1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Horst Köhler calon presiden Jerman

5 Maret 2004
Hort Köhler mengundurkan diri dari IMF
Hort Köhler mengundurkan diri dari IMFFoto: AP

Harian-harian Jerman terutama mengritik caranya partai-partai oposisi memilih calon presiden .

Harian Süddeutsche Zeitung terutama mengritik ketua CDU Angela Merkel:

Kalau tujuan Merkel untuk menolak calon bersama CDU/CSU Wolfgang Schäuble, maka ia telah meraih kemenangan dengan banyak korban. Kerugian bagi partainya sendiri terlalu besar. Kalau Merkel mengatakan, ia mendukung Schäuble, namun tidak berhasil menggolkan keinginannya itu, maka itu membuktikan ketidak mampuannya.

Sementara harian EXPRESS yang terbit di Köln membahas pertanyaan yang timbul di masyarakat.

Horst Köhler – siapa dia? Bagi kebanyakan warga Jerman tokoh ini tidak dikenal. Apakah kini soal pemilihan calon tidak perlu dibicarakan lagi? Tidak. Soal budaya politik yang semakin lenyap, kiranya perlu dibicarakan di negeri ini. Tidak dapat ditolerir bahwa cara memilih calon presiden seperti mengais-ngais, dan membuang siapa saja yang tidak cocok dengan kliknya.

Harian Münchner Tageszeitung juga dengan tajam mengritik partai-partai oposisi CDU/CSU dan FDP:

Apa yang dilakukan oleh para ketua CDU, CSU dan FDP untuk mencari kandidat bersama sebagai calon presiden sangat memalukan dan bukanlah rekomendasi untuk pemerintahan Kristen-Liberal di masa depan.

Berikut komentar harian-harian non Jerman mengenai nominasi Horst Köhler sebagai calon presiden.

Mengenai cara memilih calon presiden harian Swiss Neue Zürcher Zeitung menulis:

Pokoknya, sesuatu bisa dicegah. Slogan ini rupanya yang menentukan jalannya proses politik di Jerman. Dendam dan intrik menandai proses pencarian pengganti Presiden Rau yang masa jabatan akan habis. Hasilnya, bukan kandidat terbaik yang terpilih. Wolfgang Schäuble mungkin bukan calon yang paling disukai, sebab ia juga punya banyak penentang dann musuh. Namun setelah Rau, ia dapat memberikan lebih banyak inspirasi dan visi. Sulit disangkal, bahwa dalam hal ini tidak hanya bakat politik, melainkan juga bakat intelektual yang besar , dikesampingkan begitu saja.

Sebaliknya harian Belanda Algemeen Dagblad lebih menyoroti tokoh Horst Köhler:

CDU dan FDP sepakat untuk menominasikan Köhler sebagai calon presiden. Köhler terkenal sebagai tokoh yang tidak kharismatis. Namun itu tidak berarti bahwa ia tidak mempunyai pendapat. Sebaliknya, dalam perundingan dan negosiasi Köhler sering tampil sebagai hardliner, yang tidak ragu-ragu untuk menyatakan pendapatnya kepada para lawannya, meski pun mereka lebih berkuasa. Di AS Horst Köhler dihargai karena peringatannya terhadap terlalu banyak banyak utang. Meski Jerman punya banyak utang, namun dalam hal ini Köhler harus bersikap menahan diri. Karena jabatan presiden terutama bersifat representatif.

Setelah direktur jendral IMF Horst Köhler dinyatakan sebagai calon presiden, lembaga moneter Internasional harus mencari direktur baru.

Harian ekonomi Inggris Financial Times mengomentari spekulasi tentang pengangkatan pimpinan baru IMF:

Setahun sebelum masa jabatannya di IMF berakhir Horst Köhler dipilih sebagai calon presiden Jerman. Mungkin pemilihannya merupakan pertanda baik bagi reformasi ekonomi yang sangat diperlukan di Jerman. Namun dunia akan menjadi pihak yang kalah, jika perdagangan sapi juga dipraktekkan di lembaga perekonomian internasional yang paling penting. Hendaknya tradisi yang berusia 55 tahun itu diakhiri. Lembaga, seperti Bank Dunia dan IMF hendaknya jangan memilih pemimpin berdasarkan negara asalnya, dan berdasarkan jasanya.

Harian Prancis Les Echos memandang waktu untuk memilih direktur baru IMF terlalu singkat:

Di IMF situasinya tidak pasti sampai tanggal 23 Mei, tanggal pemilihan presiden Jerman. Pengangkatan seorang direktur jendral selalu menuntut perundingan lama dan rumit antar pemerintahan. Pengunduran diri Horst Köhler sebelum waktunya untuk mengambil alih jabatan presiden di Jerman, hanya memberikan waktu beberapa minggu untuk mencari pengganti bagi salah satu pos yang paling penting di dunia internasional. Orang sering menganggap IMF bertanggung jawab untuk semua kemelut ekonomi di bumi ini, namun juga dari padanya kesigapan bagaikan pemadam kebakaran, untuk mencegah krisis yang paling buruk. Meski pun demikian IMF tetap akan memainkan peran menentukan dalam pengawasan keseimbangan ekonomi di dunia.