Spanyol secara resmi memberhentikan duta besarnya untuk Israel akibat perselisihan yang dipicu oleh perang di Gaza. Hingga ada keputusan baru, kedutaan Spanyol di Tel Aviv akan dipimpin oleh seorang charge d’affaires.
PM Pedro Sanchez menjadikan "tidak untuk perang" sebagai slogan kampanye di Castile dan Leon Foto: Concha Ortega Oroz/Europa Press/dpa/picture alliance
Iklan
Pada Selasa (10/03), Spanyol menarik duta besarnya secara permanen dari Israel, enam bulan setelah memanggilnya pulang untuk konsultasi. Langkah ini diambil di tengah memanasnya kembali kebuntuan diplomatik antara kedua negara, yang awalnya terkait perang di Gaza, tetapi kembali mencuat setelah serangan terbaru Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Laporan resmi pemerintah yang terbit Rabu (11/03) menunjukkan bahwa keputusan tersebut telah ditandatangani pada hari sebelumnya, mengakhiri jabatan Duta Besar Ana Maria Salomon Perez hingga waktu yang belum ditentukan.
Usulan tersebut diajukan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares dan juga ditandatangani oleh Raja Felipe VI.
Saat ini, Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv dipimpin oleh seorang charge d'affaires (diplomat yang mengambil alih kepemimpinan kedutaan), bukan duta besar.
Duta Besar Spanyol untuk Israel, Ana Maria Salomon Perez, pertama kali ditarik dari Israel pada September 2025Foto: Matteo Nardone/Pacific Press/picture alliance
Mengapa hubungan Spanyol–Israel memburuk?
Langkah ini menjadi babak terbaru dalam ketegangan hubungan antara pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sanchez dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang memburuk sejak serangan 7 Oktober 2023 dan operasi militer Israel berikutnya di Gaza, Lebanon, dan Iran.
PM Spanyol: "Operasi Militer Israel di Gaza Genosida Terbesar Abad Ini"
01:06
This browser does not support the video element.
Israel sendiri telah menarik duta besarnya dari Madrid pada 2024 setelah Spanyol mengakui negara Palestina.
Duta Besar Perez pertama kali dipanggil pulang ke Spanyol pada September tahun lalu di tengah perselisihan diplomatik terkait keputusan Spanyol melarang pesawat dan kapal yang membawa senjata ke Israel untuk menggunakan wilayah udara dan pelabuhannya.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sarr menyebut langkah itu sebagai tindakan antisemitisme.
Perdana Menteri Sanchez juga sangat mengkritik serangan AS dan Israel terbaru terhadap Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Ia bahkan menjadikan isu tersebut sebagai topik utama kampanye pemilu lokal dalam beberapa hari terakhir.
Sarr dari Israel menuduh pemerintah Madrid "berpihak pada para tiran” karena menentang serangan itu.
Board of Peace, forum internasional yang digagas oleh Donald Trump, mengusung agenda rekonstruksi dan stabilisasi Gaza. Negara mana saja yang memberikan dukungan, dan apa peran Indonesia dalam inisiatif ini?
Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo/picture alliance
Dari Davos ke Washington
Pada Januari 2026, Presiden AS Donald Trump menggagas pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk mengawasi proses perdamaian di Gaza. Satu bulan usai penandatanganan piagam BoP di Davos, Swiss, Trump mengundang negara anggota ke Washington, D.C. untuk menghadiri pertemuan perdana pada 19 Februari 2026. Dari total 60 negara yang diundang, 27 negara menyatakan kesediaannya hadir.
Foto: BPMI Sekretariat Presiden
Lembaga rekonstruksi khusus Gaza
BoP lahir dari kesepakatan gencatan senjata yang dinegosiasikan Israel dan Hamas untuk mengakhiri dua tahun perang. Meski awalnya dibentuk sebagai lembaga rekonstruksi khusus Gaza, piagamnya berkembang menjadi mandat yang lebih luas dan ambigu. Para anggota wajib membayar $1 miliar untuk memperpanjang keanggotaan setelah dua tahun pertama, dan Trump mengangkat dirinya sendiri sebagai ketua.
Foto: Denis Balibouse/REUTERS
BoP pesaing PBB?
Piagam BoP menyatakan bahwa “perdamaian yang berkelanjutan membutuhkan penilaian yang pragmatis, solusi yang masuk akal, dan keberanian untuk meninggalkan pendekatan serta institusi yang terlalu sering gagal.” “Piagam itu (BoP) secara terang-terangan dimaksudkan sebagai tantangan terhadap PBB dan merupakan tanda ketidakpercayaan terhadap PBB,” ujar Eliav Lieblich, pakar hukum internasional.
Foto: Mike Segar/REUTERS
Komitmen dana dan pengiriman pasukan
Terdapat komitmen pendanaan sebesar $7 miliar dari sembilan negara anggota BoP untuk paket bantuan Gaza. Mereka adalah Kazakstan, Azerbaijan, UEA, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Sementara itu Indonesia, Maroko, Kazakstan, Kosovo, dan Albania menyatakan kesediaan mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo/picture alliance
Keterlibatan Uni Eropa
Bulgaria, Hungaria, Albania, dan Kosovo adalah negara Eropa yang bergabung sebagai anggota penuh BoP. Sementara Italia, Siprus, Yunani, dan Rumania, serta Uni Eropa (UE), memutuskan untuk bergabung sebagai pengamat, yang berarti mereka tidak akan terlibat dalam pengambilan keputusan. Menurut seorang juru bicara, UE memiliki “sejumlah pertanyaan” mengenai beberapa bagian dari piagam BoP tersebut.
Foto: Chip Somodevilla/Getty Images
Peran Indonesia dalam BoP
Saat menghadiri pertemuan perdana BoP di Washington, Indonesia menjadi negara pertama yang terbuka menyatakan kesediaan mengirim pasukan. Presiden Prabowo menyampaikan dukungan terhadap rekonstruksi dan stabilisasi, termasuk kelanjutan gencatan senjata. Indonesia juga disebut akan berperan sebagai komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dengan mengerahkan hingga 8.000 prajurit ke Gaza.
Foto: Denis Balibouse/REUTERS
Pasukan untuk tugas kemanusiaan
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pasukan yang dikirim akan berada di bawah kendali Indonesia, dengan tugas kemanusiaan, bukan tempur. Kementerian Luar Negeri RI juga mengatakan pengiriman pasukan tidak boleh dianggap sebagai langkah menuju normalisasi hubungan dengan Israel. Pasukan akan ditarik dan RI akan keluar dari BoP jika misi berubah atau dewan gagal memperjuangkan hak Palestina.
Foto: Claudio Pramana/ZUMA/picture alliance
Keraguan dalam pengiriman pasukan
Masyarakat sendiri tidak sepenuhnya setuju dengan rencana pengiriman tentara ke Gaza, jelas Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI. "Di tingkat akar rumput, ada kecurigaan bahwa BoP hanya menjadi perpanjangan rencana Netanyahu melalui Presiden Trump,” ujarnya. "Ada kekhawatiran bahwa Pasukan Stabilisasi Internasional mungkin akan mencoba melucuti senjata Hamas,” tambah Hikmahanto.
Foto: Suzanne Plunkett/empics/picture alliance
Janji miliaran dolar untuk Gaza
Presiden Trump menjanjikan $10 miliar, tapi tidak menjelaskan ke mana dana tersebut akan dialokasikan. “Setiap dolar yang dikeluarkan adalah investasi bagi stabilitas dan harapan akan sebuah kawasan yang baru dan harmonis,” ujarnya.
Foto: Fabrice Coffrini/AFP
FIFA mendukung rekonstruksi Gaza lewat sepak bola
FIFA juga ikut menandatangani perjanjian kemitraan BoP. Rencana kolaborasi dengan FIFA mencakup pembangunan 50 lapangan mini dekat sekolah dan area permukiman di Gaza, lima lapangan di berbagai distrik, sebuah akademi FIFA berteknologi tinggi, serta stadion nasional baru berkapasitas 20.000 kursi. Trump mengatakan bahwa FIFA akan menggalang $75 juta untuk proyek-proyek terkait sepak bola di Gaza.
Foto: Will Oliver - Pool via Consolidated News Photos/picture alliance