1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hubungan Diplomatis Irak dan Suriah

22 November 2006

BAGDAD: Irak dan Suriah kembali memiliki hubungan diplomatis, setelah terputus selama hampir 25 tahun. Menteri Luar Negeri Irak Hoshijar Sebari dan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Mualem menandatangani kesepakatan mengenai hal itu di Bagdad. Dalam kesepakatan juga tercantum, bahwa kehadiran pasukan AS di Irak masih diperlukan. Bersamaan dengan itu, Mualem menyatakan dukungan negaranya bagi pemerintah Irak dalam memerangi pemberontak. Beberapa waktu lalu, pemerintah di Bagdad dan Washington menuduh Suriah memungkinkan pemberontak dari luar Irak masuk ke negara itu. Dua negara yang bertetangga tersebut memutuskan hubungan diplomatik, saat Suriah mendukung Iran dalam perang antara Irak dan Iran antara tahun 1980 dan 1988.