Hirsi Ali Minta Perlindungan Prancis
13 Februari 2008
Sejak pembunuhan terhadap Theo van Gogh di tahun 2004, Ayaan Hirsi Ali selalu dijaga pengawal pribadi, juga ketika menetap di Amerika Serikat, di mana ia diawasi sepanjang waktu. Sekarang di Paris, Hirsi Ali menerima Piagam Simone de Beauvoir.
“Saya kerap harus dilindungi polisi.”
Demikian kata Ayaan Hirsi Ali yang hadir di Radio Prancis hari Minggu (10/02) pagi, dalam serangkaian liputan media. Seperti rekannya Theo van Gogh, Hirsi Ali juga terancam pembunuhan oleh kelompok radikal. Namun kini tak diketahui negara mana yang siap memberikan perlindungan kepadanya.
Prancis pun diminta bantuannya, terutama karena para intelektual dan politisi negara itu bergabung dan menuntut agar perempuan kelahiran Somalia ini mendapat perlindungan Prancis. Tokoh filsafat Prancis, Bernhard Henri Levy memberi alasan:
“Belanda dulu pernah melindungi penulis Prancis. Di sini yang saya maksudkan adalah Rene Descartes. Sekarang tiba waktunya bagi Prancis untuk memberikan perlindungan kepada seorang intelektual Belanda, yakni Ayaan Hirsi Ali.”
Hirsi Ali menuntut pemikir Islam untuk merefleksi agamanya dan mendorong emansipasi perempuan yang beragama Islam. Permohonan kewarganegaraan Prancis yang diajukan kelompok yang bersolidaritas kepadanya, menunjuk kepada janji Presiden Nicolas Sarkozy pada masa kampanye. Ketika itu Sarkozy mengatakan:
“Setiap kali, bila ada perempuan di dunia ini yang terancam, maka perempuan ini harus diakui sebagai warga Prancis dan Prancis akan melindunginya. Hak Azasi Manusia harus juga berarti membantu perempuan untuk mendapatkan hak-haknya.”
Namun untuk memberikan perlindungan bagi Hirsi Ali diperlukan dana yang cukup besar. Oleh sebab itu Prancis juga meminta bantuan Uni Eropa untuk mengalirkan dana bantuan bagi orang-orang yang terancam karena pandangan mereka. Hirsi Ali akan melanjutkan perjalanannya dari Paris ke Brussel. Di Parlemen Eropa yang berkedudukan di kota itu, sekitar 60 anggota parlemen mendesak agar biaya perlindungan bagi Ayaan Hirsi Ali ditanggung oleh Uni Eropa.(ek)