Para aktivis "Bad Students" ini juga menuntut perbaikan sistem pendidikan Thailand yang lamban.
Foto: Sirachai Arunrugstichai/Getty Images
Protes bertema Harry Potter
Mengkritik monarki adalah hal yang tabu di Thailand. Hukum lese majeste negara itu mengatur bahwa warga negara yang "tak hormat" terhadap monarki dianggap sebagai kejahatan. Demonstran menyindir Raja Maha Vajiralongkorn sebagai Lord Voldemort. Dalam film Harry Potter, Voldemort disebut "You Know Who" atau "Dia yang Tak Harus Disebut Namanya".
Foto: Lauren DeCicca/Getty Images
Surat untuk raja
Reformasi monarki sejauh ini merupakan tuntutan yang paling kencang disampaikan dari protes Thailand. Pada November, pengunjuk rasa berbaris ke istana kerajaan untuk mengirimkan surat tulisan tangan kepada raja. Ketika ditanya apa pendapatnya tentang para pengunjuk rasa, Raja Maha Vajiralongkorn hanya berkata: "Kami mencintai mereka semua" dan menggambarkan Thailand sebagai tanah kompromi.
Banyak demonstran yang geram saat pihak berwenang menggunakan kekuatan berlebihan dalam unjuk rasa damai. Sejauh ini, enam orang mengalami luka tembak dan lebih dari 50 orang luka berat. Setelah bentrokan antara pengunjuk rasa anti-pemerintah dan pihak berwenang terjadi, demonstran bergerak ke markas polisi untuk melempar cat ke gedung tersebut.
Foto: Sirachai Arunrugstichai/Getty Images
Kesetaraan gender dan hak-hak LGBT+
Gerakan pro-demokrasi telah mengumpulkan pengunjuk rasa dari berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda. Gerakan protes ini juga mewujudkan keragaman Thailand. Pengunjuk rasa dari kalangan LGBT+ turut bergabung dalam protes. Mereka mendorong kesetaraan gender dan hak-hak LGBT +.
Foto: Athit Perawongmetha/Reuters
Mengecoh pihak berwenang
Demonstran mengubah lokasi unjuk rasa dalam waktu singkat untuk mengecoh polisi. Pihak berwenang pada Rabu (25/11) membentengi gedung Biro Properti Kerajaan di pusat Bangkok dengan kontainer dan kawat berduri. Tetapi pengunjuk rasa mengumumkan pergeseran lokasi ke markas Siam Commercial Bank, di menit terakhir. Raja Maha Vajiralongkorn adalah pemegang saham terbesar di bank tersebut. (pkp/ha)
Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP/Getty Images
8 foto1 | 8
Apa aturan ‘lèse-majesté' di Thailand?
Thailand memiliki salah satu undang-undang paling ketat di dunia untuk melindungi monarki dari kritik atau pencemaran nama baik.
Di bawah Pasal 112 dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Thailand, siapa pun yang terbukti menghina, mencemarkan nama baik, atau mengancam raja, ratu, atau ahli waris mereka dapat dihukum penjara antara tiga hingga 15 tahun.
Undang-undang ini semakin sering digunakan dalam beberapa tahun terakhir untuk menindak mereka yang terlibat dalam protes pro-demokrasi dan anti-monarki yang melanda negara tersebut pada 2020.
Pasal 112 semakin sering ditegakkan sejak kudeta militer tahun 2014Foto: Sakchai Lalit/AP Photo/picture alliance
Sejak saat itu, sekitar 279 orang telah didakwa dengan tuduhan lèse-majesté, menurut TLHR.
Beberapa pemimpin penting aksi protes telah dipenjara, tetapi sangat jarang ada orang asing yang didakwa berdasarkan Pasal 112.
Menurut Human Rights Watch, otoritas Thailand dikenal sering "membatasi hak-hak fundamental — terutama kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai — dengan menggunakan undang-undang lèse-majesté (penghinaan terhadap monarki), hasutan, dan kejahatan siber.”
Chambers, yang telah lama tinggal di Thailand, dikenal sebagai pakar yang meneliti pengaruh militer Thailand, yang memainkan peran besar dalam politik negara tersebut.
Sejak menjadi monarki konstitusional pada 1932, para pemimpin militer Thailand telah melakukan 13 kudeta, termasuk satu pada 2014.