IAA 2009: Produsen Mobil Jerman Optimis
16 September 2009
Bisnis harus tetap berjalan, walaupun krisis sedang menghantam. Pasar otomotif dunia sudah berkurang sekitar 14% akibat krisis ekonomi. Tetapi sepintas lalu situasi di Pameran Otomomobil Internasional, IAA tidak berubah. Sebenarnya jumlah perusahaan yang hadir berkurang sepertiga.
Merek Jepang seperti Nissan atau Mitsubishi tidak bisa ditemukan di IAA kali ini, demikian halnya dengan merek dari Cina. Biaya ke Frankfurt bagi mereka terlalu tinggi. Krisis ekonomi memang melanda dunia otomotif lebih dari bidang-bidang lainnya. Dan itu terjadi pada saat bisnis otomobil mengalami perubahan terbesar dalam sejarahnya. Pembeli semakin memperhatikan harga atau jumlah bensin yang diperlukan.
Produsen Mobil Mewah
Pada perusahaan Jerman Daimler, yang beberapa waktu lalu menderita rugi milyaran, diharapkan merek mobil sedan Mercedes-Benz akan kembali menghasilkan keuntungan tahun ini. Taktiknya dijelaskan Direktur Damiler, Dieter Zetsche kepada Deutschen Welle. Pertama-tama dengan produk-produk baru.
Zetsche menambahkan, "Dalam pameran ini kami menunjukkan model baru, E-class T-Modells. Bagi sebuah perusahaan yang ikut pameran itu adalah senjata paling kuat. Di bidang biaya, kami juga sukses dan menghemat lebih banyak dari pengumuman kami sebelumnya. Kami juga melihat bahwa pasar lambat-laun membaik. Saya rasa, produsen mobil mewah terlanda krisis lebih dini dan lebih keras. Dan mereka akan lebih cepat keluar dari krisis."
Spektakuler Tapi Merugi
Kehadiran Daimler dalam pameran, seperti biasa, spektakuler, terutama penampilan mobil sport SLS AMG. Penampilan saingan Mercedes, BMW yang juga merek Jerman sama spektakulernya. Perusahaan itu untuk pertama kalinya menyewa sebuah hall, di mana mobil yang dipamerkan dapat dicoba dalam jalur sepanjang 280 meter.
Namun demikian di perusahaan ini, situasinya juga sama, mobil yang diproduksi hebat tetapi keuntungan tidak ada. Resep untuk keluar dari krisis juga sama, yaitu penurunan biaya dan mobil yang ramah lingkungan. Direktur BMW, Norbert Reithofer mengatakan, "Fakta bisa dilihat: sekitar 1,4 juta kendaraan dengan sistem Efficient Dynamics, yang menghasilkan tenaga besar tapi hemat energi, telah digunakan di jalan-jalan. Kami berhasil menurunkan penggunaan bensin lebih baik dari produsen mobil lainnya. Siapa yang menduga, BMW menjadi merek paling ramah lingkungan."
BMW juga memamerkan merek mobil Mini-E yang menggunakan tenaga listrik. Perusahaan ini juga merencanakan kendaraan untuk kota besar yang konsepnya baru sepenuhnya. Tetapi sejauh ini, perusahaan yang berpusat di kota München itu hanya memberikan pengumuman.
Opel Lega, Ford Tetap Jaya
Setelah berbagai masalah menyangkut pembelian Opel dalam beberapa bulan terakhir ini, ketua dewan pengawas Opel Carl-Peter Forster kini senang karena bisa kembali membicarakan produknya. Forster memamerkan Opel Astra yang baru. Menurutnya, model Astra ini adalah produk paling penting.
Berbeda dengan perusahaan otomotif lainnya, Ford tidak menjadi kepala berita, baik di AS maupun di Jerman. Pemimpin Ford di Jerman, Bernhard Mattes mengatakan, perusahaannya telah sejak dini menyesuaikan kapasitas perusahaan dengan permintaan pasar, juga struktur biayanya, serta membuat produk baru yang sesuai.
Dari pameran otomotif di Frankfurt banyak perusahaan mengharapkan rangsangan positif. Apakah ini cukup untuk mengatasi krisis sepenuhnya? Itu belum bisa dijawab. Banyak pengamat menilai, bidang otomotif masih akan mengalami banyak kesulitan.
Henrik Böhme / Marjory Linardy
Editor: Asril Ridwan