Hubungan Amerika Serikat dan Iran semakin memanas
30 Agustus 2007Terutama karena sebelumnya dalam pertemuan tahunan Ikatan Veteran AS, Presiden George W. Bush menyerang Iran secara keras. Suatu kontradiksi yang mengherankan, mengingat dari kedua belah pihak ada juga upaya pendekatan.
Amerika Serikat dan Iran telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi ketegangan antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir ini. Terutama setelah duta besar kedua negara itu berulang kali membahas penyelesaian masalah Irak bersama.
Memang, tak ada langkah konkrit yang dihasilkan, namun timbul harapan bahwa partisipasi bersama dalam sejumlah pertemuan itu merupakan pendekatan awal. Harapan yang semakin tipis, setelah penangkapan tujuh warga Iran di Irak, yang keesokan harinya dibebaskan kembali.
Media internasional menunjukan tujuh orang yang digiring dengan tangan diborgol oleh tentara Amerika Serikat. Jubir militer AS, Brigjen Kevin Bergner menerangkan pencidukan para warga Iran yang ditemukan membawa senjata dan sekoper uang.
“Mereka tidak ada yang memiliki izin senjata. Setelah itu terbukti bahwa beberapa diantaranya adalah warga Iran dan mereka semua ditahan sampai investigasi tuntas”.
Bergner menyebut hal itu prosedur standar. Sementara Iran secara resmi memrotes penangkapan itu melalui Kedutaan Besar Swiss di Teheran. Ditegaskan, mereka adalah delegasi Kementrian Energi Iran yang berada di Bagdad untuk merundingkan pembangunan pembangkit tenaga listrik. Perdana Menteri Irak, Nouri al Maliki mengkonfirmasi hal itu dan membantu pembebasan delegasi ini.
Penangkapan warga Iran di Irak ini merupakan yang kedua kalinya sejak bulan Januari dan terjadi menyusul ceramah Presiden George W. Bush dihadapan para veteran AS.
„Iran sudah lama menjadi sumber masalah di wilayah itu. Pemerintah Iran mendukung terorisme, mendukung Hisbullah yang berusaha mengulingkan pemerintah Lebanon. Iran mendanai kelompok teror seperti Hamas dan juga pelaku jihad Palestina yang membunuh orang-orang tak berdosa, menyerang Israel dan mendestabilasi wilayah Palestina. Selain itu, Iran memasok senjata kepada Taliban di Afghanistan, yang selanjutnya bisa menyerang pasukan Amerika dan Nato.”
Menurut Bush, bila Amerika Serikat terdesak keluar dari Timur Tengah, maka wilayah itu akan mengalami radikalisasi yang berbahaya bagi seluruh dunia. Inilah sebabnya ia memerintahkan para komandan AS di Irak untuk menghentikan setiap kegiatan Iran yang dinilai mengancam. Demikian ungkap Bush di Nevada.
Pernyataan Bush tidak terlepas dari ucapan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad sebelumnya. Di Tehran, Ahmadinejad menegaskan hak Iran untuk memiliki pembangkit tenaga nuklir. Selain itu, bahwa Iran tidak mempersiapkan senjata atom dan karenanya menganggap sikap Bush tidak masuk akal.
Kini tujuh warga Iran sudah dibebaskan di Irak. Tapi sejak beberapa bulan, AS masih menahan lima warga Iran lainnya, selain itu sejumlah ilmuwan Amerika keturunan Iran yang dituduh melakukan spionase. Dengan latar belakang seperti ini, tampaknya upaya pendekatan kedua negara ini tak akan ada artinya. Apalagi, tuduh menuduh antara Amerika Serikat dengan Iran terus berlanjut.