Hubungan Bilateral Jerman - Afghanistan
10 Agustus 2007
Hubungan diplomatik Jerman Afghanistan dimulai ketika tahun 1915 diplomat Jerman Otto von Hentig berkunjung ke negara di Asia Tengah tersebut. Misi diplomatik saat itu adalah menggugah Afghanistan untuk merebut kemerdekaan dari Inggris. Usulan ini datang dari gerakan kemerdekaan India. Dengan upaya yang berani ini, Jerman berharap bahwa Inggris yang menjadi musuh Jerman dalam perang dunia pertama memindahkan sebagaian peralatan perangnya dari Eropa ke India. Misi tersebut gagal ketika Raja Afghanistan saat itu Habibullah meminta Jerman mengangkut persenjataan perang sampai ke dalam negara itu. Karena lokasi Afghanistan terletak di pedalaman antara India di Timur yang dulu dikuasai Inggris dan Persia di Barat yang dipengaruhi Rusia permintaan itu sulit diluluskan.
Dari segi budaya dan pendidikan tahun 1924 merupakan tahun terpenting dalam hubungan Jerman Afghanistan. Pada tahun itu didirikan sekolah berbahasa Jerman Amani di ibukota Kabul yang masih ada hingga saat ini.
Akhir tahun 1930-an sejumlah lulusan sekolah tersebut mendapat beasiswa dari Yayasan Alexander von Humboldt dan menempuh kuliah di berbagai universitas di Jerman dan setelah lulus menjadi kelompok elit politik di Afghanistan dengan pengaruh Jerman.
Tahun 50 hingga 70-an dapat dikatakan sebagai tahun terbaik hubungan bilateral kedua negara. Kredit murah politik pembangunan Jerman mengucur ke Afghanistan, bidang pengetahuan mendapat bantuan dana juga personil. Didirikan sekolah menengah teknik, sekolah Jerman dan Goethe Institut di Kabul serta institut arkeologi.
Kerjasama ekonomi antara lain proyek pengolahan kayu di Paktiya atau pembangunan bendungan. Juga raja-raja Afghanistan berkunjung ke Jerman. Tapi dengan masuknya Uni Sovyet tahun 1979 hubungan Jerman Afghanistan mulai membeku. Bahkan di bawah kekuasaan Taliban 1996 hingga 2001 hubungan ini sama sekali terhenti. Hubungan diplomatik hanya berlangsung antara Jerman dan pemerintah negara Islam Afghanistan yang dikenal dengan nama Aliansi Utara.
Setelah tergulingnya pemerintah Taliban dan berlangsungnya konferensi untuk Afghanistan akhir November 2001 di Petersberg dekan Bonn, hubungan Jerman Afghanistan kembali mengalami kemajuan. Konferensi Petersberg juga menjadi batu fondasi bagi masa depan politik Afghanistan. Harapan terciptanya perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Inilah yang menjadi penggerak keputusan parlemen Jerman bulan Desember 2001 untuk mengirimkan aparat keamanan ke Afghanistan, untuk mewujudkan pelaksanaan resolusi 1386 Dewan Keamanan PBB. Militer Jerman Bundeswehr terutama terlibat dalam kegiatan pembangunan kembali. Di bidang bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi, Jerman siap menyalurkan lebih dari satu milyar Euro hingga tahun 2010 mendatang.