1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikSpanyol

Hubungan Memburuk, Spanyol Tarik Duta Besar dari Israel

Mark Hallam sumber: AFP, dpa, Reuters
12 Maret 2026

Spanyol secara resmi memberhentikan duta besarnya untuk Israel akibat perselisihan yang dipicu oleh perang di Gaza. Hingga ada keputusan baru, kedutaan Spanyol di Tel Aviv akan dipimpin oleh seorang charge d’affaires.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berbicara di acara kampanye untuk wilayah Castile dan Leon, di depan papan reklame bertuliskan "tidak untuk perang" pada 7 Maret 2026
PM Pedro Sanchez menjadikan "tidak untuk perang" sebagai slogan kampanye di Castile dan Leon Foto: Concha Ortega Oroz/Europa Press/dpa/picture alliance

Pada Selasa (10/03), Spanyol menarik duta besarnya secara permanen dari Israel, enam bulan setelah memanggilnya pulang untuk konsultasi. Langkah ini diambil di tengah memanasnya kembali kebuntuan diplomatik antara kedua negara, yang awalnya terkait perang di Gaza, tetapi kembali mencuat setelah serangan terbaru Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Laporan resmi pemerintah yang terbit Rabu (11/03) menunjukkan bahwa keputusan tersebut telah ditandatangani pada hari sebelumnya, mengakhiri jabatan Duta Besar Ana Maria Salomon Perez hingga waktu yang belum ditentukan.

Usulan tersebut diajukan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares dan juga ditandatangani oleh Raja Felipe VI.

Saat ini, Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv dipimpin oleh seorang charge d'affaires (diplomat yang mengambil alih kepemimpinan kedutaan), bukan duta besar.

Duta Besar Spanyol untuk Israel, Ana Maria Salomon Perez, pertama kali ditarik dari Israel pada September 2025Foto: Matteo Nardone/Pacific Press/picture alliance

Mengapa hubungan Spanyol–Israel memburuk?

Langkah ini menjadi babak terbaru dalam ketegangan hubungan antara pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sanchez dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang memburuk sejak serangan 7 Oktober 2023 dan operasi militer Israel berikutnya di Gaza, Lebanon, dan Iran.

Pemerintahan Sanchez termasuk salah satu negara Eropa yang paling keras mengkritik tindakan militer pemerintah Netanyahu, bahkan menuduh Israel melakukan "genosida" di Gaza.

PM Spanyol: "Operasi Militer Israel di Gaza Genosida Terbesar Abad Ini"

01:06

This browser does not support the video element.

Israel sendiri telah menarik duta besarnya dari Madrid pada 2024 setelah Spanyol mengakui negara Palestina.

Duta Besar Perez pertama kali dipanggil pulang ke Spanyol pada September tahun lalu di tengah perselisihan diplomatik terkait keputusan Spanyol melarang pesawat dan kapal yang membawa senjata ke Israel untuk menggunakan wilayah udara dan pelabuhannya.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sarr menyebut langkah itu sebagai tindakan antisemitisme.

Perdana Menteri Sanchez juga sangat mengkritik serangan AS dan Israel terbaru terhadap Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Ia bahkan menjadikan isu tersebut sebagai topik utama kampanye pemilu lokal dalam beberapa hari terakhir.

Sarr dari Israel menuduh pemerintah Madrid "berpihak pada para tiran” karena menentang serangan itu.

Sanchez juga sebelumnya membuat Presiden AS Donald Trump geram atas penolakannya terhadap perang tersebut, hingga Trump mengancam akan menghentikan seluruh perdagangan dengan negara anggota Uni Eropa itu.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Hani Anggraini

Editor: Prihardani Purba

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait