1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

060510 Strafmaß Mumbai

6 Mei 2010

Pengadilan khusus India memvonis mati pelaku serangan teror Mumbai tahun 2008. Ajmal Kasab terbukti bersalah melakukan aksi teror yang mengakibatkan tewasnya 166 orang.

Ajmal KasabFoto: AP

Ajmal Kasab, anggota Laskar e Taiba yang bermarkas di Pakistan dan masih berusia 22 tahun itu, dinyatakan bersalah atas berbagai dakwaan, diantaranya melakukan pembunuhan massal, melancarkan perang terhadap India dan aksi teror. Hakim Tahaliyani mengungkapkan Kasab bakal menghadapi hukuman gantung.

Kasab tidak dapat menahan air matanya ketika putusan dibacakan. Jaksa penuntut Ujjwal Nikam mengatakan putusan pengadilan telah diakui oleh Majelis Tinggi Mumbai.

Pada tahun 2008, Ajmal Amir Kasab bersama dengan sembilan milisi radikal Islam yang tergabung dalam Laskar e Taiba, selama tiga hari, dari tanggal 26 November 2008, melakukan serangkaian aksi teror yang mengakibatkan 166 orang tewas di Mumbai. Khususnya Kasab bersama temannya Abu Ismail, bertanggungjawab pada bagian paling parah dari teror itu. Mereka berdua saja menewaskan 72 orang termasuk belasan polisi, perempuan dan anak-anak. Sembilan rekan Kasab lainnya tewas setelah dilumpuhkan pasukan keamanan.

Sementara pembela hukum Ajmal Kasab memohon pengurangan hukuman, jaksa penuntut menuding Kasab sebagai agen iblis. Pandangan masyarakat Mumbai: "Ia harus digantung. Kasab telah memperoleh ganjaran atas perbuatannya.“

Banyak kalangan menyatakan vonis tersebut harus secepatnya dilaksanakan, karena orang-orang begitu marah dan pemerintah seharusnya mengormati perasaan rakyat. Kasab sebaiknya dalam bulan-bulan mendatang dieksekusi. Ia memang masih dapat mengajukan banding ke mahkamah. Namun proses banding di India memakan waktu lama. Paling-paling diringankan menjadi hukuman seumur hidup.

Eksekusi terakhir di India dilaksanakan tahun 2004. Saat ini terdapat 52 terpidana mati yang masih mendekam di penjara menunggu eksekusi maupun pengampunan dari presiden. Kemungkinan eksekusi Kasab akan dilangsungkan lebih cepat, karena kasusnya berkaitan dengan politik.

Serangan teror di India yang dilakukan kelompok yang bermarkas di Pakistan tersebut telah memicu ketegangan antara kedua negara atom tersebut. Pemerintahan di New Delhi menuding Pakistan tidak tegas dalam menumpas ekstremis, sehingga dapat menyiapkan serangan teror di Pakistan untuk ditujukan ke India. Menteri dalam Negeri India Chidambaram memperingatkan, "Keputusan pengadilan ini juga menjadi pesan bagi Pakistan, bahwa mereka tidak dapat mengirimkan teror ke India. Jika tidak, para teroris harus bertanggungjawab dan dikenai penjeraan.“

Kelompok Laskar e Taiba sudah dilarang di Pakistan, namun pejabat berwenang di India yakin organisasi itu masih aktif. India juga menuding serangan itu tidak akan berhasil tanpa adanya bantuan dari intelejen Pakistan.

AP/ZER/afp